Outing Class Learning UNIPMA di Ngawi, Pacu Kreativitas Mahasiswa

TIMESINDONESIA, NGAWI – Merdeka belajar memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk menguasai berbagai macam bidang keilmuan, demi menciptakan SDM yang unggul. Seperti halnya yang dilakukan Universitas PGRI Madiun atau UNIPMA dengan mengajak mahasiswa kuliah secara outing class learning di Kabupaten Ngawi, Senin (10/10/2022).
Outing class learning di Ngawi, mahasiswa UNIPMA diajak nonton film 'Mencuri Raden Saleh' yang lagi booming. Kegiatan belajar diluar kelas itu diikuti seratusan mahasiswa UNIPMA, dari Program Studi (Prodi) Manajemen.
Advertisement
Septyana Luckyta Sari, dosen UNIPMA saat bercengkrama dengan mahasiswa. (FOTO: Miftakul/TIMES Indonesia)
Dosen prodi manajemen UNIPMA, Septyana Luckyta Sari, S.M., M.B.A. mengatakan, tujuan dari outing class learning tersebut tidak lain untuk merangsang tingkat kreativitas para mahasiswa. Terlebih, mata kuliah tersebut terbilang baru sesuai kurikulum Merdeka Belajar.
"Untuk meningkatkan kreativitas anak-anak, tidak bisa hanya materi dalam kelas, hanya teori saja, yang kadang teori tidak seperti realitasnya," kata Septyana Luckyta kepada TIMES Indonesia.
Septyana Luckyta berpandangan, dengan pembelajaran di luar kelas seperti yang dilakukan itu, para mahasiswa bisa lebih mudah menangkap ilmu yang disampaikan. Terlebih, dikatakannya, film yang ditonton juga related dengan kehidupan muda para mahasiswa.
Mahasiswa UNIPMA presentasi setelah nonton film. (FOTO: Miftakul/TIMES Indonesia)
"Anak-anak kalau diajak keluar seperti ini, otaknya pasti lebih fresh. Apalagi film yang ditonton tadi, berkaitan dengan anak muda. Ada kondisi dimana harus cari uang dan sebagainya. Akhirnya otak kreatif akan bermain disitu," papar Septyana Luckyta.
Nonton film menjadi media untuk menggugah sisi kreativiitas mahasiswa UNIPMA. Apalagi kata dia, film yang ditonton juga nyambung dengan semangat program Merdeka Belajar. Film yang berdurasi 2 jam 34 menit itu berkisah tentang mahasiswa seni dalam konspirasi memalsukan dan menukar lukisan penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh.
Septyana Luckyta menjelaskan, lewat program Merdeka Belajar, mahasiswa didorong tidak hanya belajar dari satu lini program studi. Macam-macam prodi boleh dipilih secara bebas. Hal itu tidak lain agar mahasiswa memiliki bekal kemampuan diluar program studi yang dipilih.
"Jadi nanti anak-anak manajemen setelah lulus, tidak mesti kerja di bidang manajemen perusahaan. Apalagi UNIPMA juga punya visi misi mencetak wirausaha. Salah satu basicnya kan harus kreatif," ucapnya.
Septyana Luckyta mengatakan, sejak digulirkan kurikulum Merdeka Belajar, kampus UNIPMA juga turut berpartisipasi pada program tersebut. Sejumlah mahasiswa dikirim di berbagai daerah untuk mengikuti perkuliahan di luar bidang studi kuliahnya.
Adapun dalam kurun sebelum pandemi Covid-19, UNIPMA khususnya prodi manajemen juga rutin menggelar kunjungan industri. Berbagai perusahaan bonafit menjadi jujugan para mahasiswa ketika itu. Namun hanya sepintas tahu manajemen perusahaan tempatan.
"Sebelum pandemi Covid-19 ada kunjungan industri di perusahaan, untuk sekedar tahu sistem manajemennya," katanya.
Mahasiswa UNIPMA saat mengikuti outing class learning disebut Septyana Luckyta cukup antusias. Buktinya, dari empat kelas prodi manajemen yang mengikuti pembelajaran di luar kelas itu, hanya segelintir yang berhalangan hadir.
"Kita melihatnya dari sisi pengalaman, yang tidak bisa didapatkan kalau hanya belajar di kelas," katanya.
Lebih lanjut, Septyana Luckyta berujar, model pembelajaran outing class learning direncanakan terus berlanjut. Terlebih melihat dari sisi antusias para mahasiswa yang cukup tinggi saat mengikuti model pembelajaran tersebut.
"Insya Allah akan dilanjutkan, terlebih mata kuliah ini soal kreativitas. Jadi mau tidak mau ya harus di luar kelas. Mungkin selanjutnya konsep di alam," papar Septyana Luckyta, dosen Prodi Manajemen di UNIPMA, usai kegiatan outing class learning di Kabupaten Ngawi. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Deasy Mayasari |
Publisher | : Sofyan Saqi Futaki |