Pendidikan

FP UB Gandeng Banyak Pihak Bangun Ekosistem Industri Berkelanjutan

Jumat, 22 Desember 2023 - 15:26 | 31.30k
Gelaran FGD pada East Java Wood Product Fest 2023. (Foto: Humas UB)
Gelaran FGD pada East Java Wood Product Fest 2023. (Foto: Humas UB)

TIMESINDONESIA, MALANG – Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya menggandeng berbagai pihak berupaya untuk menciptakan industri kayu ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Hal itu diwujudkan dalam diskusi strategis melalui Focus Group Discussion (FGD) pada East Java Wood Product Fest 2023, yang berlangsung di Ruang Studio Foto Lantai 5, Malang Creative Center (MCC).

Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Pertanian UB, Dr. Afifuddin Latif Adiredjo mengatakan, FGD ini menggambarkan tekad untuk menggali potensi dan tantangan dalam perindustrian kayu untuk memperkuat pasar domestik.

"Kehadiran berbagai pihak, mulai dari perwakilan industri, masyarakat umum, hingga kalangan akademisi, mencerminkan antusiasme dan minat berkelanjutan terhadap industri kayu," ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (22/12/2023).

Dia melanjutkan, dalam FGD ini pihaknya ingin memberikan wadah untuk berdiskusi mengenai "Development of Sustainable Domestic Market For Wood Products." FGD ini bukan hanya menjadi wadah berdiskusi permasalahan, tantangan, dan peluang, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam upaya mengenalkan dan menyatukan para kontributor yang berperan dalam meningkatkan konsumsi produk kayu dalam negeri.

"Informasi dan ide-ide inovatif yang bersinar melalui acara ini menjadi landasan bagi kemajuan industri kayu di masa depan," imbuhnya.

Menurutnya, Java Wood Product Fest 2023 dan FGD-nya tidak sekadar menjadi forum kesadaran akan keberagaman produk olahan kayu. Lebih dari itu, hal ini dia klaim sebagai momentum penyatuan tekad untuk membangun fondasi pasar domestik yang berkelanjutan dan meningkatkan kapasitas industri lokal.

"Langkah konkret ini bukan hanya sebatas perhelatan festival, melainkan sebuah komitmen serius untuk mendukung pertumbuhan industri kayu di Jawa Timur, yang diharapkan dapat menjadi pendorong utama bagi perkembangan industri serupa di seluruh Indonesia," kata dia.

Melalui kolaborasi yang tercipta di East Java Wood Product Fest 2023, kita berharap untuk melihat perkembangan positif dalam ekosistem industri kayu, membangun lingkungan yang saling mendukung antara pemangku kebijakan, pelaku usaha, dan akademisi.

"Dengan demikian, kita bisa bersama-sama membentuk masa depan industri kayu yang lebih berkelanjutan dan inovatif," pungkasnya.

Kepala Sub Direktorat Pemolaan Pengelolaan Hasil Hutan KLHK, Dr. Sudarmalik, S.Hut., M.Si menyatakan kebanggaanya terhadap gelaran East Java Wood Product Fest 2023. Dia berharap, festival ini akan menjadi jembatan efektif antara pemangku kebijakan, pelaku usaha, dan akademisi.

"Kolaborasi yang dihasilkan diharapkan memberikan dorongan positif untuk pertumbuhan pasar domestik produk olahan kayu, terutama di Jawa Timur," kata dia.

Menurutnya, keterlibatan berbagai stakeholder, termasuk Kepala Sub Direktorat Pemolaan Pengelolaan Hasil Hutan KLHK, Project Manager ITTO, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Perum Perhutani Provinsi Jawa Timur, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Malang, CDK Trenggalek, CDK Nganjuk, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, Perwakilan Industri PT. Kutai Timber Indonesia, Perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia, dan Mahasiswa P.S. Kehutanan Fakultas Pertanian UB, menandai langkah bersama dalam menyatukan visi untuk pengembangan industri kayu di Jawa Timur.  (d)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES