Pendidikan

Tim Arsitektur UIN Maliki Malang Kembangkan Masterplan Pesantren Berbasis Konservasi Sumber Air

Senin, 04 Oktober 2021 - 16:09 | 144.50k
Konsep masterplan pondok pesantren berbasis konservasi sumber air yang dikembangkan Tim Arsitektur UIN Maliki Malang. (Foto: Dok. UIN Malang for TIMES Indonesia)
Konsep masterplan pondok pesantren berbasis konservasi sumber air yang dikembangkan Tim Arsitektur UIN Maliki Malang. (Foto: Dok. UIN Malang for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Tim Arsitektur UIN Maliki Malang mengembangkan konsep masterplan pondok pesantren berbasis konservasi sumber air. Hal tersebut dituangkan dalam program Pengabdian Qoriyah Thayibah di Pondok Pesantren Darul Hikmah Al Hasani, Merjosari, Kota Malang.

Lingkungan kawasan pondok ini berada pada dua sumber air, yaitu sumber air Ingas dan sumber air Ngasinan. Menurut Gus Junaedi selaku pimpinan Yayasan Darul Hikmah, dua sumber air ini merupakan sumber air utama yang pemanfaatannya belum maksimal.

UIN Malang b

Hal ini terlihat dari pengelolaan sumber yang hanya dimanfaatkan sebagai irigasi persawahan di sekitar. Padahal sumber air ini masih dapat dikelola lebih misalnya sebagai air kemasan maupun budidaya perikanan air tawar.

Di samping itu, kawasan sumber juga memiliki potensi daya tarik wisata dan perluasan kawasan perumahan. Berdasarkan kepedulian ini, maka TIM Arsitektur mengembangkan konsep masterplan pengembangan pondok yang berbasis konservasi air.

Kegiatan awal dilakukan dengan melakukan pemetaan melalui drone, agar kawasan dapat tertangkap secara menyeluruh dan presisi.

Dosen penanggung jawab pesawat tanpa awak.Harida Samudro menuturkan bahwa kawasan lingkungan pondok memiliki kontur yang cukup terjal. "Sehingga diperlukan kehati-hatian dalam pengembangan masterplan agar rancangan pondok tidak merusak keberadaan sumber air," tuturnya.

Sementara itu, Ernaning Setiyowati, MT, selaku ketua program menyampaikan konsep dasar pengembangan masterplan pondok terbagi menjadi menjadi tiga zona pengembangan.

Zona satu merupakan zona konservasi air dengan menata lingkungan hutan bamboo yang ada saat ini, agar keberadaan sumber dapat terjaga. Diyakini bahwa bamboo merupakan tanaman yang mampu menyimpan air.

Namun zona ini juga dapat dimanfaatkan sebagai kegiatan pariwisata yang sekaligus dapat memberikan edukasi pada masyarakat. Zona dua merupakan zona inti berupa pondok pesantren putri dengan kapasitas 300 santri. Pada zona ini juga dikembangkan kegiatan edu-lifeskill berupa budidaya ikan air tawar.

Sedangkan pada zona tiga akan dirancang sebagai zona penunjang kegiatan zona 1 dan 2, seperti pengolahan air sumber, musholla, ruang serba guna, serta taman sebagai barrier sempadan sungai Metro yang terletak persis di pinggir batas lahan.

Tim dosen lain, Tarranita Kusumadewi, MT menyampaikan, rancangan konsep dilakukan dengan pertimbangan prinsip ketepatan pengolahan tata guna lahan, lokasi, iklim setempat, pengguna dan keberlanjutan atau lebih dikenal dengan pendekatan Green and Sustainable Architecture.

Tim pengabdian juga didukung oleh empat mahasiswa Prodi Teknik Arsitektur yang terintegrasi dengan kegiatan PKL. Darvis, selaku perwakilan mahasiswa sangat senang dapat terlibat pada kegiatan yang real sehingga ilmu yang diperoleh selama studi dapat diimplementasikan.

UIN Malang c

"Kendala kami saat ini tidak bisa berkuliah tatap muka langsung akibat pandemi Covid-19, dengan kegiatan ini kami bisa tetap berinteraksi dengan dosen maupun pihak pondok. Jadi kegiatan ini bisa melepaskan kerinduan pada pembelajaran secara tatap muka dan berbasis studio sebagai core dari prodi kami," terang Darvis.

Kegiatan dilanjutkan dengan FGD pada seluruh anggota kepengurusan Yayasan. Jamal, selaku salah satu perwakilan pengurus sepemahaman dengan konsep yang disodorkan.

Lebih lanjut, Jamal berkomentar bahwa konsep pengembangan masterplan ini merupakan suatu konsep yang berbeda dan diharapkan dapat menjadi kendali pada keberadaan serta kelestarian sumber air.

Hal ini dimaksudkan, agar kawasan  tidak terus menerus dilirik oleh pengembang perumahan yang berakibat hilangnya sumber air, dan sejatinya masyarakat di sekitar masih memerlukan sumber air ini.

Pada tahap akhir dilakukan kegiatan serah terima produk Masterplan, yang diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan mendasar pada saat pembangunan akan dilaksanakan. Dengan adanya masterplan dari Tim Arsitektur UIN Maliki Malang pihak pondok juga akan lebih leluasa dalam pengajuan proposal pembiayaan pembangunan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES