Pendidikan

Menteri Agama Luncurkan Program Madrasah Pandai Berhitung untuk Menjadi Ahli Matematika

Senin, 16 Oktober 2023 - 16:53 | 46.03k
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat meluncurkan Program Madrasah Pandai Berhitung di Jakarta. (FOTO: Kemenag RI for TIMES Indonesia)
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat meluncurkan Program Madrasah Pandai Berhitung di Jakarta. (FOTO: Kemenag RI for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTAMenteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah meluncurkan program inovatif yang menargetkan tiga juta guru dan siswa madrasah di seluruh Indonesia untuk menjadi ahli dalam matematika. Program ini dikenal sebagai "Madrasah Pandai Berhitung" dan diharapkan dapat menciptakan pelajar yang tidak hanya cakap dalam berhitung, tetapi juga mampu mengolah logika dengan baik.

Kementerian Agama menjalin kemitraan dengan Profesor Yohanes Surya, seorang ahli matematika terkemuka, untuk mengembangkan program ini. Program "Madrasah Pandai Berhitung" mengusung pendekatan pembelajaran berhitung yang disebut Metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) bagi siswa madrasah di seluruh negeri.

Menurut Menag Yaqut Cholil Qoumas, Metode Gasing yang diusung oleh Profesor Yohanes adalah kunci utama dalam mencapai tujuan program ini. 

"Di tangan Profesor Yohanes Surya ini, matematika menjadi kegiatan yang asyik dan menyenangkan," kata Menag Yaqut saat merilis program ini di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Pondok Pinang, Jakarta, Senin (16/10/2023).

Program "Madrasah Pandai Berhitung" bertujuan untuk melatih guru dan siswa madrasah dalam penerapan Metode Gasing, sehingga mereka tidak hanya memiliki kemampuan berhitung yang kuat, tetapi juga kemampuan berpikir logis yang mendalam.

Menag-Gus-Yaqut.jpg

Menag Yaqut berharap bahwa penguasaan matematika ini akan membantu dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis.

Turut hadir dalam peluncuran program ini adalah Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani dan Plt. Dirjen Bimas Katolik Adiyarto Sumardjono, menunjukkan dukungan penuh dari Kementerian Agama terhadap upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah.

Profesor Yohanes Surya, seorang ahli dalam bidang Matematika dan Fisika, menjelaskan bahwa Metode Gasing tidak hanya bertujuan untuk membuat pelajar pandai berhitung, melainkan juga untuk mengembangkan kemampuan berpikir yang lebih logis, meningkatkan kecerdasan visual, dan mengubah karakter pelajar. 

"Metode Gasing ini tidak hanya untuk belajar matematika, tapi juga bisa untuk belajar IPA, belajar agama, belajar apa pun bisa. Konsepnya bahagia belajar," ucap Profesor Yohanes.

Selain itu, metode ini dianggap sangat efektif dan efisien karena hanya memerlukan dua minggu untuk mengajarkan matematika kepada siswa yang awalnya tidak memiliki pemahaman matematika sama sekali.

"Metode Gasing ini sangat mudah sekali. Salah satu guru agama dari Buton kita latih jadi ahli matematika, dan sekarang sudah menjadi pelatih nasional di bidang matematika," ungkap Prof Yohanes.

Selain manfaat dalam bidang matematika, Metode Gasing ini juga mengasah keterampilan 8C, yaitu karakter, berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, logika komputasi, empati, dan budaya, yang penting dalam pendidikan siswa.

Profesor Yohanes juga mengungkapkan bahwa Uni Emirat Arab sudah menunjukkan minat dalam mengadopsi Metode Gasing ini, tetapi pemerintah Indonesia lebih memprioritaskan implementasi program ini di dalam negeri.

Setelah peluncuran Program Madrasah Pandai Berhitung, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam akan bekerjasama dengan Gasing Akademi untuk memberikan pelatihan dalam penggunaan Metode Gasing kepada 50 guru dan 150 siswa-siswi Madrasah, termasuk kelas 3, 4, 5, dan 6.

Dukungan penuh dari Kemenag RI dan minat dari Uni Emirat Arab menandai pentingnya program ini dalam pengembangan pendidikan matematika, khususnya bagi madrasah di Indonesia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES