Pendidikan

Transisi dari Kuliah Daring ke Luring Pasca Pandemi, Begini Tanggapan Mahasiswa UB

Kamis, 25 Agustus 2022 - 06:35 | 45.97k
Mahasiswa UB (Universitas Brawijaya) Malang saat berdiskusi di Taman kampus (Foto: Rahayu Pertiwi Fajar Ningrum/TIMES Indonesia)
Mahasiswa UB (Universitas Brawijaya) Malang saat berdiskusi di Taman kampus (Foto: Rahayu Pertiwi Fajar Ningrum/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Pandemi Covid-19 saat ini sebenarnya masih belum berakhir. Namun, aktivitas masyarakat sudah mulai kembali normal. Salah satunya aktivitas perkuliahan luring (offline) atau kuliah tatap muka, termasuk di UB (Universitas Brawijaya) Malang.

Berdasarkan kebijakan pemerintah yang baru disebutkan bahwa pembelajaran tatap muka boleh berlangsung jika para pendidik atau peserta didik sudah melakukan vaksinasi Covid-19 dan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Advertisement

Beberapa mahasiswa UB juga memiliki tanggapan dengan adanya perkuliahan offline tersebut.

Yehezkiel Reinhard Wibowo, mahasiswa jurusan Teknik Elektro angkatan 2022 Fakultas Teknik UB, berpendapat ketika mengikuti perkuliahan offline terasa lega dan sekaligus kaget karena selama ini terbiasa online serta perlu beradaptasi lagi dengan lingkungan kampus yang baru.

Mengenai kesulitan kuliah offline ia mengatakan bahwa sulit dalam berkomunikasi dengan orang lain dan terlihat kaku atau kurang luwes sehingga perlu energi ekstra.  Bahkan ia berpendapat bahwa kuliah offline juga masih terasa tawar karena terlalu lama pandemi.

Mahasaiswa-UB-a.jpg

Sementara Jhon Kalpin Tarigan, mahasiswa jurusan Peternakan angkatan 2021 Fakultas Peternakan UB yang mengatakan bahwa kuliah offline itu menyenangkan karena bisa bertemu dengan teman dan para dosen, bebas berinteraksi dan berdiskusi dengan siapa saja secara langsung.

"Kesulitan kuliah offline mungkin karena baru jadi belum terbiasa sama situasi kampus. Bahkan nyari kelas juga susah dan belum bisa ngatur jadwal dengan baik," ujarnya. 

Adaptasi menuju kuliah offline memang membutuhkan kesiapan mental dan merupakan tantangan tersendiri bagi mereka untuk menjalani perkuliahan offline atau tatap muka.

Dan mayoritas mahasiswa UB (Universitas Brawijaya) hampir memiliki pandangan yang sama dalam hal perasaan mereka tentang kuliah offline, kesulitan-kesulitan, bahkan harapan mereka berkuliah di kampus tersebut. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES