Pendidikan

Berasal dari Kampung, Mahasiswi Kampus di Gresik Juarai Lomba KTI Nasional

Senin, 14 November 2022 - 19:52 | 21.56k
Berasal dari Kampung, Mahasiswi Kampus di Gresik Juarai Lomba KTI Nasional
Eva Rusdianah bersama civitas akademika STAIDA Gresik berfoto usai dinyatakan juara KTI tingkat nasional (Foto: Akmal/TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, GRESIK – Berkuliah di kampus sekolah tinggi agama islam, Eva Rusdianah, mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa Gresik (STAIDA Gresik) menjuarai perlombaan tingkat nasional. Meski berasal dari kampung, dia mampu juara 2 lomba KTI (Karya Tulis Ilmiah).

Kepada TIMES Indonesia, Eva menceritakan keikutsertaan dirinya dalam lomba KTI kali ini. Saat itu, dia mendapatkan informasi ada lomba KTI yang digelar e-Guru Foundatiom Semarang Jawa Tengah.

"Saat itu langsung ikut dengan membuat tema dan judul tulisan pengaruh supervisi akademik kepala sekolah terhadap kinerja guru di MI Hidayatul Mubtadin Mojopurowetan Bungah," katanya, Senin (14/11/2022).

Dalam karyanya ini, mahasiswi PGMI sementara 5 ini ingin mengubah pola guru dalam hal pengajaran, dan pengembangan profesionalisme guru dalam mengikuti perubahan paradigma.

Kemudian, penyelenggara pendidikan dan sentralisasi ke desentralisai telah mendorong terjadinya perubahan dan pembaruan pada beberapa aspek.

"Lomba berawal dari penyetoran judul, pemaparan, selanjutnya peyetoran Karya Tulis Ilmiah dan dipaparkan lewat online (zoom)," imbuhnya.

Eva menmbahkan, perlombaan ini diikuti 89 peserta. Kemudian, pihak penyelenggara mengambil 20 peserta, kemudian 10 besar dan terakhir 3 besar.

"Semangat dan do'a dari keluarga dan orang-orang terdekat adalah kunci keberhasilan dalam meraih mimpi," ujarnya.

Guru matematika di MI Hidayatul Mubtadin Bungah ini memang hobi menulis. Bahkan, sederet prestasi telah diraih sebelumnya seperti juara lomba pembuatan modul matematika nasional serta pembuatan RPP SD/MI yang juga tingkat nasional.

Sementara itu, Ketua STAIDA Gresik A. Syifaul Qulub mengaku sangat bangga dan mengapresiasi kegigihan mahasiswanya itu. Menurutnya, budaya literasi di tengah era teknologi dan transformasi digital harus terus dilanjutkan.

Untuk itu, dia mendorong kepada civitas untuk selalu aktif dalam giat ilmiah termasuk penilisan jurnal ilmiah, dan beberapa pelatihan dan workshop yang menunjang pengembangan literasi.

“Di tengah lesu-nya budaya literasi, saya sangat mengapreasi kepada penyelenggara yang telah menggelar lomba karya tulis ilmiah untuk para guru. Termasuk guru muda yang berhasil menulis maka saat itu pula timbulnya motivasi guru lain untuk berkarya,” ucapnya dengan penuh rasa syukur.

STAIDA Gresik, lanjut Gus Afuk sapaan akrab A. Syifaul Qulub juga telah menandatangani rekomendasi untuk Eva agar bisa mengikuti ajang perlombaan karya tulis tingkat nasional selama tiga bulan ke depan, terhitung sejak November 2022 hingga Januari 2023.

“Kita selalu membimbing dan mendampingi Eva dan mahasiswa lainnya untuk meningkatkan kualitas menulis, dan kita siapkan dosen pembimbing yang bisa all out 24 jam untuk diajak berdiskusi terkait konten-konten yang dilombakan,” tutupnya menanggapi mahasiswa kampus STAIDA Gresik juara lomba KTI. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

KOPI TIMES