Pendidikan

Kerajaan Majapahit: Sejarah, Peninggalan, dan Keruntuhan

Rabu, 08 November 2023 - 04:04 | 95.86k
Kolam Segaran, salah satu situs arkeologis yang berada di Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Theo/TIMES Indonesia)
Kolam Segaran, salah satu situs arkeologis yang berada di Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Theo/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MOJOKERTOKerajaan Majapahit merupakan kerajaan Hindu-Budha terakhir nusantara yang berdiri antara abad ke – 13 M sampai abad ke-16 M. Sejarahnya mencatat Kerajaan Majapahit dianggap sebagai salah satu kerajaan terbesar dengan wilyah kekuasaan hampir mencakup seluruh nusantara.

Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1293 M. Raden Wijaya adalah menantu Kertanegara, raja terakhir Kerajaan Singasari. Puncak kejayaan Kerajaan Majapahit terjadi pada masa kekuasaan Raja Hayam Wuruk antara 1350 – 1389 M.

Di bawah kekuasaan Hayam Wuruk, Kerajaan Majapahit sukses menaklukkan Sumatera, Semenanjung Malaya, Sulawesi, Kalimantan, Kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, Tumasik (Singapura) dan sebagian wilayah Filipina.

Candi-Brahu.jpgCandi Brahu yang merupakan salah satu peninggalan arkeologis di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (FOTO: Theo/TIMES Indonesia)

Dalam sejarahnya, Kerajaan Majapahit menjalin relasi dengan Kamboja, Campa, Siam, Birma bagian selatan, China, dan Vietnam.

Kitab-kitab yang menerangkan tentang sejarah Kerajaan Majapahit diantaranya adalah Kitab Negarakertagama, Pararaton, buku-buku kidung, berita-berita China, dan prasasti-prasasti.

Sejarah Singkat

Berdirinya Kerajaan Majapahit dimulai dengan runtuhnya Kerajaan Singasari pada 1292 M. Kerajaan Singasari runtuh akibat pemberontakan yang dilakukan Jayakatwan, Adipati Kediri.

Raden Wijaya, yang merupakan menantu Kertanegara, Raja terakhir Kerajaan Singasari meminta bantuan kepada Arya Wiraraja, Adipati Madura untuk membalas dendam.

Berkat bantuan Arya Wiraraja, Raden Wijaya kemudian berhasil ke Kerajaan Singasari dan mengaku ingin mengabdi kepada Jayakatwang. Jayakatwang menyambutnya dengan senang hati, lalu memberikan Raden Wijaya sebuah wilayah yang bernama Hutan Tarik.

Di Hutan Tarik tersebut, Hutan Tarik oleh Raden Wijaya dijadikan sebuah pedesaan kala itu. Pada saat membuka huta, Raden Wijaya menemukan buah maja yang rasanya pahit. Berdasar pengalaman tersebutlah nama pedesaan itu dinamakan Majapahit.

Perkembangannya, penduduk Daha dan Tumaple mulai berdatangan untuk tinggal di Majapahit. Singkat kisah, Raden Wijya berhasil menaklukkan Jayakatwan dan mengusir pasukan China utusan Kubilai Khan dari tanah Jawa, Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit pada tahun 1923 M.

Raden Wijaya menjadi raja pertama Kerajaan Majapahit. Dia memiliki gelar Kertarajasa Jayawardhana.

Masa keemasan Kerajaan Majapahit berlangsung pada saat di bawah kuasa Hayam Wuruk (1350-1389 M). Kejayaan ini tidak luput dari peran Mahapatih Gajah Mada yang berhasil menumpas semua pemberontakan dan bersumpah akan menyatukan wilayah Nusantara dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit.

39 tahun berkuasa, Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada berhasil membuat seluruh kepulauan Indonesia bahkan Jazirah Malaka mengibarkan panji-panji Majapahit.

Sumpah Palapa yang diikrarkan Mahapatih Gajah Mada pun tuntas dengan daerah kekuasaan Kerajaan Majapahit yang meliputi Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, ditambah Singapura dan sebagian Kepulauan Filipina.

Mempunyai kekuatan militer dan strategi ekonomi, Kerajaan Majapahit menjadi pusat perniagaan di Asia Tenggara. Aktivitas perniagaan ini mampu melakukan ekspor dari lada, garam, dan kain.

Raja-raja Kerajaan Majapahit

Berikut ini adalah deretan raja-raja Kerajaan Majapahit dari masa ke masa.

·        Raden Wijaya (1293-1309 M)

·        Sri Jayanagara (1309-1328 M)

·        Tribhuwana Tunggadewi (1328-1350 M)

·        Hayam Wuruk (1350-1389 M)

·        Wikramawardhana (1389-1429 M)

·        Dyah Ayu Kencana Wungu (1429-1447 M)

·        Prabu Brawijaya I (1447-1451 M)

·        Prabu Brawijaya II (1451-1453 M)

·        Prabu Brawijaya III (1456-1466 M)

·        Prabu Brawijaya IV (1466-1468 M)

·        Prabu Brawijaya V (1468 -1478 M)

·        Prabu Brawijaya VI (1478-1489 M)

·        Prabu Brawijaya VII (1489-1527 M)

Peninggalan Sejarah Kerajaan Majapahit

 Kerajaan Majapahit mempunyai banyak peninggalan sejarah berupa candi, prasasti, dan kitab. Berikut ini daftar candi peninggalan Kerajaan Majapahit.

·        Candi Tikus

·        Candi Bajang Ratu

·        Candi Wringin Lawang

·        Candi Brahu

·        Candi Pari

·        Candi Penataran

·        Candi Jabung

·        Candi Sukuh

·        Candi Cetho

·        Candi Wringin Branjang

·        Candi Surawana

·        Candi Minak Jinggo

·        Candi Rimbi

·        Candi Kedaton

·        Candi Sumberjati

Berikut ini daftar prasasti peninggalan Kerajaan Majapahit.

·        Prasasti Kudadu

·        Prasasti Sukamerta

·        Prasasti Prapancasapura

·        Prasasti Wringin Pitu

·        Prasasti Wurare

·        Prasasti Balawi

·        Prasasti Parung

·        Prasasti Biluluk

·        Prasasti Karang Bogem

·        Prasasti Katiden

·        Prasasti Canggu

·        Prasasti Jiwu

·        Prasasti Marahi Manuk

Berikut ini daftar kitab peninggalan Kerajaan Majapahit.

·        Kitab Negarakertagama

·        Kitab Sutasoma

·        Kitab Arjunawijaya

·        Kitab Panjiwijayakrama

·        Kitab Pararaton

·        Kitab Usana Jawa

·        Kitab Ranggalawe

·        Kitab Sorandakan Kitab Sundayana

Keruntuhan Kerajaan Majapahit

 Keruntuhan Kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran usai wafatnya Mahapatih Gajah Mada dan Hayam Wuruk. Sejak saat itu, para penerusnya tidak ada yang cakap dalam mengelola luasnya wilayah kekuasan Kerajaan Majapahit.

Disisi lain, terdapat beberapa faktor yang mendorong runtuhnya kekuasaan Kerajaan Majapahit. Diantaranya adalah, pertama, banyak wilayah taklukkan yang melepaskan diri Terdapat konflik perebutan takhta. Kedua, meletusnya Perang Paregreg. Ketiga, semakin berkembangnya pengaruh Islam di Jawa Kekuasaan Kerajaan Majapahit benar-benar berakhir pada 1527, setelah ditaklukkan oleh pasukan Sultan Trenggana dari Kesultanan Demak. Sejak saat itu, wilayahnya yang tersisa diambil alih oleh Kesultanan Demak.

Sumber Referensi

Isnaini, Danik. (2019). Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa. Singkawang: Maraga Borneo Tarigas.

Poesponegoro, Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto (Eds). (2008). Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno. Jakarta: Balai Pustaka.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES