Pendidikan

Akademisi Sebut Keberadaan Naskah Kuno di Bondowoso Besar, Perlu Ada Digitalisasi

Rabu, 16 November 2022 - 17:56 | 10.97k
Akademisi Sebut Keberadaan Naskah Kuno di Bondowoso Besar, Perlu Ada Digitalisasi
Ilustrasi - Digitalisasi Naskah Kuno (FOTO: Dokumen TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Keberadaan naskah kuno sebagai peninggalan sejarah dan berisi ajaran leluhur nusantara perlu diperhatikan agar tidak hilang begitu saja. Seperti di Kabupaten Bondowoso, yang ternyata banyak ditemukan keberadaannya.

Di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur ternyata didapati beberapa masyarakat yang menyimpan naskah kuno yang jumlahnya hingga belasan eksemplar. 

Beberapa naskah kuno yang dimiliki disebut ditulis dengan teks pegon. Bahkan di beberapa lokasi tertentu, naskah itu tidak hanya disimpan, tetapi masih dilantunkan atau dibaca oleh warga setempat. 

Dosen Ilmu Perpustakaan pada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Ahmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember, Fiqru Mafar mengatakan, naskah kuno yang ditemukan di Kabupaten Bondowoso terdapat dua kategori. 

Menurutnya, pertama adalah naskah kuno yang berisi teks-teks keagamaan. Yakni berupa Al Quran lama yang ditulis dengan tangan.

Adapun naskah semacam itu banyak ditemukan di beberapa wilayah Bondowoso. Terutama di sebelah utara, hingga ke arah Arak-arak Wringin.

Selanjutnya kata dia, kemudian ada juga teks-teks kebudayaan. "Misalnya seperti tadi, misalnya Mamaca, Surat Nabi Yusuf dan Nubuat," kata dia saat dikonfirmasi dalam kunjungannya ke Perpustakaan Kabupaten Bondowoso.

Menurutnya, Sebagaimana dalam peraturan Undang-undang Perpustakaan nomor 43, tahun 2007, dijelaskan bahwa sebuah naskah disebut kategori naskah kuno manakala tulisan tangan. 

"Kemudian usianya minimal 50 tahun, dan berisi tentang khazanah sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan lokal," kata dia pada sejumlah awak media.

Menurutnya, untuk naskah kuno yang ada di Kabupaten Bondowoso Bondowoso sudah berusia ratusan tahun. Sebab kebanyakan kata dia, naskah tersebut merupakan peninggalan abad 18 dan 19-an. 

"Yakni sekitar tahun 1.800-an, artinya usianya mencapai ratusan tahun," imbuh dia.

Usia naskah kuno itu diketahui dari bahan dasar kertas yang digunakan. Banyak dijumpai naskah-naskah kuno di Bondowoso naskah kunonya ditulis dengan kertas daluang.

Menurutnya, kertas daluang merupakan salah satu kertas tradisional asli Indonesia, dan kertas Eropa.

"Dua-duanya kita temukan di sini. Kalau daluang sendiri kemungkinan, terakhir ada produksi untuk penulisan naskah pada abad 18. Kurang lebih tahun-tahun 1.700 atau 1.800 an lebih," imbuh dia. 

Semen untuk kertas Eropa lanjut dia, dari hasil penelusuran, kemungkinan naskah itu ditulis awal abad ke 19 hingga masuk abad ke 20. 

Banyaknya potensi naskah kuno di Kabupaten Bondowoso, semestinya harus dirawat. Sebagaimana dalam peraturan undang-undang, pemiliknya memiliki kewajiban untuk menyimpan dan merawat. 

Di samping itu, mereka juga wajib mendaftarkan ke Perpustakaan Nasional. Melalui Perpustakaan di Kabupaten Bondowoso.

Sementara itu, Pemerintah melalui Perpustakaan Kabupaten Bondowoso hendaknya mengalihmediakan naskah kuno yang sudah didaftarkan. Untuk didayagunakan di lembaganya masing-masing.

Selain itu lanjut dia, tidak kalah penting yakni pendataan atau inventarisasi. Karena kondisi naskah kuno ini berpacu waktu, dan pedagang gelap. Salah satunya harus dilakukan digitalisasi.

"Harus segera dialihmediakan. Agar naskah kuno yang ada di Bondowoso tak sering dibuka. Karena jika sering dibuka, semakin cepat rusak," kata dia. 

Menurut dia, Pemerintah melalui dinas Perpustakaan perlu melakukan kegiatan transliterasi dan penerjemahan. 

"Dari teks aslinya ke Bahasa Indonesia. Biar anak muda jaman sekarang juga tahu, apa saja kekayaan leluhur kita," urainya. 

Sebab kata dia, setelah dilakukan transliterasi dan penerjemah, mungkin Dinas Perpustakaan Bondowoso bisa melakukan kegiatan industri kreatif berbasis naskah kuno. 

"Karena di beberapa wilayah, kalau di naskah kuno itu ada istilahnya Iluminasi- hiasan di pinggir naskah. Di beberapa wilayah iluminasi ini dibuat menjadi motif baru. Ini jadi peluang ekonomi kreatif baru di Bondowoso," jelas dia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES