Spirit UIN Maliki Malang Menjadi Produsen Berita Positif
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) menunjukkan komitmen menjadi produsen berita positif. Kampus Ulul Albab ini menggandeng beberapa ...

MALANG – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) menunjukkan komitmen menjadi produsen berita positif. Kampus Ulul Albab ini menggandeng beberapa media massa ternama. Baik media lokal maupun nasional.
Gerakan ini berkolaborasi salah satunya dengan TIMES Indonesia yang ditandai dengan penandatanganan MoU antara CEO TIMES Indonesia dan Rektor UIN Malang, Jumat (3/6/2022). Tampak pula Direktur Radar Malang Jawa Pos Tauhid Wijaya, Direktur Tugu Malang, perwakilan NU Onlne, serta sejumlah media lainnya.
"Kita ingin UIN Malang menjadi produsen berita positif. Kantor berita Islam positif di Indonesia belum ada. Kami siap menyebarkan itu, baik seputar pendidikan, keislaman, kesehatan, dan lainnya," ungkap CEO TIMES Indonesia, Khoirul Anwar.
Menurutnya, langkah tersebut tidak bisa lepas dari kolaborasi. Pengajar Manajemen Media PPs Ilmu Komunikasi FISIP UB ini pun mengapresiasi UIN Malang yang sadar akan pentingnya literasi dan publikasi di media massa.
"Nah, yang positif imbasnya akan mampu menciptakan sesuatu yang mengedukasi dan membikin orang bahagia," jelasnya.

Walau pahit, kata Anwar, tugas media adalah menyampaikan fakta dan kebenaran. Ada dua sisi fakta dan kebenaran di hadapan publik. Pertama, fakta dan kebenaran yang positif menurut pandangan publik. Kedua, fakta dan kebenaran yang negatif menurut kacamata publik.
Keduanya punya ciri khas. Fakta dan kebenaran yang positif akan membawa aura baik (positive thinking), inspiratif dan mampu memberi teladan (inspiring), serta bisa mencerahkan (building).
Sedang fakta dan kebenaran negatif akan memberi aura negatif, memunculkan syakwa sangka, menstimulasi kebencian, dan menurunkan kesombongan.
"Aura positif akan menarik hal-hal yang positif. Aura negatif akan pula menarik yang negatif. Law of attraction. Ini sunnatullah! Maka kita harus terus menyampaikan dan memberikan asupan berita positif," ujarnya.
Sementara, Rektor UIN Malang Prof Dr HM Zainuddin MA mendukung jurnalisme positif seperti yang digaungkan TIMES Indonesia. "Kita buang sampah-sampah berita negatif. Kita dukung berita positif, inovatif, dan bersifat prestasi baik mahasiswa, dosen maupun kelembagaan," ungkapnya.
Kerjasama dengan media TIMES Indonesia diharapkan setiap kegiatan, program, cita-cita dan roadmap UIN Malang dapat masif dalam pemberitaan untuk menaikkan grade kampus. "Jurusan, fakultas, unit dan lembaga di dalam kampus bisa memanfaatkan momen publikasi dengan sebaik-baiknya," kata Rektor UIN Maliki Malang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

