Pendidikan

TIMES Academy Gelar Workshop Digital Jurnalitik di SMK Islam PB Soedirman 2 Cijantung

Minggu, 20 November 2022 - 12:41 | 18.74k
TIMES Academy Gelar Workshop Digital Jurnalitik di SMK Islam PB Soedirman 2 Cijantung
Sumitro dengan peserta Workshop Digital Jurnalistik 2022 di SMK Islam PB Soedirman 2, Cijantung. (FOTO: dok. TIMES Academy). 

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Puluhan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Islam PB Soedirman 2, Cijantung, Jakarta Timur, mengikuti Workshop Digital Jurnalistik 2022. Kegiatan yang dihelat pada Jumat 18 November 2022 itu terlaksana atas kerja sama Times Academy Road Show Goes To School.

Dalam sambutan pengantarnya, Kepala Sekolah SMK Islam PB Soedirman 2, Dra Hj Ikah Atikah MM mengungkapkan adalah kesempatan luar biasa bagi siswa-siswi yang mengikuti kegiatan workshop digital jurnalistik. 

"Kita perlu bersyukur bahwa sekolah kita adalah sekolah yang terpilih untuk diberikan materi dalam kegiatan workshop digital jurnalistik Times Academy," ucap Hj Ikah didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Aris Setiawan SPd dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/11/2022). 

Diungkapkan, peserta yang berkesempatan mengikuti workshop adalah Tim Jurnalis SMK Islam PB Soedirman 2, pengurus OSIS dan perwakilan seluruh kelas. Khususnya perwakilan dari Kelas X dan Kelas XI. Penentuan kepesertaan ini ditentukan pihak sekolah dengan mempertimbangkan berbagai aspek.

Times-Academy-2.jpgKepala Sekolah SMK Islam PB Soedirman 2, Dra Hj Ikah Atikah MM. (FOTO: dok. TIMES Academy). 

Sebab pada saat bersamaan, pihak sekolah juga menggelar serangkaian acara serupa dalam rangka meningkatkan keterampilan siswa-siswi SMK Islam PB Soedirman 2. Terlebih sekolahnya mendapatkan amanah sebagai SMK Pusat Keunggulan di Jakarta Timur dari instansi terkait.

"Workshop Digital Jurnalistik ini sebuah kesempatan, maka kami pihak sekolah mengajak, menugaskan kepada kalian semua untuk mengikuti kegiatan ini," ungkap Hj Ikah.

Terakhir, Kepala Sekolah mengingatkan agar seluruh siswa yang mengikuti workshop untuk fokus mengikuti kegiatan selama berlangsung. Diharapkan, peserta nantinya mendapatkan ilmu yang bermanfaat dibidang digital jurnalistik untuk kemudian mendiseminasikan yang didapatkannya kepada seluruh siswa yang tidak mengikuti kegiatan.

"Fokus, konsentrasi, karena kalian calon anak-anakhebat. Mudah-mudahan dengan fokus, kalian akan menjadi role model, karena sekolah akan meminta bantuan untuk mempraktikkan, untuk mendiseminasi ke teman-temannya" jelasnya.

Dalam kesempatan itu, praktisi jurnalis dari TIMES Indonesia Sumitro B Amat menyampaikan, secara teknis menulis adalah merangkai kata, kalimat dan paragraf untuk menyampaikan pesan berupa informasi, gagasan dan atau pemikiran. Dimana kunci dan modal utama untuk bisa menulis adalah ada pesan yang hendak disampaikan.

Secara umum, tulisan dibagi dalam dua kategori yakni fiksi dan non fiksi. Fiksi adalah tulisan berisi cerita rekaan, khayalan, tidak berdasarkan fakta dengan mengandalkan imajinasi. Contohnya adalah cerita pendek dan novel.

Times-Academy-3.jpgSumitro memberikan pelatihan jurnalistik kepada siswa-siswi SMK Islam PB Soedirman 2, Cijantung. (FOTO: dok. TIMES Academy). 

"Nonfiksi adalah tulisan berdasarkan fakta atau kenyataan, nonfiksi berisi tulisan informasi karenanya disebut juga karya informasi," ucap Sumitro.

Untuk jenis tulisan dalam jurnalistik, lanjut alumnus UIN Walisongo Semarang itu, salah satunya adalah berita. Dimana berita berisi laporan peristiwa aktual yang mengandung unsur 5W+1H. Selain berita, jenis tulisan juga ada artikel, feature, kolom, tajuk rencana dan advetorial.

"Siapa yang ingin menjadi jurnalis, maka harus banyak membaca dan menulis. Membaca karena secara langsung menambah perbendaharaan kata," urainya.

Secara sederhana kemudian dicontohkan bagaimana pentingnya kepekaan sosial dan daya tangkap seorang jurnalis dalam melihat kondisi di masyarakat. Pada sebuah obyek, kotak snack dan gelas, peserta workshop diajak untuk menggambarkannya dalam satu kalimat.

Dimana satu peserta dengan peserta lainnya mempunyai interpretasi yang berbeda satu sama lain. Mereka yang mempunyai kekayaan perbendaharaan kata akan dengan mudah menggambarkan dua obyek yang disodorkan.(*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

KOPI TIMES