Pendidikan

Penerapan Kurikulum Merdeka, Siswa di Gresik Dikenalkan Sejarah dan Kuliner Lokal

Rabu, 30 November 2022 - 19:12 | 22.67k
Siswa saat menampilkan dan menceritakan kuliner otak otak bandeng dan pudak (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)
Siswa saat menampilkan dan menceritakan kuliner otak otak bandeng dan pudak (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, GRESIK – Implementasi kurikulum merdeka, siswa di Kabupaten Gresik Jawa Timur, dikenalkan kuliner, sejarah serta kebudayaan lokal. Seperti yang dilakukan oleh SD Muhammadiyah 2 GKB. 

Di sana, siswa belajar dengan asyik. Awalnya dibentuk kelompok. Mereka juga memamerkan kuliner lokal. Ada pudak, jubung, sego karak dan otak-otak bandeng.

Advertisement

Wakil Kepala Sekolah SD Berlian Farikha mengatakan, kegiatan ini merupakan implementasi kurikulum merdeka yang digaungkan Kemendikbudristek RI.

"Dengan tema kearifan lokal, golnya adalah melalui gelar karya penguatan pancasila atau yang lebih dikenal P5. Melalui kegiatan ini anak anak juga jadi kenal kuliner Gresik zaman dulu," katanya, Rabu (30/11/2022).

Tak hanya pameran di stand, Farikha menerangkan siswa juga menampilkan dan menceritakan tentang sejarah serta asal mula kuliner yang hampir punah tersebut.

"Selain mengenal keanekaragaman kearifan lokal, anak-anak juga belajar berbicara didepan umum, karena mereka menceritakan tentang kuliner lokal, sejarah dan kebudayan Gresik," imbuhnya.

Dikatakan dia, kurikulum merdeka ini diterapkn ada siswa kelas 1 sampai 4. Sementara keas 5 dan 6 masih menerapkan Kurikulum 2013. Meski begitu, seluruh siswa antusias.

Selain siswa, Farikha berkata, dalam proyek ini, siswa juga melibatkan wali murid. Anak dan orang tua pun kolaborasi untuk mendirikan, menghias stand serta berpakaian kostum adat.

"Ada Food Show, cerita tentang Gresik, musikalisasi puisi, selain siswa para wali murid juga antusias sekali," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Nur Hakiki menambahkan, pihak sekolah menargetkan kegiatan ini bisa membentuk karakter siswa sesuai yang diharapkan. Selain itu juga mengeksplor bakat siswa.

"Harapan mudah-mudahan menmbah pengalaman untuk anak anak, seperti mereka akn belajar perfomence maupun berkomunikasi didepan umum," ucapnya.

Guru Matematika ini menambahkan, terdapat tiga acara yang dilakukan mulai pagi hingga siang hari. Di antaranya ada bazar kuliner, enterpreneur day serta performance.

"Pembelajaran berbasis proyek ini juga ada jurinya, bahkan ada hadiah khusus bagi oenampil terbaik di setiap kategori," tambah dia.

Kurikulum Merdeka

Dilansir dari website resmi Kemendikbud RI, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah projek yang akan menemukan jawaban atas pertanyaan mengenai peserta didik dengan kompetensi seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia.

Projek tersebut dilakukan dengan menanamkan karakter pada pribadi peserta didik berdasarkan nilai-nilai pancasila.

Kompetensi P5 memperhatikan beberapa faktor yang dapat memberikan pengaruh, baik faktor internal atau faktor eksternal. Adapun contoh faktor internal yang diperhatikan adalah ideologi, sementara contoh dari faktor eksternal adalah tantangan di era digital.

P5 berupaya menjadikan peserta didik sebagai penerus bangsa yang unggul dan produktif. serta dapat turut berpartisipasi dalam pembangunan global yang berkesinambungan.

Sementara Profil Pelajar Pancasila mendukung visi tersebut dengan menjadikan Pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.

Prinsip P5 diantaranya holistik, kontekstual, berpusat pad peserta didik, eksploratif. Nah, sekolah di Gresik mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan mengenalkan sejarah, kuliner serta kebudayaan lokal. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES