Pendidikan

Muhammadiyah dan NU Bahas Isu Lingkungan di Malang Raya

Sabtu, 02 Desember 2023 - 21:10 | 26.91k
Talkshow “Merawat Lingkungan dalam Perspektif NU dan Muhammadiyah” di KOPITANI, Mulyoagung, Sabtu (2/12/2023). (FOTO: Panitia Umat untuk Semesta x Kader Hijau Muhammadiyah Malang for TIMES Indonesia)
Talkshow “Merawat Lingkungan dalam Perspektif NU dan Muhammadiyah” di KOPITANI, Mulyoagung, Sabtu (2/12/2023). (FOTO: Panitia Umat untuk Semesta x Kader Hijau Muhammadiyah Malang for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANGPlatform digital “Umat untuk Semesta” berkolaborasi dengan Kader Hijau Muhammadiyah Malang menggelar kegiatan talkshow “Merawat Lingkungan dalam Perspektif NU dan Muhammadiyah” pada Sabtu (2/12/2023) di KOPITANI, Mulyoagung, Kec. Dau, Kab. Malang.

Ketua PC ISNU Kabupaten Malang, KH Abdullah SAM, S. Psi., M. Pd turut menghadiri acara sebagai narasumber.

Menurut Abdullah, Malang merupakan tempat yang tepat ketika membicarakan lingkungan. Banyaknya sungai dan mata air yang saling terhubung antar kota menjadi hal yang harus diperhatikan kelestariannya.

“Setiap kegiatan kita, khususnya umat muslim selalu berhubungan dengan alam. Ketika sholat kita memerlukan wudhu. Selain itu, 70% tubuh kita memerlukan air,” ujar Abdullah. Peran air sangatlah besar untuk keberlangsungan hidup. Oleh sebab itu, masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa harus tetap menjaga sumber air.

Talkshow juga dihadiri oleh KH Dr. Nurbani Yusuf, M. Si, Wakil Ketua PDM Kota Batu dan Founder Komunitas Padhang Makhsyar.

Nurbani mengatakan bahwa 30 tahun kemudian kemungkinan akan ada krisis air dan krisis pangan. Hal tersebut merupakan permasalahan besar bagi generasi muda saat ini.

“Kita harus memulai dari diri kita sendiri karena kita adalah produk sampah terbesar,” tegas Nurbani. Salah satunya dengan mengubah pola makan dan pola hidup dengan mengurangi makanan berkarbohidrat.

Selain itu, dengan mengurangi penggunaan sampah dan menanam pohon untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan sejuk.

Selanjutnya, Aula Rahma Nuraini, Koordinator Kader Hijau Muhammadiyah Malang menjadi narasumber terakhir pada kegiatan talkshow.

Menurutnya, isu lingkungan yang menjadi permasalahan di Malang Raya yaitu sumber air, khususnya sumber air di daerah Kota Batu. 

“Maraknya pembangunan yang disebabkan oleh penambahan jumlah penduduk mengakibatkan kurangnya lahan hijau yang mungkin terdapat sumber air,” ucap Aula. Oleh karena itu, Aula mengimbau untuk tidak abai akan kondisi lingkungan sekitar.

Salah satu contoh sumber air yang harus diperhatikan yaitu Sungai Brantas. Padatnya penduduk dan industri menyebabkan sungai yang terletak di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu tersebut menjadi tercemar. Apabila hal tersebut tidak diperhatikan, akan menyebabkan terjadinya banjir terus menerus.

Dengan talkshow ini, diharapkan semakin tumbuh sikap kepedulian terhadap permasalah Lingkungan sekitar, khususnya di Malang Raya. Selain itu, dapat menyaring hal-hal positif dari materi yang disampaikan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES