Pendidikan

Program SMA Double Track Gelar Festival Millennial Entrepreneur Award dan Pamer Produk Unggulan

Selasa, 13 Desember 2022 - 15:55 | 48.57k
Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dra. Ety Prawesti, M.S.i menyerahkan trophy kepada pemenang Festival Millennial Entrepreneur Award (MEA)-2022 di Gedung Robotika ITS, Selasa (13/12/2022) siang. (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dra. Ety Prawesti, M.S.i menyerahkan trophy kepada pemenang Festival Millennial Entrepreneur Award (MEA)-2022 di Gedung Robotika ITS, Selasa (13/12/2022) siang. (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Program SMA Double Track (DT) yang digagas bersama Dinas Pendidikan Jawa Timur dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, menggelar acara Festival Millennial Entrepreneur Award (MEA)-2022 di Gedung Robotika ITS, Selasa (13/12/2022) siang. 

Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Jatim Dr Ir Wahid Wahyudi dan Wakil Rektor ITS Prof Dr Ir Adi Supriyanto MT. Sebanyak 12 perwakilan sekolah dan Kelompok Usaha Sekolah (KUS) menggelar berbagai produk yang mereka hasilkan. 

Advertisement

Ketua Tim SMA DT, M. Zainul Asrori, mengatakan, tema yang diambil pada festival tahun ini adalah "Berlatih dengan Giat, Mandiri Lebih Cepat".

SMAN-3-Bangkalan-Madura.jpgPeserta Program Double Track dari SMAN 3 Bangkalan Madura pamer produk unggulan pastry and bakery saat ajang Festival Millennial Entrepreneur Award (MEA)-2022 di Gedung Robotika ITS, Selasa (13/12/2022) siang. (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia) 

Tema ini diambil terkait dengan fokus pelaksanaan program DT tahun keempat yang menitik beratkan pada pendirian KUS dan kemandirian peserta untuk berlatih dan berwirausaha serta memperbanyak alumni pelatihan yang membuka usaha mandiri dan menyerap tenaga kerja terampil.  

Sebanyak 1.541 KUS SMA Double Track sudah terbentuk dan menghasilkan berbagai produk berkualitas dan layanan jasa. Dalam MEA kali ini diikuti oleh 133 sekolah dari 28 kabupaten di Jatim. 

"Kami memberikan penghargaan enterpreneur milenial dalam 12 kategori, mulai produk terbaik dan terlaris, advertising tiktok, pembuatan video tutorial, pengembang DT-Mart, dan kerja sama kemitraan dunia usaha dan industri," katanya.

Festival-Millennial-Entrepreneur-Award.jpgFestival Millennial Entrepreneur Award (MEA)-2022 di Gedung Robotika ITS, Selasa (13/12/2022) siang. (FOTO: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

Asrori menjelaskan sebenarnya KUS mirip dengan UMKM, hanya bedanya, pelakunya adalah siswa yang tergabung dalam program SMA DT. 

KUS merupakan kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4 hingga 6 siswa. Dibuat kelompok kecil agar dapat efektif dan gesit kiprahnya. Dalam satu sekolah, penyelenggara DT dapat dibentuk sejumlah KUS sesuai kebutuhan dan hasil kesepakatan siswa. 

Biasanya kelompok KUS memiliki anggota dengan keterampilan sejenis, misalnya kelompok tata boga atau kelompok tata busana. "Tapi tidak menutup peluang KUS beranggotakan lintas bidang keterampilan," katanya menambahkan. 

Dikatakan, pembentukan KUS dilakukan dalam rangka memacu siswa agar segera melakukan aksi nyata. Dalam kelompok-kelompok kecil mereka akan cepat solid dalam berkarya. 

Kehadiran beberapa KUS di satu sekolah juga akan memunculkan kompetisi maupun kolaborasi yang sehat di antara mereka, sehingga masing-masing KUS terpacu untuk menunjukkan eksistensi dan kemandiriannya.

Asrori menjelaskan, pelaksanaan Program DT tahun ini memasuki tahun keempat dengan sasaran pengembangan alumni yang berkompetensi, mampu bekerja dan berwirausaha. Fokus pelaksanaan tiap tahunnya berbeda sebagai upaya untuk menciptakan keberlanjutan. 

"Di tahun pertama, kami fokus pada pelaksanaan pelatihan dengan pembuatan modul-modulnya, tahun kedua fokus ke pengembangan produk berkualitas, tahun ketiga pada pemasaran komunitas, dan tahun keempat fokus pada pemberdayaan KUS dan penguatan alumni program DT untuk memperluas usahanya dengan bantuan modal dari perbankan," jelas Asrori. 

Ia lantas menyebutkan beberapa bank yang sudah siap mendukung. Seperti Bank BPR UMKM Jawa Timur.  Karena itu, katanya menambahkan, pada Festival MEA tahun ini pihak panitia akan mengundang beberapa alumni Program DT yang dinilai telah berhasil baik di dunia kerja maupun sebagai wirausahawan muda. 

"Kami bangga menjalankan program ini, karena di tahun keempat sudah mulai terlihat manfaat dan hasilnya," tandas Asrori. 

Ia merinci total produk dan jasa yang dihasilkan sudah mencapai 1.060 jenis dengan jumlah transaksi mencapai Rp 1,715 miliar. Sebuah angka fantastis yang dihasilkan dari sekolah. Dari jumlah tersebut, keterampilan tata boga dan kecantikan merupakan peraih transaksi terbesar. 

"Sedang untuk KUS yang memperoleh transaksi terbesar masing-masing pengolahan pastry bakery dan merias wajah panggung," katanya. 

Salah satu peraih penghargaan Kategori Produk Unggulan di Festival MEA ini adalah SMAN 3 Bangkalan dengan kategori make up pengantin berhijab. Kemudian juga nominasi untuk pastry. 

Siswa kelas 12 MIPA 5, Siti Rodiyah bersama timnya berhasil meraih penghargaan ini. Mereka menang setelah mengusung tema soft wedding glam yang anggun dan tengah menjadi tren bagi tata rias pengantin perempuan. 

"Sekarang kita juga lagi buka salon kecil-kecilan di sekolah. Kalau misal ada yang butuh tinggal telepon ke DUDI atau ke trainer saya," kata Rodiyah bersemangat. 

Salon yang mereka dirikan bisa melayani home service, di sekolah maupun di salon DUDI. Senada, Trainer Tata Boga Double Track SMAN 3 Bangkalan, Sri Yuniastuti mengapresiasi program yang telah berlangsung di sekolahnya selama dua tahun terakhir. Apalagi ia merinci jika 50-60 persen lulusan dari sekolah ini tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. 

"Masuknya Program Double Track dari Dinas Pendidikan Jatim sangat luar biasa. Memang sekolah kami ini 50-60 persen siswa tidak melanjutkan. Maka, kita dapat pembekalan keterampilan untuk nantinya setelah lulus bisa terjun ke masyarakat dengan keterampilan yang ada," ucapnya. 

SMAN 3 Bangkalan sendiri mendapatkan tiga program sekaligus. Double Track Tata Rias Pengantin Hijab, Double Track Tata Boga Pastry and Bakery dan Double Track Fotografer. Setiap kelompok keterampilan berjumlah 30 siswa. Sehingga total 90 siswa mengikuti program ini. 

Maka tak heran, jika Sri Yuniastuti mengatakan, Double Track telah memberikan manfaat yang luar biasa. "Karena kalau kita mengikuti kursus-kursus bayar kan luar biasa mahal. Kalau di sekolah ini kita sediakan fasilitasnya gratis jadi siswa tiap Sabtu dan Minggu tinggal datang, kita ajari mulai dari teori dulu 30 persen dan 70 persen praktek," jelasnya. 

Tak sia-sia, Program SMA Double Track di sekolah ini telah membuahkan hasil bagi para siswa. Bahkan, produk mereka seperti pastry and bakery (kue, roti, donat, es kopyor) telah memiliki pasar baik internal sekolah maupun  pesanan dari luar. 

"Untuk yang kemitraan karena kebetulan saya juga DUDI, jadi kadang kalau ada pesanan, anak-anak saya libatkan," kata Sri menambahkan. 

Oleh karena itu, ia merasa bangga para siswa Program SMA Double Track Tata Rias dan Tata Boga meraih penghargaan Festival Millennial Entrepreneur Award (MEA)-2022 ini. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES