Pendidikan

Brawijaya Movie Exhibition Wadah Apresiasi Sineas Film Pendek

Senin, 14 November 2022 - 20:21 | 31.21k
Arief Priyono, Sutradara Yang Tersisa Yang Tersayang memberikan materi film documenter dalam Brawijaya Movie Exhibition vol.9 di Auditorium FISIP UB Malang (12/11/2022). (FOTO: Societo Sineklub)
Arief Priyono, Sutradara Yang Tersisa Yang Tersayang memberikan materi film documenter dalam Brawijaya Movie Exhibition vol.9 di Auditorium FISIP UB Malang (12/11/2022). (FOTO: Societo Sineklub)

TIMESINDONESIA, MALANGBrawijaya Movie Exhibition (BME) edisi ke-9 sukses digelar di Auditorium Nuswantara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya Malang (12/11/2022).

Brawijaya Movie Exhibition adalah ajang festival film berskala nasional yang bertujuan untuk mengapresiasi penggiat film pendek di Indonesia untuk mendistribusikan filmnya.

Advertisement

Pada edisi 2022, Brawijaya Movie Exhibition vol.9 mengusung nama “Citra Nuraga” yang memiliki makna sebuah sikap berbagi rasa pada setiap individu atas persepsi, cara pandang, dan pemaknaan akan suatu hal.

Eksibisi ini berlangsung mulai jam 10.20 WIB dan selesai pukul 20.05 WIB.

Teuku-Quraisy-Yahya.jpgTeuku Quraisy Yahya, Penanggung Jawab Brawijaya Movie Exhibition vol.9 memberikan sambutan di Auditorium FISIP UB Malang (12/11/2022). (FOTO: Societo Sineklub)

Teuku Quraisy Yahya selaku Penanggung Jawab acara menyampaikan, BME vol.9 tahun ini hadir dengan niat melestarikan karya-karya film terutama film pendek, dan sebagai penuntas rindu akan semarak festival film secara langsung.

“BME Vol.9 pada tahun ini kembali hadir sebagai rasa tanggung jawab kami Societo Sineklub untuk tetap mengapresiasi serta melestarikan karya-karya film terutama film pendek. BME Volume 9 tahun ini juga ingin kembali menghidupkan ruang-ruang diskusi karya yang pernah hilang atau terbatas sejak pandemi lalu. Karya-karya terbaik sudah disiapkan untuk memanjakan penonton serta mengatasi rindu akan suasana serta hiruk pikuk festival film di Indonesia secara langsung,” ungkapnya kepada TIMES Indonesia.

Penonton-Brawijaya-Movie-Exhibition.jpgPenonton Brawijaya Movie Exhibition vol.9 di Auditorium FISIP UB Malang (12/11/2022). (FOTO: Societo Sineklub)

Penayangan film dari empat program utama dan satu program tematik yang diputar sukses membuat emosi penonton naik-turun. Total 21 film pendek dan 1 film panjang ditayangkan dengan beragam genre dimulai dari program Kelana Makna (Dokumenter), Animare (Film 2 dimensi), serta Sajak Nestapa dan Pancarona yang berisikan film pendek fiksi.

Penonton dibuat menangis haru saat menyaksikan puncak acara dari BME vol.9 yakni pemutaran film dokumenter panjang berjudul “Yang Tersisa Yang Tersayang” karya Arief Priyono.

Teuku Quraisy Yahya menutup acara BME vol.9 dengan harapan ekosistem film kedepannya agar tetap hidup.

“Akhir kata, kepada seluruh peserta baik tamu undangan, filmmaker, komunitas film, serta penikmat film Selamat datang dan selamat menyaksikan Brawijaya Movie ExhibitionVolume.9. Saya berharap kedepannya kita tetap bisa menyaksikan karya-karya terbaik serta berdiskusi dan berdialog untuk menciptakan ekosistem karya-karya film pendek tetap hidup,” ucapnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES