Pendidikan

Pelajar Tuban Semangat Ikuti Pendidikan Literasi Informasi dan Konten Digital

Rabu, 23 November 2022 - 13:08 | 10.21k
Pelajar Tuban Semangat Ikuti Pendidikan Literasi Informasi dan Konten Digital
Eddy Purnomo menyampaikan materi literasi informasi kepada pelajar Tuban, Rabu (23/11/2022).(Foto: Safuwan/TIMESIndonesia)

TIMESINDONESIA, TUBAN – Di tengah derasnya arus informasi, pelajar di Kabupaten Tuban dituntut memiliki kemampuan literasi informasi, Rabu (23/11/2022).

Manfaat literasi informasi untuk pelajar adalah pelajar dan guru akan dapat menguasai pelajaran mereka dalam proses belajar mengajar. Siswa tidak akan tergantung kepada guru karena dapat belajar secara mandiri dengan kemampuan literasi informasi yang dimiliki.

Untuk menunjang kemampuan itu, Ronggolawe Press Solidarity (RPS) Tuban berkerjasama dengan PLN Nusantara Power, Kemenag, Dinas Pendidikan SMA/SMK Jatim Cabang Tuban, PT PRPP, dan PT TPPI menggelar kegiatan pendidikan literasi informasi dan konten digital di SMK Mambail Futuh, Jenu.

Tak hanya melibatkan siswa dari sekolah setempat, panitia penyelenggara juga mengundang belasan siswa lain dari dua sekolah yang berada di Kecamatan Jenu. Dengan total peserta 30 siswa. 

Acara yang dibuka oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Tuban, Umi Kulsum itu dihadiri Ketua RPS Tuban, Khoirul Huda, Kepala SMK Mambail Futuh Jenu, serta tim dari PLN Nusantara Power. 

Dalam sambutannya, Kepala SMK Mambail Futuh, Moh. Maghfur Arifin S. Hum mengatakan, saat ini semua orang dapat menjadi pewarta. Seorang pewarna pada prinsipnya memberitakan atau menginformasikan ke orang lain informasi. 

"Sebuah peristiwa bisa difoto dan disampaikan di media sosial. Dalam kegiatan ini, peserta akan diajarkan bagaimana cara menjadi pewarta yang baik. Tidak hanya bentuk gambar, juga dalam bentuk digital. Seperti di SMK Mambail Futuh, semuanya serba digital," ujar Moh. Maghfur. 

Setelah mengikuti kegiatan RPS, Arifin berharap para peserta dapat membuat portal berita dan membuat konten yang positif dan mencerdaskan serta tidak menyajikan hoaks, karena dampaknya buruk untuk publik 

"Khusus anak SMK Mambail Futuh yang kompeten di IT, harus segera membuat rencana publikasi sekolah. RPS hari ini memberi ilmu dan harapannya mengawal dan mendampingi selama 6-7 bulan sampai siswa SMK mumpuni," jelasnya.

Arifin juga menekannya pentingnya pelajar membaca buku. Dengan membaca, kosakata akan bertambah dan berguna untuk membuat berita agar istimewa dan menarik untuk dibaca.   

Ketua RPS, Khoirul Huda menambahkan, fungsi dari wartawan diantaranya melakukan edukasi. Selain mengontrol juga memberi hiburan untuk publik. Oleh karena itu, RPS ingin mengajak peserta untuk mau menjadi generasi wartawan.  "Profesi wartawan itu mulia, sebab semuanya diberikan untuk publik. Selain media yang terverifikasi, wartawan di RPS juga telah lulus uji kompetensi," tegasnya. 

Untuk itu, Huda berharap peserta mengoptimalkan kesempatan untuk bertanya kepada para pemateri.

Fenomena di sosial media juga menjadi perhatian RPS. Sebab, banyak ujaran yang kurang baik sering terlontar di dunia digital. RPS tidak ingin, para pengguna sosial media khususnya pelajar, karena ketidaktahuannya justru terjerumus dan terjerat ke UU ITE. 

Saat ini, para netizen belum mampu membedakan produk pers dan media sosial. Potongan informasi yang disampaikan di sosial media itu baru sebatas info awal. Pesan penyelenggara, ikutilah pelatihan ini dengan serius dan sungguh-sungguh. 

"Ayo belajar bersama-sama agar kemampuan literasi informasi pelajar SMK meningkat," bebernya. 

Kegiatan RPS Tuban itu diapresiasi oleh Umi Kulsum. Kemenag mengakui belum menyentuh hingga literasi informasi ke madrasah, dan berterimakasih kepada RPS karena telah mengawalinya. 

"Ke depan Kemenag bisa kolaborasi dengan RPS Tuban dalam literasi informasi madrasah. Tuban memiliki 5.000 guru lebih madrasah yang harus dilatih membuat konten yang menarik untuk menunjang pembelajaran yang produktif," imbuh Umi. 

Pelatihan kali ini menhadirkan beberapa narasumber handal di bidangnya. Seperti, Eddy Purnomo menyampaikan materi literasi informasi, Teguh Budi Utomo menyampaikan materi jurnalistik, Arief Wibowo mengupas materi foto, dan Khusni Mubarok membedah materi video. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES