Pendidikan

Melihat Domy Brush Suction, Karya Inovasi Dosen FK UB Diluncurkan oleh Dirjen Falmakes Kemenkes RI

Senin, 22 Januari 2024 - 15:13 | 23.66k
Peluncuran alat inovasi Domy Brush Suction karya Dosen FK UB yang dilakukan oleh Kemenkes RI. (FOTO: Humas UB)
Peluncuran alat inovasi Domy Brush Suction karya Dosen FK UB yang dilakukan oleh Kemenkes RI. (FOTO: Humas UB)

TIMESINDONESIA, MALANG – Dosen dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB), dr. Domy Pradana Putra, Sp.OT berhasil menciptakan sebuah karya inovasi di bidang kesehatan. Alat yang diberi nama Domy Brush Suction ini berhasil mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai pihak.

Bahkan karena diyakini dapat bermanfaat untuk banyak orang, alat ini secara resmo diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Dirjen Falmakes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada Jumat (19/1/2024) lalu.

Dr. Domy mengatakan, dalam sebuah pelayanan di Rumah Sakit atau Klinik, khususnya dalam  tindakan medis seperti operasi, membutuhkan sebuah prosedur yang sangat penting untuk diperhatikan. Efisiensi waktu dan penanganan yang sigap adalah hal yang menjadi prioritas bagi keselamatan para pasien.

Dosen-FK-UB-2.jpg

Namun dalam pelaksanaannya masih seringkali ditemukan beberapa kendala dan masalah ketika melakukan tindakan bagi para pasien khususnya dalam sebuah tindakan operasi salah satunya adalah tersumbatnya alat penghisap (suction) untuk darah atau cairan tubuh lainnya. 

Berangkat dari permasalahan tersebut, dia akhirnya menciptakan sebuah karya inovasi yang dia beri nama “Domy Brush Scution”.

"Alat ini kami ciptakan setelah melihat permasalahan yang biasanya terjadi dikamar operasi khususnya saat melakukan tindakan operasi debriment, dimana sering ditemukan tersumbatnya selang suction dikarenakan beberapa hal dan tidak jarang beberapa yang seharusnya tidak diperbolehkan terhisap malah ikut terhisap (debu, kotoran, atau jaringan mati)," tuturnya.

Hal tersebut biasanya terjadi  dikarenakan adanya sumbatan, dan karena sumbatan tersebut, proses operasi biasanya harus terhambat selama 5 sampai 10 menit, karena petugas medis harus membersihkan, memperbaiki atau bahkan juga mengganti selang tersebut.

"Setelah kami cermati ternyata salah satu penyebab tersumbatnya selang ini adalah ujung suction yang selama ini digunakan bentuknya masih rigid dan hanya memiliki satu lubang saja, akhirnya saya mencoba membuat sebuah inovasi untuk tip suction, dengan membuat tip suction yang memiliki 6 selang dan 2 lubang pada masing-masing selangnya," imbuhnya.

Dr Domy menyebut, jika dalam tindakan di kamar operasi satu lubang tersumbat, maka masih ada selang lain yang dapat difungsikan untuk membantu suction. Menurutnya  hal ini sangat dibutuhkan karena berfungsi untuk mengurangi resiko terjadinya sumbatan.

"Selain itu, Domy Brush Suction ini kami lengkapi dengan selang yang flexible dan non traumatic pada bagian ujung agar tidak mencederai jaringan sekitar  sehingga bisa dengan mudah masuk pada daerah-daerah yang sempit dan susah dijangkau dan fungsi dari suction akan semakin maksimal yang akan sangat membantu suction," jelasnya.

Apalagi,  lanjut dr Domy,  pada bagian badan juga terdapat thumb valve control yang dapat mempermudah operator dalam hal mengontrol tekanan suction. Pihaknya berharap, Domy Brush Suction bisa menjadi solusi penanganan yang cepat, efisien dan meningkatkan factor keamanan tindakan operasi saat digunakan oleh tim medis, dalam menangani pasien dimeja operasi.

"Dan memberikan manfaat besar bagi kemajuan dan perkembangan duniakesehatan baik pada bidang pelayanan  di Rumah Sakit maupun pendidikan Kedokteran serta kemajuan alat kesehatan di Indonesia," kata dia.

Dia percaya, SDM yang dimiliki Indonesia dalam bidang kesehatan memiliki kemampuan yang sangat luar biasa. Sehingga mereka bisa terus  mengembangkan produk – produk inovatif alat-alat kesehatan .

"Inovasi tidak harus selalu canggih, tetapi bila kita jeli dalam mengamati hal-hal yang terjadi disekitar kita, maka kita akan dapat memanfaatkan semua momentum untuk membangun kemandirian," pungkas dr Domy. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES