Pendidikan

Angkat Potensi Lokal, Tim PKM Unaic Olah Ikan Sidat Jadi Obat Kolesterol

Jumat, 16 September 2022 - 02:24 | 25.75k
Adilia Putri Az-Zahra sedang meneliti ikan sidat. (FOTO: Imam Agus Faizal for TIMES Indonesia)
Adilia Putri Az-Zahra sedang meneliti ikan sidat. (FOTO: Imam Agus Faizal for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, CILACAP – Tim Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) Fakultas Farmasi Sains dan Teknologi Universitas Al-Irsyad Cilacap (Unaic) dengan tiga personel yaitu Adilia Putri Az-Zahra (Ketua) dari D3 Farmasi, Fauliya Triana Wijayanti (Anggota) dari D4 TLM, dan Lailiya Ramadhanti (Anggota) dari S1 Farmasi.

Mereka dibimbing oleh Imam Agus Faizal STrAK MImun untuk menciptakan produk obat kolesterol berbahan ikan sidat.

Advertisement

Cilacap merupakan kabupaten di pesisir pantai selatan Pulau Jawa, sehingga Cilacap memiliki potensi alam baik di laut maupun di darat.

Penghasilan yang diperoleh dari laut di Cilacap cukup melimpah, salah satunya adalah ikan. Hasil olahan ikan juga bervariasi, salah satunya minyak ikan sidat.

Sidat memiliki kandungan gizi yang tinggi terutama vitamin A, E, dan asam lemak tak jenuh eicosapentaenoic acid (EPA), serta docosahexanoic acid (DHA).

Contoh-produk-yang-dihasilkan-Tim-PKM-Unaic.jpg

Contoh produk yang dihasilkan Tim PKM Unaic. (FOTO: Imam Agus Faizal for TIMES Indonesia)

Minyak ikan sidat mempunyai kandungan Omega-3 atau asam lemak tak jenuh untuk kesehatan tubuh.

Formulasi Nanoemulsi diharapkan mampu meningkatkan bioavailabilitas dalam tubuh, sehingga obat lebih cepat diserap tubuh.

"Harapan mengikuti hibah ini mahasiswa menggali potensi kemampuan akademiknya," kata Imam Agus Faizal saat ditemui di bruang kerjanya, Kamis, 15 September 2022.

Menurutnya, apakah dari kompetisi ini menghasilkan produk apa. Ajang ini bisa menggali potensi-potensi tiap-tiap daerah untuk diambil kebermanfaatannya terutama yang concern di bidang farmasi, dan di Cilacap belum dimanfaatkan.

"Di PKM kita manfaatkan dengan pengolahan bahan ikan sidat," kata Imam.

Program Ditjen Kemendikbud ini merupakan ajang yang bergengsi di seluruh Indonesia, mereka ikut dalam kompetisi ini untuk mahasiswa bagaimana potensi  dan menggali kreativitas dan ide-ide bagus, kemudian temuan yang nanti ke depan bisa memajukan negara kita.

Ini relevan dengan kurikulum MBKM.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formulasi dan uji sifat fisik yang baik pada pembuatan nanoemulsi minyak ikan sidat, dengan menggunakan metode sonikasi.

Metode sonikasi merupakan metode dengan memanfaatkan gelombang Ultrasonic-assisted extraction (UAE).

Pengujian ke-14 formula dari simplex lattice desain menghasilkan formula optimal Nanoemulsi minyak ikan sidat, dengan komposisi 6 (surfaktan) : 1 (kosurfaktan) : 1 (minyak ikan sidat) dengan nilai desirability 0,970.

Tim-PKM-Unaic-optimis-berhasil.jpg

Tim PKM Unaic optimis berhasil. (FOTO: Imam Agus Faizal for TIMES Indonesia)

Parameter pengujian fisik dilakukan evaluasi fisik terhadap sediaan nanoemulsi diperoleh persen transmitan sebesar 98,271%, uji pengamatan stabilitas yang didapatkan stabil, pengukuran droplet 10,6 nm dan pengukuran potensial zeta -36,7 mV.

Hasil pengujian optimal menggunakan verifikasi uji one sample test dengan kepercayaan 95% dengan nilai p-value lebih daripada parameter uji menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara hasil observasi dengan nilai prediksi software Design Expert versi 10.0.1.0.

Sementara, Adilia Putri Az-Zahra selaku ketua tim kenapa ikan sidat karena di Cilacap ini banyak, sehingga disiapkan untuk persediaan.

Dalam prosesnya, mereka tidak membeli kilogram, namun diambil minyaknya. Minyaknya beli.

Ikan sidat diambil minyaknya.

Sediaan minyaknya dibuat emulsi lalu digunakan metode sanitasi untuk memperkecil ukuran partikel agar tidak terjadi pemisahan fase antara air dan minyak.

Bentuknya seperti scouts emultion. Dikonsumsi. Manfaat sidat punya kandungan gizi terutama omega 3, asam tak jenuh, vitamin A, E untuk menurunkan kolesterol. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES