Pendidikan

Kamabigus Sebut Kemah Pramuka Bagian dari Pola Pesantren 

Minggu, 18 September 2022 - 14:43 | 21.05k
Kegiatan pramuka yang berlangsung di Desa Banmaleng, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep. (Foto: Akhmad Syafi'i TIMES Indonesia)
Kegiatan pramuka yang berlangsung di Desa Banmaleng, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep. (Foto: Akhmad Syafi'i TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SUMENEP – Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan atau Kamabigus Pramuka, Sutirman Hala, menyebut perkemahan adalah bagian dari pola pendidikan pesantren, agar dapat mencetak kepribadian dan kemampuan kognitif santri sebagaimana yang diperolehnya dari bangku sekolah.

Penyampaian itu disampaikan Sutirman Hala, dalam acara penutupan Preditas XXIII Perkemahan Temu Gladi dan Prestasi Pengkalan Nurul Ulum Tingkat Siaga, Penggalang, dan Penegak. Kegiatan tersebut yang diadakan Pondok Pesantren Nurul Ulum, Desa Banmaleng, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. 

Advertisement

Sutirman Hala menjelaskan, kegiatan pramuka sebagai ajang tahunan. Serta perkemahan dirasa penting untuk terus dilaksanakan. Sebab kegiatan Pramuka juga menjadi sarana pedagogis institusi pendidikan agar dapat membentuk karakter, mental, dan akhlak mulia  pelajar.

"Kegiatan Pramuka dilaksanakan dengan menyesuaikan kegiatan belajar mengajar pesantren, gerakan Pramuka diselenggarakan dalam perkemahan," ungkap Sutirman Hala, Minggu (18/09/2022).

pramuka--c.jpgSalah satu peserta Pramuka yang berlangsung di Desa Banmaleng, Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep. (Foto: Akhmad Syafi'i/TIMES Indonesia)

Selanjutnya, dalam acara itu pihaknya menjelaskan pentingnya pelaksanaan kegiatan Pramuka sebagai rutinitas tahunan. 

“Kegiatan perkemahan ini mari jangan hanya kita artikan sebagai wadah kompetisi, namun juga sebagai penguat karakter kalian dalam dunia pendidikan. Selain itu sebagai tempat mengaktifkan daya kritis dan inovasi melalui ruang perkemahan," sambungnya.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari itu diikuti oleh 61 Siaga, 94 Penggalang, dan 87 Peserta Penegak. Dalam kegiatan Perkemahan ini, Regu Hayati berhasil memborong kemenangan hampir di 20 cabang lomba. Hingga akhirnya Regu Hayati sukses dinobatkan sebagai juara umum.

Dina Hardianti Dewi sebagai Pinru (Pemimpin Regu) Hayati mengungkapkan syukur yang amat dalam. Lantaran perjuangan agar Regunya mendapat predikat juara umum kala itu tidaklah mudah. Sebab, beberapa hari sebelum Perkemahan itu digelar, Dina mengajak Wulan sebagai Wapinru (Wakil Pemimpin Regu) dan beberapa temannya melakukan puasa sunah dan gigih menyiapkan materi hingga dini hari.

Alhasil, Regu Hayati yang dipimpinnya sukses menyabet gelar sebagai juara umum.

“Tentu Alhamdulillah yang setinggi-tingginya, sebab treatment saya sebagai Pinru sebelum kita berkecimpung dalam acara (Perkemahan) ini berbuah hasil positif. Ada effort yang luar biasa khususnya yang saya dan Wulan (Wapinru) lakukan, mulai dari berpuasa sunah, bahkan merumuskan persiapan lomba sampai tengah malam,” tandas Ketua Osis MA Nurul Ulum tersebut.

Di waktu yang sama, Fadlan Afif sebagai Kepala Gugus Depan (Kagudep) mengapresiasi antusiasme santri berpartisipasi dalam perkemahan. Ia berharap santri terus memperkokoh semangat toleransi dan semangat berkolaborasi di dalam maupun di luar perkemahan.

Ia menilai esensi ajang tahunan tersebut adalah memperkuat tali persaudaraan antar santri agar tercipta iklim pendidikan yang kondusif dan harmonis.

“Alhamdulillah saya melihat semangat para Andika Pramuka dalam mengisi seluruh kegiatan (lomba) perkemahan ini luar biasa. Namun perlu diingat, ini semata-mata untuk menciptakan ruang pendidikan yang lebih baik. Serta jangan sampai karena kalah di perlombaan menjadi penyebab kalian bermusuhan,” pungkas pria yang akrab disapa Fadlan itu. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES