Advertisement
Pendidikan

Pemkab Sleman Evaluasi Pelaksanaan 5 Hari Masuk Sekolah

Sejak Juli lalu, Dinas Pendidikan Pemkab Sleman telah menerapkan kebijakan lima hari masuk sekolah dalam seminggu. ... ...

TIMES Indonesia,
Pemkab Sleman Evaluasi Pelaksanaan 5 Hari Masuk Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Sleman, Ery Widaryana. (FOTO: Fajar Rianto/TIMES Indonesia)
A-AA+

SLEMAN Sejak Juli lalu, Dinas Pendidikan Pemkab Sleman telah menerapkan kebijakan lima hari masuk sekolah dalam seminggu. Kebijakan yang diterapkan di seluruh 51.359 sekolah, mulai dari jenjang PADU, TK, SD, hingga SMP ini mendapat respon beragam dari masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Sleman, Ery Widaryana mengatakan, pihaknya telah melakukan riset sebelum menerapkan kebijakan lima hari masuk sekolah. Kajian itu meliputi kesiapan teknis sekolah maupun ketersediaan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia.

Advertisement

Namun demikian, Dinas Pendidikan Pemkab Sleman dan sekolah tetap melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut. Salah satu evaluasinya adalah dengan melakukan pengawasan atau monitoring ke sekolah.

“Dari situ disimpulkan hingga saat ini hasilnya semua berjalan dengan baik tidak ada apa hal-hal yang menghambat,” kata Ery kepada TIMES Indonesia, Rabu (30/8/2023).

Ery menerangkan, semua sekolah sudah melaksanakan pembelajaran 5 hari di sekolah. Sejauh ini, tidak ada kendala yang berarti terkait penerapan kebijakan baru tersebut. Bagi sekolah yang belum memiliki fasilitas tempat ibadah, sekolah telah mengajurkan siswanya untuk menunaikan ibadah salat di masjid atau mushola yang ada di sekitar sekolah.

“Ketika hari Jumat, siswa Jumatan di masjid sekitar sekolah. Siswa juga membawa bekal dari rumah. Jadinya, intinya tidak ada masalah, nggak ada. Jadi kebijakan 5 hari sekolah tetap di lanjutkan,” terang Ery.

Ery mengakui, banyak orang tua merasa senang dengan penerapan kebijakan 5 hari sekolah itu. Karena waktu libur sekolah dua hari, Ery meminta para orang tua dapat mengatur waktu libur panjang putra-putrinya.

Advertisement

“Orang tua dapat mencarikan kegiatan putra-putrinya dengan kegiatan positif. Misalnya, kegiatan olah raga atau yang lain,” pinta Ery Widaryana, kepala Dinas Pendidikan Pemkab Sleman. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Fajar Rianto
PenulisFajar Rianto Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia