SMA USA Ponpes Genggong Gelar Puncak Milad Ke-21
SMA Unggulan Haf-Sa atau SMA USA Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, menggelar Milad Ke-21 di GOR Damanhury, Senin (27/2/2023). ...

PROBOLINGGO – SMA Unggulan Haf-Sa atau SMA USA Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, menggelar Milad Ke-21 di GOR Damanhury, Senin (27/2/2023). Kegiatan milad itu diwarnai dengan sejumlah pertunjukan seni dan penampilan dari sejumlah santri.
Penampilan seni itu berupa tari kontemporer, teaterikal puisi dan berbagai musik paduan suara. Seluruh pertunjukan itu diperagakan oleh santri-santri SMA Unggulan Haf-Sa. Tak sedikit undangan yang merasa terhibur dengan penampilan tersebut.
Dalam kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir Wahid Wahyudi, MT; Guru Besar Bidang Ilmu Fisika Universitas Malang, Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S,Pd, M.Si; Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah.
Perayaan milad ke-21 itu disematkan dengan pemotongan tumpeng dan kue ulah tahun yang dilakukan oleh KH. Moh. Hasan Mutawakkil yang didampingi langsung oleh Wahid Wahyudi dan Ahmad Taufiq. Pemotongan tumpeng itu pun diiringi dengan lagu milad dan riuh tepuk tangan para penonton.
“Alhamdulillah hari ini dilaksanakan Idul Midal ke-21 dari SMA Unggulan. Semoga ke depan bisa berkembang lebih besar dan lebih luas. Sehingga bisa lebih bermanfaat pada masyarakat luas,” ungkap KH. Mutawakkil Alallah dalam sambutannya.
SMA Unggulan ini, kata dia, juga menerapkan semua bidang ilmu, baik ilmu umum maupun agama. Bahkan seluruh santri atau siswanya dituntut untuk juga mengerti dan memahami ilmu agama. Jika santri lulus ilmu pengetahuan umum, tapi tidak lulus pengetahuan agama. Maka tidak bisa dikatakan lulus sepenuhnya.
“Jadi seluruh siswa di pesantren ini harus lulus dua hal itu. Karena ini demi kebaikan siswa di SMA Unggulan. Jadi untuk menciptakan ini butuh dukungan dari tiga pihak, satri, wali santri dan pesantren,” ungkapnya.
Sementara itu, Prof. Ahmad Taufiq sangat mengapresiasi dengan terobosan dan inovasi yang dilakukan oleh SMA Unggulan ini. Apalagi sudah terbukti banyak alumninya yang melanjutkan pendidikannya hingga keluar negeri. Ada pula yang kuliah di dalam negeri, namun masuk di perguruan tinggi favorit.

Foto bersama KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah usai pemberian plakat penghargaan. (Foto: Abdul Jalil/TIMES Indonesia)
Sehingga ia berpesan, agar para siswa-siswi SMA Unggulan juga harus memupuk karakter siswanya. Percuma cerdas kalau pemalas. Serta harus mengikuti perkembangan digital. Sebab saat ini dunia digital semakin mendominasi aktifitas setiap orang.
“Harus memiliki keahlian tertentu, lebih kreatif dan inovatif. Itu harus dijaga dan dikembangkan. Sehingga para siswa bisa menjadi lebih baik dan mempuni dari segala bidang yang diinginkan ke depannya,” paparnya.
Sedangkan, Kepala SMA Unggulan Haf-Sa Genggong M. Inzah mengatakan, SMA Unggulan Haf-Sa telah berumur 21 tahun dan menjalankan amanah yang diberikan oleh pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong yakni KH. Muhammad Hasan Mutawakkil Alallah.
"Ini merupakan rangkaian acara dan usaha kami salah satunya adalah SMA Unggulan supaya bersinergi dengan pesantren untuk mendongkrak secara layanan maupun akademik pesantren," katanya saat sambutan.
Lebih lanjut M. Inzah menyebut, salah satu contoh pelayanan SMA Unggulan Haf-Sa terhadap pesantren maupun msayarakat adalah program tahfidz Qur'an. Hal tersebut menurutnya, tidakbisa dilakukan jika tidak ada sinergitas antara lembaga sekolah dengan pesantren.
"Seperti yang saat ini sudah kami uji publik, sudah ada anak didik kami yang menghafal Al-qur'an sampai 15 juz, dan ini masih akan berlanjut," tegasnya.
Dalam Milad Ke-21 SMA USA Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kabupaten Probolinggo ini, dilakukan peresmian program Sekolah Berbasis Research. (Adv)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


