Pendidikan

Kukuhkan 837 Wisudawan, Direktur Polinema Minta Alumni Terus Asah Softskill

Sabtu, 28 Oktober 2023 - 21:14 | 33.88k
Wisuda ke 63 tahun 2023 yang digelar oleh Polinema, Sabtu (28/10/2023). (FOTO: Humas Polinema for TIMES Indonesia)
Wisuda ke 63 tahun 2023 yang digelar oleh Polinema, Sabtu (28/10/2023). (FOTO: Humas Polinema for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menghelat Wisuda ke-63 tahun 2023 Pada Sabtu (28/10/2023). Dalam prosesi tersebut, ada sebanyak 837 orang yang dikukuhkan sebagai wisudawan.

Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT dalam sambutannya mengatakan, 837 wisudawan tersebut berasal dari 25 program studi. Sebelumnya, pada bulan Agustus dan September lalu, Wisuda Tahap I & II juga juga telah mereka laksanakan dengan mewisuda sejumlah 1.826 wisudawan dari 25 program studi.

"Pada Wisuda tahap I dan II lalu sejumlah 48 wisudawan tercatat mendapat predikat Cumlaude dan atau Terbaik, dan pada Wisuda Tahap III yang dilantik hari ini tercatat 24 wisudawan memperoleh predikat yang sama," ucapnya. 

Supriatna menambahkan, wisuda yang diselenggarakan hari ini menjadi sebuah momentum yang tepat bagi dirinya untuk mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan proses pembelajaran serta menginformasikan berbagai isu-isu strategis pengembangan kampus sampai dengan tahun 2023 kepada Senat Akademik dan sekaligus kepada Bapak dan Ibu orang tua wisudawan.

"Tuntutan tinggi pasar kerja global menuntut pula peran perguruan tinggi seperti Politeknik untuk mempersiapkan karakter peserta didiknya agar siap menghadapi perkembangan zaman di era Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA)," kata dia.

VUCA menandai kehidupan dunia saat ini yang serba sangat cepat berubah, serba tidak terduga, dipengaruhi oleh banyak faktor yang sulit dikontrol, serta kebenaran atau realitas menjadi sangat subyektif.  Perkembangan teknologi dan informasi menjadi salah satu pengaruh terbesar dari perubahan ini. 

"Kecepatan teknologi dan informasi bukan hanya sekedar mempengaruhi gaya hidup tetapi juga mempengaruhi bagaimana kita akan mendidik mahasiswa dalam menghadapi dunia yang lebih maju, lebih cepat, informasi yang lebih sulit disaring, serta persaingan yang semakin terbuka," ujar Direktur Polinema.

Di sinilah peran dosen sebagai pendidik diharapkan mampu beradaptasi dengan segala model pembelajaran yang dinamis mengikuti perkembangan zaman era digital untuk kemudian mentransformasikan kepada para mahasiswa agar ke depan mereka juga cepat beradaptasi pada zamannya. 

"Sebagai alumni yang hidup pada era serba digital seperti abad ini, diharapkan para alumni terus dan mau mengasah softskill masing-masing agar mampu bersaing dan unggul diantara banyak pengisi pasar kerja atau industry di masyarakat. Tingkatkan softskill 4C (Four-C) yaitu Communication, Critical Thinking, Creative, and Collaboration yang tentunya sangat bermanfaat saat Saudara nanti telah menerjuni dunia kerja," terangnya.

Selain harus memiliki beberapa kelebihan softskill abad 21 seperti yang telah disebutkan, wisudawan Polinema yang notabene siap diterima oleh dunia kerja, harus mampu mengedepankan dan menunjukkan karakter pribadi sebagai Problem Solver. Mampu menjadi penengah, pencerah atau penemu solusi dalam setiap permasalahan pekerjaan yang ditemui di tempat kerja maupun di kehidupan masyarakat. 

"Hal ini sangatlah relevan dengan proses pembelajaran yang telah dilakukan selama menempuh pendidikan di Polinema, salah satunya melalui metode evaluasi pembelajaran Studi Kasus atau Pembelajaran berbasis Proyek. Saya yakin, saat ini para wisudawan, telah berusaha untuk mengembangkan berbagai kemampuan dalam dirinya dengan caranya masing masing," pungkas Direktur Polinema.  (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES