Pendidikan

STKIP PGRI Pacitan Gelar Festival Dolanan Anak

Minggu, 26 Februari 2023 - 17:33 | 67.72k
Ketua STKIP PGRI Pacitan Dr Mukodi saat menjelaskan tujuan Festival Pembelajaran Dolanan Anak 2023. (FOTO: STKIP for TIMES Indonesia)
Ketua STKIP PGRI Pacitan Dr Mukodi saat menjelaskan tujuan Festival Pembelajaran Dolanan Anak 2023. (FOTO: STKIP for TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PACITAN – Untuk memperkenalkan permainan tradisional, STKIP PGRI Pacitan, Jawa Timur menggelar Festival Dolanan Anak di halaman kampus, Minggu (26/2/2023). 

Festival Dolanan anak kali ini diikuti oleh anak usia PAUD, TK dan SD dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pacitan. Mereka nampak sangat antusias selama pembelajaran berlangsung didampingi orang tua. 

Advertisement

Ketua STKIP PGRI Pacitan Dr Mukodi menjelaskan, kegiatan ini pada hakikatnya merupakan bagian dari tugas Mata Kuliah Dolanan Tradisional. Tujuannya untuk meningkatkan kreativitas anak. 

STKIP-PGRI-Pacitan-2.jpg

"Misalnya, Congklak. Dolanan ini bisa mengurangi dampak buruk penggunaan ponsel, makanya perlu dikenalkan sejak dini," katanya. 

Menurut Mukodi, permainan tradisional harus tetap dilestarikan guna mengantisipasi kepunahan akibat tergerus zaman digital. Oleh sebab itu, para peserta festival diminta agar menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan. 

"Kegiatan ini cukup menginspirasi. Apalagi anak sekarang lebih suka main game online," ujarnya. 

STKIP-PGRI-Pacitan-3.jpg

Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi kepada panitia atas terselenggaranya Festival Dolanan Anak tersebut yang berjalan dengan lancar dan sukses. 

"Terima kasih panitia yang telah mensukseskan acara ini. Anak-anak lebih riang, ceria dan gembira," ucap Mukodi. 

Tidak hanya bermain, namun di tengah festival juga disisipi dengan mendengarkan dongeng yang disampaikan oleh pendongeng nasional, yakni Kak Jun. 

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Dosen Pengampu Mata Kuliah Dolanan Anak, Sri Pamungkas menyatakan, bahwa permainan tradisional seperti, Lompat Tali, Egrang Batok, Ular Tangga, Engklek, Dakon, Simbar dan Bekelan saat ini nyaris langka. 

"Intinya mengenalkan kepada anak sejak dini agar mencintai budaya daerahnya," jelasnya di STKIP PGRI Pacitan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES