Ratusan Mahasiswa Unusida Kuliah Kerja Nyata di Sedati Sidoarjo

TIMESINDONESIA, SIDOARJO – Tak kurang 302 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) diberangkatkan menuju ke 5 desa yang ada di Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Ratusan mahasiswa Unusida tersebut diberangkatkan untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN), dari Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Selasa (25/7/2023).
Mahasiswa dari berbagai jurusan Unusida di tempatkan di lima desa itu memberikan dedikasi penuh dalam mengabdi kepada masyarakat dan lingkungan di Desa Segoro Tambak, Banjarkemuning, Gisik Cemandi, Tambak Cemandi dan Desa Kalanganyar Kec. Sedati.
Advertisement
Keberangkatan ratusan mahasiswa ditandai dengan penyematan dan pemakaian almamater dari perwakilan mahasiswa oleh Plh Sekdakab Sidoarjo Andjar Surjadianto. Hadir ikut juga menyaksikan, Ketua PCNU KH. Zainal Abidin dan Ketua PC Muslimat Sidoarjo Hj. Ainun Jariyah dan lainnya.
Kepada jurnalis, Rektor Unusida Dr. H. Fatkul Anam, M.Si menyatakan, selama sekitar sebulan satu minggu yang dilakukan para mahasiswa di kawasan pesisir Sidoarjo ini suatu pendekatan dalam melakukan kegiatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan potensi serta sumber daya yang ada di dalam masyarakat setempat.
"Harapan kami, melalui kegiatan KKN, mahasiswa bisa berperan sebagai agen perubahan yang membantu mengidentifikasi potensi wisata lokal, seperti keindahan alam, budaya, tradisi, serta sumber daya laut yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan di kawasan pesisir tersebut," katanya, Selasa (25/7/2023).
Fatkul Anam mengungkapkan jika dengan melibatkan masyarakat setempat, KKN berusaha untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya pelestarian lingkungan, kearifan lokal, serta pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan.
"Para mahasiswa akan fokus pada penguatan komunitas melalui pemanfaatan aset-aset yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Seperti keahlian, pengetahuan, keterampilan, dan sejarah budaya lokal. Dalam konteks KKN ini, mahasiswa menjadi fasilitator dan kolaborator bersama masyarakat dalam mengidentifikasi potensi-potensi ini dan merencanakan kegiatan yang dapat mengoptimalkan manfaatnya bagi komunitas," ungkapnya.
Lebih jauh Fatkul Anam menjelaskan nantinya juga ada expo hasil KKN. Expo ini merupakan momen penting yang memperlihatkan capaian dan kontribusi mahasiswa dalam melakukan KKN.
Pada acara tersebut, berbagai hasil proyek dan inovasi yang dihasilkan selama KKN dipamerkan dan dibagikan kepada masyarakat luas. Expo KKN menjadi sarana yang efektif untuk memperlihatkan bagaimana mahasiswa berkolaborasi dengan masyarakat dalam mengidentifikasi masalah dan menyusun solusi berkelanjutan.
"Melalui pameran ini, masyarakat dapat melihat secara langsung dampak positif dari kegiatan KKN terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan di berbagai desa atau kawasan yang menjadi lokasi KKN," pungkasnya. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Ferry Agusta Satrio |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |