Pendidikan

Gelar Pena Santri, Panitia Sebut Sebagai Jembatan Kecil untuk Merawat Obor Perjuangan

Selasa, 27 September 2022 - 18:18 | 27.47k
Santri saat beraktivitas di Pesantren Darul Ulum Banyuanyar.(Foto: Akhmad Syafi'i/TIMES Indonesia)
Santri saat beraktivitas di Pesantren Darul Ulum Banyuanyar.(Foto: Akhmad Syafi'i/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PAMEKASAN – Event Pena Santri atau Pentas Nasional Santri kembali digelar tahun ini. Event persembahan dari Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur ini, akan digelar 22 Oktober hingga 4 Desember 2022.

Sementara salah satu event Festival Tarbiyah Diniyah Nasional (FTDN) digelar berupa l Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional, Kompetisi Debat Nasional, Lomba Baca Doa dan Surat Pendek, Lomba Wawasan Keislaman, seminar serta banyak Lomba lainnya. 

Advertisement

Kegiatan mengangkat tema "Santri Mengabdi Untuk Semua" akan berlangsung mulai 22 Oktober sampai 4 Desember 2022.

Ketua Panitia Nurul Hadi, menjelaskan, Pentas Nasional Santri atau Pena Santri 2022 adalah ajang nasional yang digelar setiap dua tahun sekali. Serta sebagai platform santri dalam berkreasi dan berkontribusi dari segala sisi dan dari berbagai sudut pandang untuk Indonesia.

"Ajang nasional ini sebagai persembahan Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (disingkat Peradaban, Red) untuk Indonesia," pungkasnya, Selasa (27/9/2022).

Nurul Hadi, Dosen IAIN Madura itu menjelaskan bahwa kehadiran Pena Santri ini hanya jembatan kecil untuk merawat obor perjuangan santri bagi bangsa Indonesia ini agar tidak padam. 

Santri-saat-beraktivitas-di-Pesantren-Darul-Ulum-Banyuanyar-a.jpgSantri saat beraktivitas di Pesantren Darul Ulum Banyuanyar.(Foto: Akhmad Syafi'i/TIMES Indonesia)

"Kami menghadirkan platform nasional agar kiprah santri terus berkibar. Pena Santri memulai dari yang paling kecil tapi mendasar. Kami membidik anak-anak usia dini yang santri. Kami motivasi mereka, bahwa doa dan surat-surat pendek yang mereka pelajari itu berharga. Doa-doa itu yang merawat bangsa. Kita beri mereka pentas dalam bentuk lomba-lomba,"imbuhnya.

Selanjutnya, pihaknya menjelaskan bahwa tujuan dari acara ini ingin menguatkan komitmen eksistensi santri. Bahwa santri itu dari dulu selalu berbaik (berbakti). 

Sejak sebelum Indonesia ada, kata Nurul Hadi santri sudah mempunyai misi menebar kebaikan dan kemanfaatan. Dan di era sekarang ini, kadang orang berbuat baik itu milih-milih. Kalau bukan koleganya, bukan familinya atau bukan temen dekatnya tidak berbuat baik. 

"Maka dari tema Santri Mengabdi Untuk Semua ini, kami ingin mengajak semua santri untuk berbuat baik tanpa pandang bulu," kata Nurul Hadi.

Nurul Hadi, Pengawas KSPPS Nuri Jatim itu juga menegaskan, dalam acara Pena Santri juga menghimpun para mahasiswa santri untuk terus berpikir kritis dan progresif. 

"Kami ajak mereka untuk memikirkan bangsa Indonesia. Kami merangkul Mahasiswa dalam bentuk kompetisi debat ilmiah dan lomba karya tulis ilmiah," katanya.

Sementara para akademisi dan praktisi dengan latar belakang pesantren, kata Nurul Hadi diminta untuk berkumpul dan berdiskusi dalam bentuk Sarasehan dan Simposium.

"Ini adalah salah satu cara kami merawat bangsa. Ini dari santri untuk Indonesia. Kami ingin mengatakan bahwa santri itu ada. Dan untuk Indonesia. Untuk semua. Santri mengabdi untuk semua,"urainya.

Pria kelahiran, Sampang tersebut juga menambahkan kegiatan Pena Santri guna memotivasi santri untuk mengapai prestasi tertinggi dalam memberikan makna pengabdian untuk semua. Serta memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam sagala aspek.

"Selebihnya, menumbuhkan semangat keilmuan santri yang progresif dan berjiwa pengabdian tinggi," kata Ketua Panitia Pena Santri, persembahan dari Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar, Kabupaten Pamekasan ini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES