Pendidikan

Khoiri Terharu Putranya Bisa Lulus Kuliah di Polinema Meski Lumpuh 4 Tahun

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 18:12 | 27.65k
Muhammad Khoiri mewakili anaknya yang lumpuh 4 tahun, mengambil ijazah pada momen wisuda di POLINEMA. (FOTO: Naufal Ardiansyah/TIMES Indonesia)
Muhammad Khoiri mewakili anaknya yang lumpuh 4 tahun, mengambil ijazah pada momen wisuda di POLINEMA. (FOTO: Naufal Ardiansyah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Kisah Muhammad Khoiri (60) bikin haru. Ia tak menyangka putranya bernama Muhammad Huzaifah bisa menyelesaikan studi dan lulus di Politeknik Negeri Malang (POLINEMA).

Padahal, sang putra mengalami sakit atau cedera sehingga membuatnya lumpuh selama empat tahun terakhir. Dia terkapar di rumahnya dan terpaksa tidak bisa menghadiri momen bahagia pada wisuda periode II POLINEMA yang digelar Sabtu (22/10/2022).

Advertisement

Khoiri selalu ayahanda dari Muhammad Huzaifah menghadiri langsung momen wisuda anaknya. Dia datang mengenakan batik dan berpeci. Bola matanya tampak berbinar ketika menerima ijazah dari Direktur POLINEMA Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT.

Muhammad-Khoiri-2.jpgMuhammad Khoiri hanya bisa menunjukkan foto putranya yang terkapar sakit di rumahnya sehingga tidak bisa hadir pada momen wisuda. (Foto: Naufal Ardiansyah/TIMES Indonesia)

Muhammad Huzaifah merupakan mahasiswa D4 Manajemen Rekayasa Konstruksi. Pria asal Lombok ini masuk tahun 2016 dan lulus tahun ini. Enam tahun ia beruang hingga akhirnya dinyatakan lulus.

"Alhamdulillah gak menyangka. Anak saya sakit-sakitan kok ternyata bisa menyelesaikan dan lulus. Tidak menyangka itu. Alhamdulillah," kata Khori sambil memegang erat ijazah anaknya.

Muhammad Huzaifah cedera ketika bermain karate beberapa tahun lalu, ketika dia masih duduk di bangku SMK. Awalnya, kondisi dia belum begitu parah sehingga sempat menjalani perkuliahan di Malang selama tiga tahun.

"Sempat kuliah tiga tahun tahun di sini. Sebelum Corona dia Pulang Pergi (PP).  Terus semester enam sakit-sakitan. Dan ikut kuliah online," terangnya.

Ia telah berjuang untuk sembuh dengan berobat ke dokter berkali-kali. Dia juga mengkonsumsi obat untuk berusaha sembuh dari sakitnya. Namun hingga kini dia Mash terbaring sakit, tidak bisa bangun di rumahnya.

Muhammad Huzaifah diwisuda bersama 929 wisudawan lainnya. Direktur POLINEMA Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT mengapresiasi perjuangan Huzaifah hingga bisa menjadi lulusan POLINEMA.

"Kami berdoa untuk kesembuhan ananda Huzaifah. Tetap semangat meraih masa depan yang cemerlang," ungkapnya.

Pada kesempatan wisuda ini, Supriatna berharap kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan studi di Kampus Biru Politeknik Negeri Malang bisa membawa manfaat di tengah masyarakat.

"Saudara menginjakkan kaki di kampus ini dengan status sebagai mahasiswa, maka mulai hari ini Saudara akan meninggalkan kampus ini dengan status sebagai alumni. Keberhasilan Saudara di tengah masyarakat adalah kebahagiaan Saudara dan juga kebahagiaan kita semua," ucapnya.

Ia berharap lulusan POLINEMA mampu berperan sebagai seorang akademik yang profesional, artinya seseorang yang memiliki sikap dan perilaku sesuai dengan norma dan etika.

"Jangan lupa jagalah selalu nama baik almamater, dan ikatan batin yang telah terjalin dapat terus dipertahankan melalui Ikatan Alumni Politeknik Negeri Malang yang tersebar di seluruh penjuru tanah air," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES