Pendidikan

Mengenal Dr Ngasiman Djoyonegoro, Rektor Baru ISTA

Kamis, 29 Desember 2022 - 16:33 | 148.06k
Dr Ngasiman Djoyonegoro setelah di lantik menjadi Rektor Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal (ISTA). (FOTO: Moh Ramli/ TIMES Indonesia)
Dr Ngasiman Djoyonegoro setelah di lantik menjadi Rektor Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal (ISTA). (FOTO: Moh Ramli/ TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTADr Ngasiman Djoyonegoro resmi dilantik menjadi Rektor Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal (ISTA). Pelantikan itu digelar di Gedung Serba Guna YPP Al-Kamal ISTA Jakarta, Jakarta Barat, Kamis (29/12/2022).

Dr Ngasiman Djoyonegoro dikenal sebagai Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS). Selepas lulus dari UIN Syarif Hidayatuttah, Jakarta, pria yang akrab disapa Simon tersebut melanjutkan studi Magister Defense's Management di UPN Veteran Jakarta. Menyelesaikan Doktornya di Universitas Trisakti konsentrasi Manajemen Stratejik.

Advertisement

Dalam aktivitasnya, Simon terlibat aktif dalam sejumlah lembaga, di antaranya adalah lembaga riset dan konsultan Monitor Indonesia, Gerakan Indonesia Optimis, Indonesian Center for Peace Dialogue (INCEPEDIA), Lembaga Kajian Nawacita dan Yayasan Insan Waskita Nusantara. 

Pemerhati isu-isu politik, keamanan dan pertahanan ini dalam lima tahun terakhir sering menjadi dosen tamu di sejumlah kampus dan mengikuti seminar dan short course nasional maupun internasional. 

Dalam dunia akademik, fokus kajian Simon antara lain: defence studies, strategic studies, war/violence and peace studies, social media studies, islamic studies, security/ international security, dan cyber terrorism/radicalism.

Karya-karya Dr Ngasiman Djoyonegoro

Sejumlah buku yang pernah ditulis adalah TNI & Ancaman Baru Dunia Pertahanan (2015). Membangun Desa Memperkuat Ketahanan Bangsa (2016), Intelijen Di Era Digital: Prospek dan Tantangan Membangun Ketahanan Nasional (2017), Indonesia Optimis: Indonesia Kerja Indonesia Maju (2018), Soliditas dan Sinergisitas TNI-POLRI Dalam Rangka Menjaga Persatuan dan Keutuhan Bangsa (2019). 

Selain itu, juga ada buku Perang Global Melawan Corona "Perspektif Intelijen (2020), Sabuk Pertahanan Negara Kepulauan dalam Kancah Revolution in Military Affairs (RMA) (2021), Dampak Kebijakan Pandemi Covid-19 pada hubungan Strategic Planning dan Strategic Transformation terhadap Organizational Performance di Kepolisian Republik Indonesia (2022), kini sedang merampungkan buku "Polri Presisi; Mengabdi untuk Negeri".

Tanggung Jawab sebagai Rektor ISTA

Setelah resmi dilantik menjadi rektor, Simon menyampaikan apresiasi dan rasa Terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan untuk memimpin kampus yang terletak di Kedoya Jakarta Barat itu. 

“Ini merupakan tanggung jawab yang besar bagi saya, sehingga saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada segenap Pimpinan Yayasan yang sudah memberikan amanah besar ini kepada saya," kata Simon.

Simon juga menyatakan akan langsung mulai bekerja untuk mewujudkan transformasi institusi melalui konsolidasi manajemen internal Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal (ISTA) Jakarta yang akan genap setengah abad berkontribusi mengawal kemajuan peradaban.

Rektor baru ISTA Jakarta itu juga mengatakan bahwa untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional, manifestasi nilai SDM Unggul dan Teknologi adalah kunci merupakan kisi-kisi menjawab tantangan global yang harus dijawab oleh ISTA Jakarta.

Simon berharap kedepannya keterpaduan jalinan kemitraan yang strategis antara ISTA Jakarta dengan pemerintah pusat dan daerah, para pelaku dunia usaha, lembaga riset dan perguruan tinggi baik di dalam maupun di luar negeri, segenap keluarga alumni ISTA Jakarta, lembaga swadaya masyarakat, dan elemen-elemen lain di masyarakat seraya mendukung Visi Rektor baru Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal dalam membentuk SDM unggul berkarakter nasionalis guna menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.

Sebagai Rektor muda, Simon menekankan Institut Sains dan Teknologi Al Kamal Jakarta kedepan bisa menjawab tantangan dan perkembangan percepatan lingkungan strategis global, regional dan nasional. 

“Transformasi ISTA dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran dan menggelorakan optimisme terutama bagi generasi muda agar matang mempersiapkan diri menyongsong seabad Indonesia Merdeka," kata Simon.

“Hari ini kontestasi peradaban bukan hanya bangsa yang besar mengalahkan bangsa yang kecil, tetapi bangsa yang cepat mengalahkan bangsa yang lambat,” ujarnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES