Advertisement
Pendidikan

Catatan Pendidikan Tahun 2023, FSGI: Kasus Kekerasan di Sekolah Meningkat

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengeluarkan Catatan Akhir Tahun Pendidikan untuk tahun 2023, mencakup peningkatan kasus kekerasan berupa perundungan di satuan pen ...

TIMES Indonesia,
Catatan Pendidikan Tahun 2023, FSGI: Kasus Kekerasan di Sekolah Meningkat
Badrun Munir, S.Pd, M.Pd Kepala SMPN 1 Magelang saat memberikam tanda tangan, sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan sekolah yang aman (FOTO: Hermanto/TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengeluarkan Catatan Akhir Tahun Pendidikan untuk tahun 2023, mencakup peningkatan kasus kekerasan berupa perundungan di satuan pendidikan.

FSGI mencatat 30 kasus perundungan selama tahun 2023, dengan 80% terjadi di satuan pendidikan di bawah Kemendikbudristek dan 20% di bawah Kementerian Agama. Terdapat peningkatan dari 21 kasus pada tahun 2022.

Advertisement

"Kasus tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, dengan SMP menjadi yang paling banyak terkena perundungan, baik oleh peserta didik maupun pendidik," ungkap Retno Listyarti Ketua Dewan Pakar FSGI.

Dari 30 kasus tersebut, dua mengakibatkan kematian, yaitu satu siswa SDN di Kabupaten Sukabumi dan satu santri MTs di Blitar. Selain itu, ada kasus pembakaran santri oleh teman sebaya saat tidur, menyebabkan luka bakar serius, dan satu kasus perundungan dijenjang SD diduga sebagai pemicu bunuh diri, meskipun faktor penyebab bunuh diri kompleks.

FSGI juga mencatat kasus kekerasan guru terkait pelanggaran tata tertib sekolah, seperti pemotongan rambut siswi oleh guru di Lamongan dan Samosir. Kejadian tersebut mencakup 12 provinsi dengan 24 kabupaten/kota, meningkat dari 11 provinsi dan 18 kabupaten/kota pada tahun 2022.

Adapun rinciannya untuk tahun 2023 adalah sebagai berikut : Kabupaten Gresik, Pasuruan, Lamongan, Banyuwangi dan Biltar (Provinsi Jawa Timur); Kabupaten Bogor, Garut, Bekasi, kota Bandung, Kabupaten Bandung, Sukabumi, dan Cianjur (Provinsi Jawa Barat; Kabupaten Temanggung dan kabupaten Cilacap (Provinsi Jawa Tengah); Jakarta Selatan (DKI Jakarta); Kota Banjarmasin (Provinsi Kalimantan Selatan); Kota Palangkaraya (Provinsi Kalimantan Tengah); Kota Samarinda (Provinsi Kalimantan Timur); Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong (Provinsi Bengkulu); Samosir (Provinsi Sumatera Utara); Palembang (Sumatera Selatan); Halmahera Selatan (Provinsi Maluku Utara); dan Kabupaten Muna (Sulawesi Tenggara).

Selanjutnya, FSGI mencatat lima kasus peserta didik jatuh atau melompat dari gedung sekolah selama Januari-November 2023, dengan empat korban meninggal dan dua selamat setelah perawatan medis. Kejadian ini menunjukkan kelemahan pengawasan, terutama selama jam istirahat, dan perlunya evaluasi sistem keamanan sekolah.

Advertisement

Cacatan akhir tahun juga mencatat peluncuran Permendikbudristek No. 46 tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Di Satuan Pendidikan (PPKSP) pada episode ke-25 Merdeka Belajar.

Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti, menjelaskan bahwa perubahan mata pelajaran PPKn ke Pendidikan Pancasila (PP) belum sepenuhnya terlaksana, termasuk belum adanya buku PP yang dicetak meski harga jualnya sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Terakhir, meskipun Pendidikan Pancasila telah diubah menjadi mata pelajaran Pendidikan Pancasila (PP) pada tahun ajaran 2023/2024, banyak sekolah dan dinas pendidikan masih belum mengetahui dan memahami perubahan tersebut, meski sudah ada keputusan resmi. Buku teks utama Pendidikan Pancasila yang dicetak dan dijual belum tersedia secara luas, meskipun materi buku tersebut sudah rampung. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Slamet Mulyono
PenulisSlamet MulyonoMarketing Freelance di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2023.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia