Pendidikan

40 Persen Alumni Prodi Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang Bekerja di Perusahaan Asing 

Jumat, 14 Oktober 2022 - 18:46 | 18.30k
Koordinator Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Dr Dewi Kartika Ardiani, Jumat (14/10/2022).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Koordinator Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Dr Dewi Kartika Ardiani, Jumat (14/10/2022).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Peluang kerja dalam dunia industri dan bisnis bagi lulusan Program Studi S1 Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang terbuka lebar. 

Berdasarkan hasil survei internal kampus, sebagian besar atau sekitar 40 persen alumni Prodi Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang bekerja di sektor non guru. Mereka bekerja di perusahaan asing bertaraf internasional. 

Advertisement

Kemudian alumni yang bekerja di instansi nasional baik perusahaan swasta maupun negeri sebanyak 36 persen. Sedangkan instansi lokal sebesar 18 persen meliputi perusahaan di Malang dan sekitarnya dan usaha mandiri. 

Koordinator Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Mandarin Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang Dr Dewi Kartika Ardiani mengatakan, survey tersebut berimplikasi pada proses persiapan kampus dalam penguasaan tambahan lainnya dalam Prodi Bahasa Mandarin. 

"Artinya bahwa kebutuhan anak-anak ini, alumni bekerja di sektor-sektor non guru juga sangat besar. Ini akan berimplikasi pada penyiapan penguasaan tambahan lainnya di Prodi. Jumlah yang menjadi guru masuk dalam hitungan instansi nasional. Tapi, memang jumlahnya lebih sedikit daripada sektor-sektor swasta lainnya di bidang perusahaan dan bisnis," ucap Dr Dewi saat mengisi Seminar Nasional Bahasa Mandarin di Indonesia : Konsepsi dan Metodologi yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jumat (14/10/2022). 

Sebaran instansi pekerjaan alumni berdasarkan hasil survey tersebut digunakan untuk menentukan langkah Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka atau Program MBKM. Sekaligus sebagai langkah ke depan melalui evaluasi setiap semester. 

"Kita selalu melihat keberhasilan alumni kita di pekerjaan mana saja selama ini apa yang perlu kita perbaiki dengan kurikulum kita dengan mengundang stakeholders dan sebagainya," tambah alumni Unesa tersebut. 

Menurutnya, Bahasa Mandarin memiliki peranan penting dalam dunia internasional. Bahasa Mandarin saat ini menjadi sebuah rising star karena sebagai penutur bahasa ibu dengan jumlah 1,2 miliar. Angka tersebut merupakan terbanyak kedua setelah Bahasa Inggris. 

Maka tak heran, jika banyak peluang bisnis dan industri bagi lulusan Prodi Bahasa Mandarin. Karena saat ini, industri dagang dan teknologi Cina menjadi sangat diperhitungkan bahkan di Eropa dan Amerika. 

"Terutama dengan ini kita berbicara dalam konteks Indonesia. Cina menjadi peringkat ketiga investor terbesar Negara Indonesia. Ini akan berimbas juga pada banyaknya perusahaan yang datang ke Indonesia dan sumber daya manusia yang dapat berbahasa Mandarin ke depan sangat dibutuhkan," ungkapnya. 

Tak hanya soal sektor industri dan bisnis, Bahasa Mandarin membawa pengaruh yang baik pada kemajuan perekonomian, teknologi dan bisnis, maka juga akan berimbas pada dunia pendidikan. 

Bahasa Mandarin tidak hanya bahasa asing kedua yang dipelajari di sekolah saja, tetapi ke depan mahasiswa sudah memiliki tujuan untuk apa mereka belajar Bahasa Mandarin. 

Oleh karena itu, penting memberi penguatan merdeka belajar kepada Prodi Bahasa Mandarin. Hal ini memberi dampak positif meningkatkan aspek kualitas pendidikan guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul menghadapi tantangan masa depan yang penuh ketidakpastian. 

"Jadi lulusan akan dihadapkan pada hal yang barangkali juga tidak bisa ditebak. Oleh sebab itu persiapan tidak cuma satu plan tapi banyak plan dengan soft skill," ujarnya. 

Koordinator-Program-Studi-B.jpgSebaran instansi pekerjaan alumni Prodi S1 Bahasa Mandarin UN Malang, Jumat (14/10/2022).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

Untuk menciptakan mahasiswa yang memiliki soft skill berdaya saing di dunia kerja dan kehidupan, maka mereka tidak hanya mempelajari text book saja. Tapi juga learning by doing

Dr Dewi memaparkan, peningkatan eksistensi Prodi Bahasa Mandarin di Indonesia semakin digencarkan melalui implikasi pelaksanaan Program MBKM di Kampus UN Malang. 

"Ternyata dengan adanya program yang dicanangkan oleh kementerian ini berimbas pada capain kinerja kita," kata Dr Dewi. 

Kampus Merdeka akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa guna mempersiapkan karir yang kompeten dan komprehensif di masa depan. 

Prodi Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang juga tengah merencanakan menggandeng Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) untuk mempersiapkan business plan.  "Insya Allah akan kami canangkan untuk tahun 2023," katanya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES