Pendidikan

INAYES Dorong Mahasiswa Fakultas Vokasi Unair Adaptif Hadapi Tantangan Bonus Demografi

Kamis, 24 November 2022 - 19:54 | 13.00k
INAYES Dorong Mahasiswa Fakultas Vokasi Unair Adaptif Hadapi Tantangan Bonus Demografi
Para pemateri dalam acara Talk Show Vocational Leadership di Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bersama INAYES, Kamis (24/11/2022). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Indonesia diprediksi bakal menghadapi bonus demografi pada tahun 2045 mendatang. Melihat itu, Indonesia Youth Economic Society atau INAYES berkomitmen membangun sekaligus bisa menjadi sarana dalam membangun jiwa para generasi muda Indonesia untuk menyambut bonus demografi tersebut.

"INAYES bisa menjadi wadah mengembangkan para talenta muda untuk berkreasi, berinovasi. Terlebih juga sebagai wadah untuk bertukar ide dan gagasan," ujar Ketua Umum DPP INAYES Aldi Prastianto saat Talk Show Vocational Leadership di Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Kamis (24/11/2022).

Aldi menambahkan bahwa dibentuknya INAYES ini juga sebagai langkah untuk menyiapkan serta meningkatkan kapasitas generasi muda dalam menghadapi bonus demografi.

"Dibentuk khusus untuk meningkatkan kapasitas, potensi dan juga kompetensi dalam diri anak muda Indonesia dalam menghadapi bonus demografi pada 2045 dan pasar bebas 2030,” tambahnya.

Sementara Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengatakan, bahwa dalam menyambut bonus demografi, generasi muda terutama mahasiswa Vokasi Unair harus bisa berkolaborasi dengan generasi pendahulunya. 

"Mereka harus banyak belajar dan ke depan harus berkolaborasi dengan generasi terdahulu, agar wawasan bisa luas lagi," katanya.

Cak Ji, sapaannya itu juga menyampaikan bahwa untuk membentuk karakter sebagai seorang leader, maka diperlukan kemampuan untuk melakukan evaluasi diri dan memberikan contoh baik kepada lainnya.

"Kalau kita sudah bisa memberikan contoh yang baik maka otomatis orang yang akan bisa menilai. Leadership kita itu sampai dimana sih, kemampuan kita bisa melakukan dan memutus atau memberikan solusi itu kaya apa sih ? Orang yang bisa menilai," jelasnya.

INAYES-2.jpg

Oleh sebab itu, Cak Ji menilai jika kepopuleran menjadi sesuatu hal yang penting bagi sosok leader. "Makanya saya tadi bilang populer itu penting, dan itu tujuannya, harus populer. Pencitraan sangat penting juga karena kalau kita bisa mencitrakan diri kita secara baik, maka akan ditiru orang," tandasnya.

Sementara itu, Presiden BEM Fakultas Vokasi Unair Rizki Arianes mengatakan, giat ini sekaligus menangkap momen pada KTT G20 beberapa waktu lalu. 

Menurut Rizki, banyak sekali bahasan tentang isu-isu global yang nantinya akan menjadi tantangan suatu bangsa, salah satu contohnya ialah ekonomi, sosial politik, ketenagakerjaan, SDM, kemudian juga transformasi digital, ketersediaan pangan, dan lain sebagainya. 

"Nah intinya kita sebagai generasi muda atau generasi penerus bangsa kita harus siap menghadapi tantangan-tantangan itu, apalagi sekarang ini kemajuan teknologi begitu pesat, bahkan mungkin ditahun-tahun kedepan semua akan tergerus oleh teknologi," ungkapnya. 

Segala macam tantangan tersebut dapat memberikan dampak yang cukup membahayakan bagi generasi muda. Seperti persaingan dunia kerja yang akan semakin sempit karena semua akan digantikan oleh IT, dan juga dalam beberapa tahun ke depan Indonesia akan mengalami di mana jumlah manusia produktif jauh lebih banyak daripada yang usia non produktif. 

"Nah ini juga akan menjadi suatu permasalahan yang besar, di mana kita tidak bisa mengoptimalkan SDM yang kita miliki," katanya. 

Oleh karena itu, melalui kegiatan Talk Show Vocational Leadership di Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bersama INAYES ini, ia berharap dapat menjadi langkah awal untuk mengubah mindset generasi muda agar siap menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas."Dan juga harapannya semoga nantinya akan tercipta pemimpin-pemimpin bangsa yang luar biasa dari Fakultas Vokasi Unair," tandasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

KOPI TIMES