Pendidikan

SMKN 2 Pacitan Tetap Eksis Cetak Siswa Berprestasi

Selasa, 04 Oktober 2022 - 17:40 | 150.28k
Kepala SMKN 2 Pacitan Bambang Hadisucipto. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Kepala SMKN 2 Pacitan Bambang Hadisucipto. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Menjadi sekolah unggulan, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri atau SMKN 2 Pacitan, Jawa Timur tetap eksis mencetak prestasi siswa baik di bidang akademik maupun non akademik.

SMKN 2 Pacitan yang terletak di Jalan Walanda Maramis Nomor 2, Lingkungan Barak, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan itu berdiri sejak 1991 silam.

Advertisement

Kepala SMKN 2 Pacitan Bambang Hadisucipto mengatakan, program unggulan yang sedang dikembangkan saat ini adalah bidang ekstrakurikuler bola voli dan pramuka. Hal itu merupakan bagian dari strategi sekolah untuk mendongkrak animo masyarakat di tengah persaingan yang ketat dalam penjaringan calon anak didik baru.

"Alhamdulillah, prestasi siswa kami terus meningkat, terutama bidang bola voli. Karena sudah menjadi program unggulan. Itu bagian dari strategi dan promosi sekolah. Setiap tahun ada Liga SMEA yang diikuti siswa SMP dan MTs," katanya, Selasa (4/10/2022).

SMKN-2-Pacitan-2.jpgSalah satu program unggulan SMKN 2 Pacitan adalah bidang olahraga bola voli. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Hadi menambahkan, untuk meningkatkan prestasi, pihak sekolah selalu mendorong para siswa mengikuti berbagai event dan kompetisi di berbagai kelas. Terbukti hingga saat ini tetap mendominasi kejuaraan tingkat lokal. Tak sedikit alumni SMKN 2 Pacitan diterima di beberapa industri dan perguruan tinggi milik negara.

"Kami juga selalu mengikuti event pertandingan baik lokal maupun provinsi. Banyak alumni yang direkrut untuk bekerja di beberapa instansi. Tapi memang latar belakangnya pemain bola voli. Sampai saat ini di wilayah kerja masih tetap unggul, juara 1 putra dan juara 2 putri," paparnya.

Selanjutnya, Hadi mengatakan, program unggulan lainnya yang dimiliki oleh SMKN 2 Pacitan adalah ekstra pramuka. Hal itu tak terlepas dari antusias siswa mengikuti gerakan kepanduan dengan senang hati mengingat di dalamnya terdapat beberapa poin positif untuk membangun karakter.

"Sekolah kami termasuk memiliki gugus depan (gudep) yang bagus, siswa sangat antusias mengikuti berbagai kegiatan bahkan sampai nasional," terangnya saat ditemui TIMES Indonesia di ruang kerja.

Di samping itu, para siswa juga didorong untuk memiliki mentalitas entrepreneurship. Pihak sekolah pun memberikan kesempatan untuk memasarkan produk. Cara pemasarannya mulai dari manual hingga digital.

"Jadi ada waktu dalam satu hari khusus digunakan para siswa untuk berjualan, mereka diberi kesempatan memasarkan produk. Mulai dari door to door, karena untuk melatih mental baru dikembangkan ke arah digital," jelas Bambang Hadisucipto.

SMKN-2-Pacitan-3.jpg

Menariknya, SMKN 2 Pacitan ini sudah bekerjasama dengan jejaring industri untuk menyusun kurikulum bersama. Guru memiliki keterlibatan secara langsung. Bahkan siswa langsung bisa magang. Ada juga yang memilih melanjutkan ke perguruan tinggi.

"Secara output, harapannya para siswa bisa masuk ke dunia industri sesuai dengan tuntutan kebutuhan. Itu dikembangkan melalui bidang kompetensi. Saat ini yang masuk ke perguruan tinggi agak banyak, karena jurusan akutansi perkantoran dan kesehatan lebih mendukungnya," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan, Pitoyo menyatakan jika sistem pelayanan yang diberikan kepada siswa sejauh ini masih menjadi prioritas. Sehingga outputnya benar-benar sesuai harapan. Sebelum pandemi Covid-19, tiap tahun para siswa bisa meraih 50-70 prestasi baik akademik maupun non akademik.

"Kami mengutamakan pelayanan siswa agar berproses sesuai minat dan kemampuan. Buktinya dari dulu animo masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya di sini masih tinggi," ucapnya.

Sebagai informasi, SMKN 2 Pacitan memiliki 1328 siswa, 98 guru, 6 jurusan yakni Perkantoran, Akuntansi, Perhotelan, Pemasaran, Perikanan dan Keperawatan. Total kelas ada 46 dengan 330 mata pelajaran ditambah 7 ekstrakurikuler.

Dilihat dari fasilitas sarana dan prasarana, SMKN 2 Pacitan sudah sangat lengkap dan nyaman, memiliki luas kurang lebih hampir 3 hektar serta dilengkapi sebuah hotel untuk praktik wisata unggulan

Terkait penilaian siswa, pihak sekolah melihat dari karakter dan kompetensi hard skill dan soft skill yang kemudian diolah. Pun demikian, guru juga dituntut untuk menjadi agent of change guna menghadapi perkembangan zaman.

"Perubahan dimulai dari Kepsek dan gurunya. Yang kami hadapi adalah era digitalisasi," kata Pitoyo berbicara eksistensi SMKN 2 Pacitan dengan berbagai program unggulannya untuk mencetak siswa berprestasi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES