Pendidikan

Dies Natalis ke-62, Fakultas Pertanian UB Gelar Bazar Produk dan Teknologi Pertanian

Jumat, 11 November 2022 - 21:23 | 17.96k
Dies Natalis ke-62, Fakultas Pertanian UB Gelar Bazar Produk dan Teknologi Pertanian
Kurniatun Hairiah (tengah) bersama mahasiswa Fakultas Pertanian dalam Stan Agroforestri pada Bazar Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Jum'at, (11/11/2022). (FOTO: Larasati/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Perayaan Dies Natalis ke-62 Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berlangsung meriah dengan adanya bazar produk dan bazar teknologi bertema "Wujud Karya dan Inovasi FP, untuk Indonesia Bangkit" 

Bazar ini digelar di Gedung Pusat Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jumat, (11/11/2022). 

Bazar produk menghadirkan Galeri Nora Indonesia, Fact Indonesia, Karin's Orchid, Trusno Bumbu Masak Rumahan, dan Payung Bisnis Brawijaya. 

Maize-Research-Center-Universitas-Brawijaya.jpgMahasiswa dalam stan Maize Research Center Universitas Brawijaya pada Bazar Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Jumat, (11/11/2022) (FOTO: Larasati/TIMES Indonesia)

Semua produk yang diperkenalkan oleh Fakultas Pertanian masih erat dengan tema yang bernafaskan karya Indonesia. Produk yang dipasang dalam bazar juga beragam mulai dari pakaian, bunga, kain, makanan kering, minuman dari bunga, serta jajanan sehat lainnya. 

Dimulai dari Nora Indonesia yang mengenalkan kain khas Indonesia dari berbagai tempat. Norayani, pemilik dan desainer baju di Nora Indonesia mengatakan mendapat kain langsung dari penenun asli yang pewarnaan tenunnya membutuhkan sekitar 3 bulan.

Mayoritas kain yang dipampang pad stan Nora Indonesia adalah kain tenun dari NTT terutama Rote, Sumba Timur, Pulau Timor, Belu Atambua. Harga yang diberikan juga bervariasi dari syal yang dijual Rp100 ribu hingga kain dengan harga jutaan tergantung jenis dan kerumitannya.

Norayani.jpgNorayani (tengah) bersama calon pembeli dalam stan Bazar Produk Fakultas Pertanian. Jum'at, (11/11/2022) (FOTO: Larasati/TIMES Indonesia)

Selanjutnya FACT Indonesia, stan yang terlihat tidak neko-neko. Namun, memiliki cerita yang luar biasa dari pembuatannya. Dari tahun 2019 berdiri, FACT Indonesia membantu para warga lapas melalui program 'Karakinara' untuk membuat karya kerajinan yang bernilai ekonomi. Harga yang diberikan juga beragam mulai dari Rp10 ribu untuk makanan dan serbuk jamu dan hingga Rp400 ribu.

Penjaga stan FACT, Rani mengungkap bahwa FACT memang menyediakan sarana pelatihan, konsultasi, dan bimbingan khusus bagi para warga lapas untuk berkarya. 

Karin's Orchid yang ada dalam stan FP UB juga menyediakan produk yang tidak kalah menarik yaitu bunga Anggrek.

Anggrek cantik ini dibudidayakan oleh  Tri Kusumawati dan Wiwik.

Berbagai macam jenis anggrek yang dibawa memiliki karakteristik berbeda pada air. Contohnya seperti anggrek Vanda yang tahan terhadap air dan panas matahari karena tidak tergantung pada inang naungan ataupun media apapun. Harga anggrek yang berda dalam stan Karin's Orchid sangat beragam namun berkisar puluhan ribu rupiah.

Makanan dari hasil pertanian dan rempah alami juga hadir dalam stan Fakultas Pertanian. Subagiono atau Chef Liek Gio menghadirkan produk andalannya "Sambal Trusno".  Sambal Trusno adalah industri rumahan yang berjalan sejak 2012 yang tidak menggunakan bahan pengawet.

"Caranya mengurangi kandungan air dalam pembuatan sambalnya, maka dari itu semua produk yang diproduksi hanya bertahan selama 6 bulan. Produk sambal sebesar 120 gram dalam kardus bisa dikirim sekitar Jawa hingga Bali saja," papar Subagiono.

Koperasi Alumni UB yang mewadahi umkm malang dan alumni UB juga hadir dalam bazar ini. Produk UMKM yang dibawa dalam stan Koperasi merupakan produk yang resmi dibina dan terdaftar di Dinas Koperasi dan Perdagangan. Tempat pengambilan produk kebanyakan ada di area Pasar Kasin. Harga yang disediakan bermacam-macam dimulai dari Rp15 ribu ke atas. 

 Retno Wijayanti, sebagai penanggung jawab Koperasi Payung Bisnis Brawijaya, menyatakan bahwa produk Sirup Bunga Telang yang disediakan diklaim nikmat dan membawa manfaat bagi tubuh. Seperti menurunkan kolesterol, tekanan darah, serta detoksifikasi tubuh. Diresmikan oleh wakil Wali Kota Malang sejak Juli 2022, koperasi Payung Bisnis sudah memiliki sebanyak 129 anggota dan 30 anggota untuk UMKM. 

Bazar Teknologi Fakultas Pertanian juga menghadirkan stan yang tidak kalah menarik. Bazar ini menghadirkan banyak karya serta produk luar biasa. Diantaranya jagung warna-warni, dan penempatan Agroforestri. 

Maize Research Center (MRC) Universitas Brawijaya atau pusat riset tentang jagung yang berbasis di Batu memamerkan hasil jagung mereka. Jagung yang dihasilkan memiliki warna unik beberapa diantaranya Jagung Ungu, Jagung Kuning, dan Jagung Warna Warni.

Stan MRC juga menjual bibit dalam kemasan besar jagung pakan dan bibit dalam kemasan kecil seharga Rp5000 untuk 10 biji benih jagung dengan masa kedaluwarsa sebelum 3 bulan. Penelitian juga memanfaatkan semua bagian Jagung bahkan klobot sisa jagung masih diberikan kepada peternak sekitar guna memberi pakan ternak. 

Stan Agroforestri yang membawa beragam produk dari hutan serta pertanian juga hadir dalam pameran Fakultas Pertanian.

Kurniatun Hairiah, selaku dosen yang berada dalam stan Agroforestri mengatakan bahwa sistem Agroforestri sistem campuran kehutanan dan pertanian di daerah-daerah tropis tidak lepas dari manusia atau petaninya serta pepohonan yang beraneka macam-macam dengan campuran tanaman semusim maupun tahunan.

Sistem Agroforestri juga diklaim lebih bagus dalam menguatkan tanah yang telah dijadikan lahan pertanian dikarenakan akar dari tumbuhan ragam lain yang ditanam. Setelah pendapatan yang diutamakan, jenis pohonnya pun bisa berbeda dengan yang ada dihutan karena nilai ekonomi tidak hanya kayu, tetapi juga bisa buah-buahan. 

"Sistem Agroforestri sebenarnya membantu fungsi hutan, dimana hutan semakin berkurang, tapi sistem Agroforestri terus meningkat. Ilmunya belum banyak, jadi itulah kenapa dari Brawijaya menekuni (bidang ini) sejak 1984 agroforestri dari segi ilmiah," imbuh Kurniatun Hairiah. 

Tita Wijayanti, selaku koordinator Dies Natalis FP UB berharap hasil inovasi dari departemen yang ada dalam Fakultas Pertanian maupun dari pihak mitra bisa lebih dikenal masyarakat luas. 

Pelaksanaan bazar mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk ikut hadir dan melihat semua karya dari Fakultas Pertanian. Salah satu mahasiswi UB yang akrab disapa Aida, menceritakan bahwa bazar Fakultas Pertanian UB seru dan bagus. Ia juga berharap semoga semakin menarik dan banyak juga ikon-ikonnya. 

Bazar yang digelar oleh Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berlangsung selama 3 hari dimulai dari tanggal 10 November sampai 13 November 2022 di Gedung Pusat Fakultas Pertanian. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

KOPI TIMES