Pendidikan

Marak Fenomena Childfree, Mahasiswa UM Buat Platform DreamFam.id

Selasa, 31 Oktober 2023 - 16:36 | 23.61k
Mahasiswa UM saat menunjukkan platform DreamFam.id yang mereka buat. (Foto: Humas UM)
Mahasiswa UM saat menunjukkan platform DreamFam.id yang mereka buat. (Foto: Humas UM)

TIMESINDONESIA, MALANG – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) menciptakan sebuah platform yang diberi nama DreamFam.id. Platform digital ini berfokus pada upaya membangun Marriage Self Awareness (kesadaran diri untuk menikah) yang diintegrasikan dengan Artificial Intelligence (AI) dengan sistem kerja: (1) identifikasi, (2) deteksi, dan (3) edukasi.

Platform ini dibuat oleh 3 mahasiswa UM, yakni Viska Rinata, Fina Kharisma Musallamah dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Tsania Khoirunnisa dari Fakultas Sastra (FS)

leader project, Viska Rinata menjelaskan, ide aplikasi ini terinspirasi dari maraknya fenomena childfree yang dalam satu dekade terakhir ini mendapat atensi dan sorotan yang sangat besar.

"Kini, tren childfree telah bertransformasi menjadi gaya hidup masyarakat urban sehingga memicu terjadinya “resesi seks legal” dan anjloknya populasi anak secara signifikan di negara-negara maju dan berkembang, tidak terkecuali di Indonesia," ucapnya.

Menurutnya, childfree kebanyakan dilakukan oleh pasangan atau seseorang yang terlalu ambisius dengan karir atau hal lainya. Meskipun ada beberapa yang memang memilih childfree dengan alasan kesehatan yang bersangkutan.

"Munculnya fenomena childfree sangat dipengaruhi oleh orientasi hidup masyarakat modern, yang sangat memprioritaskan karir dan mengedepankan tujuan hidup materialistis” imbuhnya.

Anggota tim, Tsania Khoirunnisa menambahkan, dalam persepsi islam, childfree memang tidak pernah dilarang atau boleh.  "Dalam kajian Islam, childfree pada dasarnya adalah boleh, karena dalam Al-Qur’an sendiri tidak disebutkan secara eksplisit kewajiban pasangan suami istri untuk memiliki anak," ujarnya.

Yang menjadi masalah yakni masyarakat cenderung mengikuti gaya hidup childfree tanpa alasan yang tepat, dan hanya mengejar tujuan temporal-duniawi. "Lebih parah lagi, merebak gagasan di kalangan muda-mudi untuk melajang selamanya dan menyalurkan hasrat seksual mereka secara ilegal di luar institusi pernikahan yang sah,” jelas Tsania.

Ketiga mahasiswa tersebut, memformulasikan konsep marriage self awareness untuk mewujudkan institusi keluarga qur’ani. Program manajemen childfree tertuang ini berupa platform website dreamfam.or.id visual-oriented website keluarga ideal berbasis Artificial Narrow Intelligence (ANI) dengan metode deteksi naïve bayes.

Dimana pada aspek edukasi memaparkan kriteria keluarga ideal dalam pandangan Al-Qur’an diformulasikan dalam frasa “sakinah, mawaddah, wa rahmah” serta gambaran keluarga Nabi Ibrahim AS. yang mampu mencetak generasi unggul sekaligus memiliki kecakapan hidup (soft skills).

Anggota tim yang lain, Fina Kharisma menerangkan,  Platform ini mampu diaplikasikan pada ranah yang luas. Namun dengan target yang spesifik sehingga isu childfree dapat dikendalikan dan tidak beresiko pada tatanan kehidupan masyarakat.

"Dalam implementasinya, DreamFam.id diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar secara personal kepada pengguna untuk dapat memutuskan langkah hidupnya setelah menikah. Peluang kedepannya aplikasi ini dapat membantu pemerintah dalam mengefisienkan program program pembinaan keluarga yang berkualitas dan berorientasi pada keluarga produktif. Terkait informasi lebih lanjut mengenai update kegiatan bisa dilihat melalui akun instagram @dreamfam.official” pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES