Pendidikan

Mafindo Malang Gelar Program Tular Nalar Sekolah Kebangsaan di SMA Negeri 1 Turen

Jumat, 15 Desember 2023 - 16:45 | 32.49k
Mafindo Malang Raya menggelar program Tular Nalar Sekolah Kebangsaan di SMAN 1 Turen, Kabupaten Malang, pada Jumat (15/12/2023). (Foto: Mafindo Malang Raya)
Mafindo Malang Raya menggelar program Tular Nalar Sekolah Kebangsaan di SMAN 1 Turen, Kabupaten Malang, pada Jumat (15/12/2023). (Foto: Mafindo Malang Raya)

TIMESINDONESIA, MALANG – Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) wilayah Malang menggelar program Tular Nalar Sekolah Kebangsaan di SMAN 1 Turen, Kabupaten Malang, pada Jumat (15/12/2023). Sebanyak 120 siswa, yang sebagian besar merupakan pemilih pemula, turut serta dalam program ini untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap pemilu dan mengurangi rentan terhadap hoaks.

Koordinator Mafindo Wilayah Malang, AA Ayu Mirah Krisnawati, menyampaikan bahwa Sekolah Kebangsaan ini diadakan untuk mengantisipasi dampak hoaks terkait pemilu. Tujuan dari program ini adalah memberdayakan pelajar agar dapat berperan aktif dalam memerangi informasi hoaks dan mampu membuat navigasi informasi yang aman.

"Tular Nalar Sekolah Kebangsaan bertujuan mengantisipasi hoaks terutama terkait pemilu. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang pemilu dan demokrasi, tetapi juga dibekali untuk mengenali dan menghindari hoaks. Program ini juga bertujuan membuat mereka menjadi agen perubahan dalam era digital," ujar AA Ayu Mirah Krisnawati.

Program ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif literasi digital dan pengembangan berpikiran kritis. Peserta diharapkan dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat, terutama di saat arus informasi yang begitu deras.

Tular Nalar secara nasional telah menjangkau 550 ribu audiens, termasuk pendidik, guru, lansia, pelajar, masyarakat adat, dan kelompok rentan. Pihak sekolah, dalam hal ini SMA Negeri 1 Turen, berharap agar program ini dapat membantu para siswa memahami dampak dari informasi hoaks, terutama dalam konteks pemilu.

Kepala SMA Negeri 1 Turen, Eny Retno Diwati, menyatakan bahwa literasi digital sangat penting bagi pelajar, mengingat sebagian besar waktu mereka dihabiskan di dunia maya. Namun, dia menekankan pentingnya penggunaan gawai dengan bijak karena jejak digital tidak dapat dihapus dan dapat mempengaruhi kehidupan mereka.

"Harus bisa memanfaatkan gawai. Mudah-mudahan materi bisa dipahami siswa," kata Eny Retno Diwati.

Salah seorang siswa SMAN 1 Turen, Lailatul Zahro, mengungkapkan bahwa dia mendapatkan pengetahuan baru setelah mengikuti Tular Nalar Kebangsaan. Program ini membantu dirinya dalam memahami dan mengenali tipologi hoaks, sehingga dia merasa lebih percaya diri mengikuti proses pemilihan umum sebagai pemilih pemula.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES