Dosen Muda ITNY Sukses Ciptakan Alat Pemantau Limbah Cair Otomatis

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Prestasi membanggakan ditorehkan dosen muda ITNY (Institut Teknologi Nasional Yogyakarta). Tiga dosen ITNY sukses menciptakan inovasi alat pemantau limbah cair otomatis berbasis internet of things (IoT). Alat canggih ramah lingkungan ini dinamai WAMOT.
“Inovasi alat pemantau limba cair otomatis ini bertujuan untuk mendukung perkembangan industri hijau dengan mengoptimalkan pengelolaan limbah cair di berbagai sektor industri, termasuk industri batik,” kata Ketua Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat, Muhammad Fatih Qodri kepada TIMES Indonesia, Jumat (1/9/2023).
Advertisement
Alat pemantau limba cair ini merupakan karya inovasi tiga dosen ITNY. Mereka adalah Muhammad Fatih Qodri, dosen Teknik Geologi ITNY sebagai ketua Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat ITNY. Sedangkan dua orang dosen sebagai anggota yaitu Bagus Gilang Pratama, dosen Teknik Elektro ITNY dan Ony Yuliani, dosen Teknik Elektro ITNY.
Menurut Fatih, alat canggih pemantau limba cair ini diciptakan untuk mendukung industri hijau. Alat ini mulai digarap sejak Juni 2023. Atas keberhasilan tersebut, alat teknologi ini berhasil mendapatkan dana hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Pendidikan Tinggi (Kemdikbudristek) RI.
Fatih menambahkan, karya inovasi alat pemantau limba cair ini untuk menjembatani kesenjangan antara perkembangan teknologi dan kebutuhan industri dalam menjaga lingkungan. Nah, sebagai akademisi pihaknya terpanggil untuk ikut ambil bagian mengurangi kesenjangan tersebut. Karena itu, ia bersama dua dosen ITNY yang lain bekerja keras mengembangkan alat pemantau limbah cair yang terintegrasi dan terhubung dengan jaringan IoT.
Dengan menggunakan sensor-sensor canggih, alat ini mampu mendeteksi parameter-parameter kritis dalam limbah cair. Seperti, kandungan pH, suhu, kekeruhan, dan kadar bahan kimia berbahaya.
“Data yang dikumpulkan oleh alat ini kemudian dikirimkan secara real-time melalui jaringan internet yang dapat dipantau melalui smartphone,” tandas Fatih.
Untuk menguji alat buatannya, lanjut Fatih, pihaknya telah melakukan uji coba pada perusahaan batik CV Smart Batik Indonesia, sebuah perusahaan produsen batik yang berada di Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah. Selanjutnya, secara simbolis pihaknya juga telah menyerahkan alat tersebut kepada Direktur Utama CV Smart Batik Indonesia, Miftahuddin Nur Ihsan pada Jumat (1/9/2023).
Usai penyerahan alat, Miftahuddin menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi positif dari para dosen muda ITNY ini. Baginya, alat inovasi pemantau limbah cair otomatis yang diciptakan dosen muda ITNY ini merupakan sebuah langkah besar dalam mendukung industri batik yang lebih ramah lingkungan.
“Dengan adanya alat ini, CV Smart Batik Indonesia dapat lebih efektif dalam mengontrol dan memantau limbah cair yang dihasilkan oleh proses produksinya. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menerapkan praktik bisnis berkelanjutan,” tandas Miftahuddin.
Dosen Teknik Elektro ITNY, Bagus Gilang Pratama mengaku senang dapat membantu para produsen batik yang ada di Indonesia. Ia berharap, alat inovasi pemantau limbah cair otomatis dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap industri dan lingkungan hijau.
Ia berharap, inovasi alat ini dapat menjadi inspirasi bagi sektor industri lainnya untuk mengadopsi teknologi inovatif demi mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Dengan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat, langkah-langkah menuju industri hijau dapat terwujud dengan lebih baik.
“Sehingga, kita dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan,” terang Bagus Gilang Pratama yang sukses membuat alat inovasi pemantau limbah cair otomatis bersama dua dosen muda ITNY yaitu Muhammad Fatih Qodri dan Ony Yuliani. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Amar Riyadi |
Publisher | : Sholihin Nur |