Advertisement
Pendidikan

Tiga Jurus Wakil Rektor UIN Maliki Malang untuk Mendulang Prestasi Kemahasiswaan

Wakil Rektor UIN Maliki Malang (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) Dr Ahmad Fatah Yasin, M.Ag mengerahkan seluruh kekuatan dan elemen untuk konsisten mendulang prestasi kemahasiswaan.

TIMES Indonesia,
Tiga Jurus Wakil Rektor UIN Maliki Malang untuk Mendulang Prestasi Kemahasiswaan
Wakil Rektor 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dr Ahmad Fatah Yasin, M.Ag saat ditemui di ruang kerjanya. (Foto: Naufal Ardiansyah/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Wakil Rektor UIN Maliki Malang (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) Dr Ahmad Fatah Yasin, M.Ag mengerahkan seluruh kekuatan dan elemen untuk konsisten mendulang prestasi kemahasiswaan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Maliki Malang tersebut setidaknya memiliki tiga jurus jitu. Pertama, melakukan percepatan pengembangan kegiatan kemahasiswaan untuk memperbanyak prestasi baik tingkat regional, nasional maupun internasional.

Advertisement

Pria kelahiran Lamongan 54 tahun yang lalu tersebut baru saja dilantik oleh Rektor UIN Malang Prof Dr H Zainuddin. Ia ingin adanya perubahan signifikan dalam bidang kemahasiswaan selama 1 periode menjabat.

"Dalam empat tahun ke depan, semua kegiatan mahasiswa harus meraih prestasi kejuaraan baik nasional maupun internasional. Alhamdulillah tahun ini sudah mulai bermunculan," kata Fatah, sosok Wakil Rektor yang terlahir dari pasangan petani padi tersebut.

Fatah bertekad akan menggenjot kembali UKM yang ada di UIN Malang. Selama ini, ia menilai UKM belum maksimal dalam mendulang prestasi bagi kampus.

Pengembangan minat dan bakat mahasiswa tersebut diminta terus melakukan inovasi-inovasi yang bermuara kepada pengembangan nama baik almamater.

"Adanya banyak UKM selama ini jarang ada yg meraih prestasi, mereka melakukan kegiatan rutinitas saja. Saya harapkan ke depan UKM meraih prestasi dan harus mengikuti kejuaraan tingkat nasional dan internasional sehingga mengharumkan nama kampus dan orang tua," tegasnya.

Advertisement

Prestasi menurut Fatah, tidak hanya ditunjukkan dengan perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) saja. Namun lebih dari itu, ia ingin memperbanyak prestasi di bidang non akademik.

"Kalau IPK tinggi itu sudah biasa. Non akademik yang bersifat ilmiah juga perlu ditingkatkan seperti karya tulis ilmiah, penelitian, seni, olahraga, dan lainnya. Saya arahkan memperoleh prestasi. Itu program saya ke depan," ungkapnya.

Langkahnya, lanjut Fatah, yakni memperbanyak latihan mahasiswa. Misalnya, UKM Unior yang berfokus kepada minat bakat mahasiswa di bidang olahraga didorong banyak melakukan latihan.

Selanjutnya, para mahasiswa akan diarahkan sesering mungkin mengikuti kompetisi. Termasuk di bidang seni dan budaya, serta bidang minat bakat yang lainnya.

"Kita carikan pelatih dan pembina. Saya punya anggapan, selama ini mereka kurang banyak diperhatikan dan dibina," akunya.

Kedua, pihaknya akan memberikan penghargaan dan bantuan beasiswa kepada mahasiswa yang berprestasi. Mahasiswa yang berhasil berjuang membawa nama baik kampus akan mendapatkan reward khusus.

"Dulu, kejuaraan itu biasanya hanya dikuasai oleh SEMA, DEMA, dan UKM saja. Sekarang tidak, semua saya kasih kebebasan mengikuti kompetisi. Setelah ikut kompetisi, harus melaporkan ke kami untuk diberi penghargaan baik individu maupun kelompok. Ini bentuk support dari kampus," tuturnya.

Pria dua anak tersebut berjanji akan memperbaiki fasilitas dan sarana penunjang bagi mahasiswa untuk meningkatkan prestasi minat dan bakatnya.

"Kita belikan peralatan lengkap sesuai kebutuhan mereka," jelasnya.

Lulusan S3 UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut menyampaikan bahwa ke depan, UIN Maliki Malang akan diupayakan memiliki lapangan sepak bola.

Rencananya, lapangan sepak bola tersebut akan dibangun di atas lahan Kampus 3 UIN Malang yang berada di Junrejo, Kota Batu.

"Karena di sana luas. Termasuk basket kita siapkan juga di sana," tambahnya.

Selanjutnya, Fatah memiliki program lainnya untuk pengembangan mahasiswa dan alumni. Jurus ketiga ini adalah melakukan Tracer Study bagi para alumni.

Setiap tahun, program ini akan terus digencarkan untuk mengetahui distribusi alumni serta pemantauan kerja-kerja alumni di luar kampus.

"Caranya kita membuat aplikasi khusus dan sistem khusus untuk menyebarkan angket dan kuisioner. Target kita 70 persen alumni berpartisipasi mengisi angket sehingga kita bisa mendeteksi berapa alumni yang melanjutkan kerja dan studi," katanya.

Selain itu, Tracer Study berfungsi sebagai alat ukur meningkatkan kualitas pembelajaran. Lalu, data yang didapat tersebut dijadikan bahan akreditasi institusi.

"Bahwa lulusan kita siap kerja dan bisa mengabdi di masyarakat. Berdasarkan tracer studi, kita bisa melihat proses pembelajaran ke depan," kata Wakil Rektor UIN Maliki Malang Ahmad Fatah Yasin. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M
PenulisMohammad Naufal Ardiansyah Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia