Pendidikan

Ciptakan Permen Ekstrak Mengkudu, Mahasiswa Unzah Genggong Torehkan Prestasi Internasional

Minggu, 28 Agustus 2022 - 18:37 | 36.05k
Kelima mahasiswi bersama Rektor Unzah Genggong setelah menjuari kompetisi internasional. (Foto: Unzah Genggong)
Kelima mahasiswi bersama Rektor Unzah Genggong setelah menjuari kompetisi internasional. (Foto: Unzah Genggong)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Sebanyak lima mahasiswa Universitas Islam Zainul Hasan atau Unzah Genggong Probolinggo, Jatim, kembali berhasil menorehkan prestasi internasional. Kali ini, mahasiswa Unzah meraih medali perunggu melalui karya permen ekstrak mengkudu.

Prestasi itu diraih dalam kompetisi Internasional World Youth Invention and Innovation Award Collaboration With Kyung Hee University 76, Kiyungheedaie-ro, Dongdaemun-gu, Seoul, 07747, Republic of Korea tahun 2022.

Advertisement

Kompetisi ini digelar secara daring dan luring pada Selasa (23/8/2022). Kelima mahasiswa itu ialah, Selvia Devi Agustin, mahasiswi jurusan Tadris Bahasa Inggris; Yelni Lufi Lastari, mahasiswi jurusan Ekonomi Syariah; mahasiswi Siti Holipah, jurusan Ekonomi Syariah.

Lalu, Muhammad Shafi Sya'bani, mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah; dan M. Ilham Hamdani, mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab.

Rektor Unzah Genggong, Dr. Abdul Aziz Wahab menyampaikan rasa bangganya, kerena prestasi ini menjadi kado manis bagi bangsa Indonesia yang masih dalam suasana peringatan HUT ke-77.

"Kehebatan tim Unzah selalu memberikan kejutan di ajang internasional. Tahun berganti tahun dan mahasiswa kami terus mengagumkan. Bagi kami, adalah suatu capaian prestasi yang akan terus tercatat di sejarah kampus," katanya.

Sementara itu, Selvia Devi Agustin mewakili timnya mengaku sangat haru. Pasalnya, perjuangannya mampu bersaing dengan 254 tim dari 26 negara dari total 325 tim yang terseleksi secara ketat.

Rektor-Unzah-Genggong-a.jpgRektor Unzah Genggong, Dr. Abdul Aziz Wahab. (Foto: Unzah Genggong)

“Ini adalah kemenangan yang kami inginkan dari hati kami. Tim percaya pada momen terakhir dan itu adalah satu-satunya hal positif, karena tim kami berusaha sangat maksimal untuk tampil lebih baik dari tim lawan," ujarnya.

Selvi menjelaskan, mencium bau mengkudu bisa membuat orang merasa mual. Tapi di tangan Selvi dan kawan-kawan, buah ini dijadikan permen untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi dan gula darah.

"Mengkudu itu sering dijus untuk didapatkan khasiatnya, mulai dari membantu menurunkan hipertensi sampai menurunkan kadar gula darah. Tapi baunya yang kuat itu sering membuat orang kesulitan meminumnya," ujarnya.

Menurutnya, Indonesia adalah negara yang kaya atas keanekaragaman hayati. Selain itu, Indonesia memiliki tradisi penggunaan tanaman obat secara turun temurun. Tapi sebagian besar obat di Indonesia merupakan obat sintetis. 

Hal itulah yang jadi motivasi tim Unzah untuk membuat permen mengkudu. "Jadi kita membuat inovasi seperti permen dari ekstrak buah mengkudu. Kita mencoba agar orang nyaman mengonsumsinya," terangnya.

Sekadar informasi, selama periode 2021-2022, Unzah Genggong sudah meraih 134 juara nasional dan 18 kali juara internasional dalam ajang olimpiade sains dan teknologi. Tidak heran jika kampus yang di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong ini dijuluki kampus mental juara. (d)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES