Pendidikan

Rutin Menulis Jurnal Internasioal, Dosen Unipdu Jombang Terbang ke Taiwan 

Jumat, 25 November 2022 - 13:03 | 37.19k
Rutin Menulis Jurnal Internasioal, Dosen Unipdu Jombang Terbang ke Taiwan 
Uswatun Qoyyimah (Berhijab) bersama Professor Li-ching Ho dari University of Wisconsin-Madison USA, Prof. Takayama Keita University of Kyoto dan Prof. Jerome Buenviaje dari University of Phillipines usai mengisi acara pada seminar Internasional Uswat

TIMESINDONESIA, JOMBANG – Rutin menulis jurnal Internasioal membawa Uswatun Qoyyimah menjadi pemateri seminar internasional hingga terbang ke Taiwan. 

Perempuan yang kesehariannya sebagai Direktur Pascasarjana Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang (Unipdu Jombang) ini mengisi materi dalam seminar Internasional yang diselenggarakan oleh National Taiwan Normal University (NTNU) Taiwan, 18-22 November 2022 lalu. 

Perempuan yang akrab disapa Ning Yiyin itu bercerita,  terpilihnya dirinya sebagai pemateri dalam acara internasional bukan perkara yang mudah. Sebab ada beberapa tahap yang harus dilalui. 

Zulfikar-Asad-2.jpgH.M. Zulfikar As'ad saat diterima Deputy Menteri Pendidikan Taiwan. (FOTO : H.M. Zulfikar As'ad for TIMES Indonesia)

"Pertimbangan panitia konferensi internasional tersebut dalam menyeleksi 'pembicara' dengan melihat publikasi riset  saya, yang terbit di jurnal ilmiah bertaraf internasional," terang Ning Yiyin kepada TIMES Indonesia, Jum'at (25/11/2022). 

Perempuan yang menyelesaikan pendidikan Pascasarjana dan Doktor di Australia itu memaparkan butuh ketekunan, kerja keras dan bekerja cerdas agar kepakaran kita diakui dunia, dan sejajar dengan ilmuwan kelas dunia. 

"Selama ini sudah banyak tulisan ilmiah saya yang terbit di jurnal internasional bergengsi. Tidak mudah untuk tembus di jurnal-jurnal itu. Diperlukan ketekunan dan kerja keras untuk itu semua," papar perempuan yang juga sebagai pembimbing dissertasi di Griffith University, Australia. 

Sementara itu Wakil Rektor Unipdu Jombang H. M. Zulfikar As'ad mengaku bangga dan mengapresiasi atas prestasi yang diraih salah satu dosennya itu. Menurutnya, ini bisa menjadi motivasi bagi dosen lain untuk terus menggembangakan karya ilmiahnya. 

"Sangat bersyukur dan mengapresiasi. Semoga dapat menjadi 'inspiring' serta  motivasi bagi dosen-dosen Unipdu yang lain khususnya. Apalagi Taiwan merupakan negara yang memiliki banyak kampus berperingkat tinggi kelas dunia," harap Gus Ufik. 

Dikutip dari situs resmi National Taiwan Normal University (NTNU) Taiwan, NTNU merupakan universitas yang berlokasi di jantung ibu kota Taipei ini menduduki peringkat ke-23 dunia, sementara di tingkat Asia menduduki peringkat ke-3 pada tahun 2020. Dari sejarahnya usia NTNU lebih tua dari usia negara Taiwan sendiri yang berdiri pada tahun 1949. 

Mengingat usia dan kontribusinya baik sebelum maupun sesudah merdeka terhadap negara, berbagai kegiatan peringatan tersebut didukung penuh oleh pemerintah setempat, terutama kementerian dalam negeri dan kementerian pendidikan. 

Di bidang akademik, mayoritas civitas akademik NTNU menggelar berbagai forum akademik dan seminar bertaraf internasional. College of Education NTNU, dalam rangka mendukung peringatan 1 abad NTNU kali ini mengadakan Asia-Pacific Association for Teacher Education Annual Conference (APATE 2020) secara off-line untuk yang pertama kalinya setelah pandemi covid-19. 

Berdasarkan laman https://apate.edu.ntnu.edu.tw/index.php/en/constitution-en/, konferensi internasional ini dikomandoi langsung oleh dekan Prof. Hsiu-Lan Shelley Tien, Ph.D dan mendapat dukungan langsung dari Menteri Pendidikan Taiwan. 

Akademisi pendidikan yang berasal dari berbagai negara di Asia Pasific diundang sebagai Invited speaker untuk berbicara bersama akademisi Taiwan dalam acara yang dikemas dengan nama cross-national panels. 

Mereka yang datang langsung ke Taiwan diantaranya; Prof.  Keita Takayama dari Kyoto University, Jepang, Prof.  Li-Ching Ho dari University of Wisconsin-Madison, USA, Prof. Buenviaje, Professor Jerome T dari University of the Philippines Diliman, dan Direktur Pascasarjana sekaligus Dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unipdu, Assoc. Professor Dr. Hj. Uswatun Qoyyimah SS., M.Ed., Ph.D. Dengan mempertimbangkan kondisi convid-19 di negaranya, beberapa akademisi lain hadir secara online, seperti Prof. Hoang, Mai-Khanh Online dari Vietnam, Dr. Koh, Aaron Soon Lee dari The Chinese University of Hong Kong,  Dr. Kenayathulla, Husaina Banu Online dari University of Malaya, Malaysia, Dr. Chua, Bee Leng dari National Institute of Education, NTU, Singapore, dan  Dr.  Eisuke dari Monash University, Australia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

KOPI TIMES