Pendidikan

Membangun Jembatan Antar Generasi Suku Osing Melalui Bahasa dan Cerita

Kamis, 18 Januari 2024 - 15:47 | 17.61k
Siswa Sekolah Dasar di Banyuwangi mengenal budaya melalui Festival Literasi Osing. (FOTO: Laila Yasmin/TIMES Indonesia)
Siswa Sekolah Dasar di Banyuwangi mengenal budaya melalui Festival Literasi Osing. (FOTO: Laila Yasmin/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Masyarakat Suku Osing di Banyuwangi, Jawa Timur, berkomitmen untuk mempertahankan dan mempromosikan bahasa Osing sebagai bagian integral dari identitas budaya mereka. Upaya pelestarian bahasa ini telah menjadi fokus utama dalam menghadapi tantangan globalisasi yang dapat mengancam keragaman bahasa daerah di Indonesia.

Bahasa Osing, yang memiliki akar dalam budaya Osing yang kaya, merupakan aset berharga yang mencerminkan sejarah dan kekayaan warisan budaya. Namun, dengan terus berjalannya waktu, pengaruh bahasa Indonesia dan bahasa asing lainnya telah membuat bahasa Osing terancam punah.

Sebagai respons terhadap perubahan tersebut, sejumlah inisiatif telah diluncurkan untuk mendukung pelestarian bahasa Osing. Pemerintah setempat bersama komunitas Osing telah bersatu untuk mengadakan berbagai kegiatan, termasuk lokakarya, seminar, dan festival budaya yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan bahasa mereka.

Salah satu kegiatan yang menonjol adalah peluncuran program pembelajaran bahasa Osing di sekolah-sekolah lokal. Program ini dirancang untuk melibatkan generasi muda dalam upaya pelestarian bahasa dan budaya mereka sendiri. Para guru yang terlibat dalam program ini juga menerima pelatihan khusus untuk menyampaikan materi pembelajaran dengan cara yang menarik dan interaktif.

Selain itu, media sosial juga menjadi alat yang efektif untuk mempromosikan bahasa Osing. Komunitas Osing telah aktif dalam membagikan konten berbahasa Osing, seperti puisi, lagu, dan cerita pendek, untuk menciptakan kebanggaan dan kecintaan terhadap bahasa mereka di antara generasi muda.

Tak hanya berhenti di situ, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pun kerap mengadakan berbagai festival yang bertujuan untuk melestarikan kekayaan yang dimiliki oleh Suku Osing. Festival Literasi Osing contohnya. Sebuah acara inovatif yang tidak hanya bertujuan untuk melestarikan bahasa Osing, tetapi juga merangsang kecintaan anak-anak pada membaca.

Tak hanya hiburan semata, Festival Literasi Osing juga memiliki misi serius dalam mendukung pendidikan bahasa Osing di sekolah-sekolah Banyuwangi.

“Kami juga memberikan buku bahan ajar pendidikan bahasa Osing ke sekolah-sekolah sebagai solusi untuk mengakselerasi kualitas budaya literasi dan memperkuat muatan lokal budaya Osing," kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, beberapa waktu lalu.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah, komunitas lokal, dan individu, upaya pelestarian bahasa Osing di Banyuwangi semakin mendapatkan momentum. Harapannya, langkah-langkah ini akan memastikan bahwa bahasa Osing terus bersinar sebagai bagian tak terpisahkan dari keberagaman bahasa dan budaya Indonesia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES