Pendidikan

Gandeng Bicara Project, Prodi Pendidikan Bahasa Jerman Adakan Workshop Digital Creative Content

Senin, 21 November 2022 - 13:48 | 13.63k
Gandeng Bicara Project, Prodi Pendidikan Bahasa Jerman Adakan Workshop Digital Creative Content
Joddy Caprinata, COO Bicara Project memberikan materi kepada mahasiswa magang UM di Hotel Tugu Malang. (Foto: Junita/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Times Prodi Pendidikan Bahasa Jerman Universitas Negeri Malang menyelenggarakan Workshop Digital Creative Content bersama dengan COO dan CEO Bicara Project, Joddy Caprinata dan Rana Rayendra.

Workshop ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa MBKM Magang 2022  yang didampingi oleh Kaprodi Departemen Bahasa Jerman, Edy Hidayat dan Sekretaris Departemen Bahasa Jerman, Dewi Sartika. Acara ini bertempat di Keraton Ballroom Hotel Tugu Malang. Minggu, (20/11/2022).

Materi pertama disampaikan oleh Rana Rayendra mengenai Digital Creative Content. CEO Bicara Project ini menjelaskan mengenai 4 pilar dalam literasi digital, yang meliputi kecakapan, keamanan, budaya dan etis. Empat pilar tersebut merupakan pondasi dalam berselancar di dunia digital sebagai pembekalan diri bagaimana bermain di dunia digital harus mampu memanfaatkan perangkat digital, mampu menjaga diri dari bahaya serta membentuk pola harmonis di dalam dunia digital.

Workshop-Digital-Creative-2.jpgMahasiswa MBKM Magang sedang mendengarkan Workshop Digital Creative Content di Hotel Tugu Malang. (Foto: Junita/TIMES Indonesia)

Rana menambahkan bahwa kecakapan ruang digital sangat luas. Sosial media dapat menjadi sarana dalam membentuk digital branding.

“Teman-teman generasi Z, dalam bermain sosial media jangan hanya sekedar memposting atau berbagi konten-konten yang tidak ada tujuan positifnya. Kalian (mahasiswa) harus membentuk citra dan membranding diri sebagai mahasiswa yang aktif, berprestasi, dan memiliki sudut pandang quality over quantity. Jikan kalian (mahasiswa) mampu memanfaatkan dunia digital dengan benar, kalian bisa mencari materi (uang) dari situ,“ tuturnya.

Dengan luasnya jangkauan dunia digital ini, Rana berharap  melalui penyampaian materi Digital Creative Content mahasiswa bisa mengamankan perangkat dan identitas digitalnya sendiri, mampu mewaspadai berbagai jenis penipuan di sosial media serta memahami rekam jejak digital.

Penyampaian materi kedua dilanjutkan oleh  Joddy Caprinata tentang dunia public speaking. Dengan kemampuan public speaking, seseorang bisa menyampaikan pesan dengan tujuan agar orang percaya, tertarik, dapat menggerakkan massa, serta mampu mengubah pola pikir. Joddy mengatakan bahwa public speaking ini memiliki 3 bentuk antara lain informatif, persuasif, dan entertain. Tiga poin tersebut dapat dicapai oleh seorang public speaker, apabila ia bisa mengenali audiens berdasarkan usia, gender, latar belakang, dan kultur. Rana juga menjelaskan gestur tubuh sangat penting dalam seni berkomunikasi.

“Dalam berbicara di depan publik, gestur mata sangat penting. Pergerakan mata menimbulkan efek psikologis, tatapan mata ke audiens itu sangat penting. Kedua, gestur tangan juga mampu mengurangi kegugupan seorang public speaker. Yang ketiga yaitu pergerakan kaki. Kita bisa mendatangi audiens dan berinteraksi kepada penonton agar suasana cair,“ jelasnya.  

Workshop-Digital-Creative-3.jpgSesi foto bersama Workshop Digital Creative Content di Hotel Tugu Malang. (Foto: Foto: Junita/TIMES Indonesia)

Dalam dunia public speaking teknik dan suara juga sangat penting diperhatikan. Dalam menyampaikan informasi ke audiens, seorang public speaker harus memahami volume, intonasi (warna nada), dan artikulasi (kejelasan pengucapan).

Sebagai penutup materi, Joddy menambahkan satu hal yang tidak kalah penting dalam dunia public speaking yaitu membangun kepercayaan diri. Kepercayaan diri bisa dibangun melalui “perang piring”, yaitu singkatan dari persiapan, tenang, berpikir positif, dan riang.

Kegiatan Workshop Digital Creative Content  diakhiri dengan sesi foto bersama oleh kedua pemateri, para dosen Departemen Bahasa Jerman dan mahasiswa MBKM Magang Universitas Negeri Malang. Rangkaian kegiatan ini memberikan bekal bagi mahasiswa untuk beradaptasi dan menciptakan citra yang baik serta terampil membedakan dunia nyata dan dunia maya dalam berinteraksi dan bersosialisasi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES