Pendidikan

Mahasiswa Asal Maluku Jadi Wisudawan Terbaik Unisma

Jumat, 05 Januari 2024 - 14:02 | 30.57k
Sardin Wance, mahasiswa program Pascasarjana Unisma yang menjadi salah satu wisudawan terbaik.  (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
Sardin Wance, mahasiswa program Pascasarjana Unisma yang menjadi salah satu wisudawan terbaik. (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Mungkin wisuda yang akan digelar oleh Universitas Islam Malang (Unisma) pada Sabtu (6/1/2024) besok akan menjadi momen yang akan diingat oleh Sardin Wance, M.Kn, mahasiswa program magister Unisma yang terpilih menjadi wisudawan terbaik dari program Pascasarjana.

Sardin merupakan mahasiswa prodi Kenotariatan Unisma. Pria asal Kabupaten Buru Selatan Provinsi Maluku itu berhasil menyelesaikan studi S2 nya dalam waktu 4,33 semester dengan IPK 3,96. Dalam disertasinya, dia mengambil judul 'Pembatalan Perjanjian Secara Sepihak Akibat Force Majeure Ditinjau Dari UU No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan'.

Kepada TIMES Indonesia,  dia mengaku tidak menyangka bisa terpilih menjadi wisudawan terbaik Unisma pada periode 72 nanti. Dia mengatakan, selama ini dia hanya berusaha memberikan yang terbaik dalam melakukan pendidikannya.

"Sebenarnya tidak ada kiat khusus, saya hanya berusaha  untuk bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu, mengerjakan setiap tugas yang diberikan oleh dosen dengan baik dan benar, dan patuh kepada guru," kata dia.

Dengan capaianya ini, dia pun berhasil mematahkan stigma negatif yang ada di masyarakat, yang mengira bahwa kebanyakan mahasiswa dari Indoensia Timur biasanya kurang serius ketika menempuh pendidikan di perantauan. Dia sendiri tak menampik stigma tersebut.  Karena menurutnya memang banyak adik tingkatnya yang kuliahnya molor dan tak kunjung selesai.

"Memang banyak yang kuliahnya tidak bisa selesai tepat waktu, dengan berbagai kendala yang berbeda-beda," imbuhnya.

Dia pun banyak berpesan kepada adik-adiknya yang berasal dari Indonesia Timur, yang saat ini sedang menempuh pendidikan di perantauan.  Agar mereka bisa lebih giat lagi dalam menjalani pendidikannya, dan dapat menyelesaikanya tepat waktu.

"Untuk adik-adik yang dari timur, harus giat belajar lagi, fokus, tidak boleh malas," pesannya.

Baginya, mereka adalah putra putri yang kelak akan menjadi penerus pemimpin bangsa. Keberadaan mereka di perantauan untuk menempuh pendidikan juga diharapkan mampu membawa dampak yang positif bagi daerahnya masing-masing ketika mereka kelak lulus dan kembali ke kampung halamannya.

"Di Malang ini ada ratusan mahasiswa dari Timur, yang tergabung dalam organisasi daerah. Malang sebagai Kota pendidikan menjadi Kota yang paling diminati warga Timur untuk menempuh pendidikan. Jumlah mahasiswa dari timurnya tertinggi, kemudian disusul oleh Yogyakarta," pungkas Sardin. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES