Pendidikan

Virtual Expo dan KKN Unper Angkat Persoalan UMKM di Tasikmalaya

Kamis, 01 September 2022 - 22:12 | 25.49k
Peyek Ulat Jerman, salah satu produk UMKM hasil inovasi mahasiswa KKN Unper di Padasuka, Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya. (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
Peyek Ulat Jerman, salah satu produk UMKM hasil inovasi mahasiswa KKN Unper di Padasuka, Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya. (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, TASIKMALAYA – Dalam pengembangan usaha di era serba digital ini para pelaku UMKM dituntut harus adaptif terhadap pemanfaatan teknologi, salah satunya pemanfaat telepon genggam. Hal tersebut disampaikan Sekretaris LPPM Universitas Perjuangan (Unper) Lystiana Nurhayat Hakim M.Pd dalam press conference yang digelar di kampus Unper, Kamis (1/9/2022) sore. 

Listiany mengungkapkan pemahaman para pelaku UMKM di Tasikmalaya tentang digital marketing masih perlu pendampingan. Pasalnya untuk pemilihan kata pada deskripsi sebuah produk yang akan dijualnya pun hingga konten untuk promosi digital menurutnya masih tampak belum maksimal dan memerlukan pendampingan.

Advertisement

"Kita bisa buktikan ketika produk milik para pelaku UMKM diikutsertakan dalam virtual expo Unper ke-2 belum lama ini, banyak diantara pelaku UMKM yang mengalami kesulitan. Hal ini menjadi fakta bahwa sebagian besar pelaku belum bisa menggunakan telepon genggamnya untuk memasarkan produknya," terangnya. 

Peyek-Ulat-Jerman-2.jpg

Hal ini terlihat berdasarkan hasil penelitian dan kajian yang dilakukan tim LPPM Universitas Perjuangan (Unper) dan 48 kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) offline yang berlangsung di bulan Agustus 2022.

"Kita masih bersyukur dengan adanya KKN setidaknnya bisa mengikuti kegiatan secara offline dimana persoalan seperti itu terlihat dan menjadi tantangan serta tugas berat dalam mendorong kesejahteraan mereka di era Revolusi  4.0 ini," tandasnya.

Namun menurutnya tugas berat itu tidak bisa dilakukan secara sendiri, melainkan harus menjadi tanggung jawab kolaboratif mulai pemerintah, pelaku UMKM, Perbankan, Unper selaku Perguruan Tinggi maupun stakeholder lainnya. 

"Bisa kita lihat dari hasil KKN kemarin dari sisi potensi banyak produk yang dihasilkan pelaku UMKM maupun hasil kreasi dan inovasi mahasiswa memiliki nilai komersil yang baik, yang dapat menjadi peningkatan peluang usaha pelaku UMKM," tuturnya. 

Listiany menginisiasi dan mengajak untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM yang ada di setiap desa maupun UMKM binaan Kadin, Dinas Koperindag, Rumah Kreatif BUMN dapat mengkaji setiap permasalahan yang dikemas dalam acara Ngopi Gratis alias ngobrol pintar bersama artis di akhir Virtual Expo. 

Dalam acara tersebut menurutnya akan dilengkapi dengan acara berbagi pengalaman bisnis tentang pentingnya kekayaan intelektual produk yang diproduksi. 

Peyek-Ulat-Jerman-3.jpg

"Dalam acara ngopi gratis misalnya, LPPM Unper mengundang Rex Marindo selaku Founder dan CEO foodizz Akademi. Rex akan banyak mengulas tentang konsep Wow Effect yang berpotensi mendorong omzet bisnis para pelaku UMKM. Selain makanan seperti peyek Ulat Jerman, Cemilan keripik bonteng (cepiteng), kecap dari air kelapa, keripik sarang burung dan beragam jenis kue, ada juga produk pupuk organik berbahan baku air seni kelinci dan lebih dari 300 produk yang turut mengikuti Virtual expo itu," jelasnya.

LPPM Universitas Perjuangan ke depan menurut Listiany akan berkomitmen untuk terus mengawal para pelaku UMKM. Selain itu juga berharap ke depannya punya satu pusat inkubasi bisnis yang kelak bisa menjembatani para pelaku UMKM yang ada di Tasikmalaya.

Sementara itu seorang pelaku UMKM Tasikmalaya Ny. Minar pemilik Inuy Cookies mengapresiasi kegiatan Virtual Expo, menurutnya kegiatan tersebut banyak memberikan pengalaman dan pembelajaran dalam proses pemasaran di era digitalisasi.

"Terima kasih, kegiatan Virtual Expo Unper banyak memberikan manfaat dan menjadi tambahan pengalaman bagi saya yang baru merintis pasar digital," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES