Pendidikan

SD ANA Maritim Dukung Program Pemkot Surabaya Ramaikan Tari Remo Massal

Senin, 19 Desember 2022 - 18:44 | 47.96k
Aksi siswa siswi SD ANA Maritim Pondok Maritim Indah Surabaya meramaikan festival Tari Remo Massal .FOTO: (Dok.Humas SD ANA Maritim)
Aksi siswa siswi SD ANA Maritim Pondok Maritim Indah Surabaya meramaikan festival Tari Remo Massal .FOTO: (Dok.Humas SD ANA Maritim)

TIMESINDONESIA, SURABAYASD ANA Maritim Pondok Maritim Indah mendukung program pemerintah kota ikut ramaikan tari Remo Massal yang diikuti 60 ribu lebih peserta. Kesenian tradisional tari khas Surabaya itu digelar di Halaman Sekolah SD ANA Maritim.

Ikut hadir Kepala Sekolah SD ANA Maritim Heru Suprastowo bersama Ketua RW VI Pondok Maritim Indah Kelurahan Balas Klumprik, Sugiarto. "Total siswa yang ikut tari Remo Massal semuanya adalah 65 peserta," kata Heru, Senin (19/12/2022). 

Advertisement

SD ANA Maritim, kata Heru, merupakan Satu-satunya SD Swasta yang ada di Kecamatan Wiyung yang ikut tari Remo Massal. "Kami latihan 2 kali, Sabtu Glali Bersih dan Minggunya langsung tampil di halaman sekolah," tambah Heru.

Masih kata Heru, dirinya sempat melakukan tatap muka bersama para Sekolah SD dan SMP dan di Surabaya dengan Walikota Surabaya Eri Cahyadi melalui Zoom. "Tujuannya untuk memastikan kesiapan dari beberapa peserta yang akan mengikuti tari Remo Massal." tegasnya.

Sementara itu Gelaran Tari Remo massal di Surabaya secara riil telah diikuti 65.945 pelajar SD/SMP secara serentak di 10 lokasi berbeda, resmi memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan kategori superlatif.

Direktur Operasional MURI, Jusuf Ngadri hadir pada momen pencatatan sekaligus penyerahan penghargaan kepada Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya, di Jembatan Suroboyo, lokasi pusat gelaran Tari Remo Massal.

Ekstrakurikuler Wajib

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan kebijakan Tari Remo sebagai ekstrakurikuler wajib untuk pelajar SD dan SMP. Penerapan ini dilaksanakan setelah Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mencatat 65.946 pelajar menari Remo massal di 10 ikon bersejarah dan 2 jembatan terbanyak di Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan, ekstrakurikuler Tari Remo akan diterapkan menjelang semester genap. 

Menurutnya, capaian Rekor MURI Tari Remo Massal ini, sebagai pembuka diwajibkannya ekstrakurikuler tersebut. “Sejauh ini sebenarnya sudah ada ratusan lebih sekolah yang mempunyai ekstrakurikuler Tari Remo, namun belum diwajibkan. Setelah ini akan kami rutinkan dan pendalaman soal Tari Remo,” kata Yusuf. 

Dengan diwajibkannya Tari Remo sebagai ekstrakurikuler, diharapkan remaja Kota Pahlawan lebih banyak memanfaatkan waktu untuk berkegiatan positif di sekolah. Selain itu, pelajar Surabaya ke depannya akan tahu nilai-nilai budaya dan filosofi dari Tari Remo. 

“Dengan cara ini, maka  nilai-nilai budaya itu secara tidak langsung tertanam sejak dini di dalam diri para pelajar,” ujarnya. 

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan, ketika Tari Remo menjadi ekstrakurikuler wajib, maka budaya asli Jawa Timur ini tidak akan mudah terlupakan. Melalui Tari Remo, ia yakin, “Budaya Arek” bisa dipertahankan di Kota Surabaya. 

"Boleh ada budaya asing di Surabaya, tapi budaya asli Jawa Timur yang menceritakan kepahlawanan melawan penjajah “Remo” itu ada di hati mereka (pelajar). Saya yakin, kalau itu tertanam di hatinya para pelajar, maka akan memiliki pribadi yang kuat,” sebut Wali Kota Eri. 

Wali kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi ini menjelaskan, peran sekolah dalam memperkenalkan dan menjaga “Budaya Arek” di Kota Surabaya, dinilai mampu memastikan bahwa Tari Remo adalah salah satu budaya kebanggan Arek-Arek Suroboyo. Ia pun berpesan, masyarakat Kota Surabaya tidak boleh lupa dengan sejarah. Yakni, harus memperkuat budaya lokal. 

"Seperti hari ini, kenapa kita gunakan 10 bersejarah di Surabaya. Karena kita ingin menanamkan jiwa kepahlawanan, bahkan Tari Remo Massal ini juga digelar di halaman sekolah. Karena Tari Remo bukan dilihat dari kostumnya, akan tetapi makna dari tari itu adalah filosofinya,” ujarnya. 

Diketahui, SD ANA Maritim Pondok Maritim Indah mendukung program pemerintah kota ikut ramaikan tari Remo Massal yang diikuti 60 ribu lebih peserta. Kesenian tradisional tari khas Surabaya itu digelar di Halaman Sekolah SD ANA Maritim. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES