Pendidikan

Mengenal Sosok Gulam Gumilar, Dokter Spesialis Termuda yang Diwisuda UGM 

Kamis, 25 Januari 2024 - 12:03 | 80.74k
Sosok dr Gulam Gumilar yang menjadi dokter spesialis termuda dari UGM. (FOTO: Dok. Pribadi)
Sosok dr Gulam Gumilar yang menjadi dokter spesialis termuda dari UGM. (FOTO: Dok. Pribadi)

TIMESINDONESIA, MALANG – Apa yang menjadi capaian dr Gulam Gumilar Sp.OG ini selayaknya dapat menginspirasi banyak orang. Bagaiamana tidak, di usianya yang masih 27 tahun ini, dia sudah didapuk menjadi dokter spesialis kebidanan dan kandungan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dia dinobatkan sebagai dokter spesialis termuda oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D saat gelaran wisuda pada Rabu (24/1/2024).

"Masa studi rata-rata program spesialis adalah 4 tahun 2 bulan. Dan rata-rata usia 0zllulusan program spesialis adalah 34 tahun 6 bulan. Termuda, saudara Gulam Gumilar program studi Obstetri dan Ginekolog FK KMK, yang menyelesaikan studi spesialisnya pada usia 27 tahun 5 bulan. Selamat dr Gulam yang kebetulan juga bimbingan (akademik) saya," ucap Rektor UGM.

Dilansir dari beberapa sumber, ternyata ini bukan kali pertama pria kelahiran 21 Mei 1996 ini mendapatkan gelar 'termuda'. Pada saat diwisuda sebagai sarjana dokter pada tahun 2017 silam di Program Studi Kedokteran dan Profesi Dokter (PSKPD) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,  dia juga dinobatkan sebagai dokter termuda.

Kejeniusannya dalam dunia akademik ini ternyata sudah terlihat sejak dia masih belia.  Putra dari pasangan Prof. Dr. dr. Sardjana, SpOG(K), SH dan Arina Nurfinahari MKes ini selalu mengambil akselerasi di setiap jenjang pendidikanya. 

Saat duduk di bangku SD, ia hanya menempuh pendidikan selama lima tahun dari seharusnya rata-rata enam tahun. Begitu pula saat duduk di bangku SMP dan SMA, dr Gulam mampu menyelesaikan pendidikannya masing-masing selama dua tahun. Sehingga pada usia 13 tahun, dia sudah lulus SMA.

dr Gulam sendiri mengatakan, apa yang menjadi capaianya selama ini tidaklah lepas dari dukungan semua pihak yang ada di dekatnya. "Alhamdulillah semuanya bisa tercapai karena ridho Allah, dukungan orang tua, keluarga, guru-guru dan rekan-rekan semua. semoga gelar baru ini bisa membawa banyak manfaat untuk masyarakat indonesia," ucapnya.

Usut punya usut, ternyata motivasi dan semangat belajarnya yang tinggi ini dia dapatkan dari keluarganya sendiri. Keluarga lulusan SMAN 1 Malang ini seakan semua punya minat yang tinggi dalam dunia akademik, khususnya dalam dunia kedokteran. 

Ayahnya merupakan seorang profesor dan spesialis kandungan yang menjadi perintis lahirnya Fakultas Kedokteran di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kakak sulungnya, Erlangga Husada merupakan seorang dokter umum. kakaknya yang kedua, Yusuf Brilliant merupakan spesialis bedah saraf.

"Tokoh inspirator saya yang utama adalah orang tua saya yang pastinya. Kemudian seluruh guru-guru saya di bagian obstetri dan ginekologi UGM," kata dia.

Pria yang menyelesaikan studi spesialisnya di Prodi Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK KMK) UGM, dan membuat tesis berjudul 'Analisis Operasi Cesar Menurut Klasifikasi ROBSON di RSUD Panembahan Senopati  Bantul tahun 2021-2022' itu mengaku tidak akan puas disini.

Meski telah bergelimang prestasi dan mendapat banyak pengakuan, dia masih akan terus berupaya untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuannya, dengan dan mengambil studi lanjutan.

"Harapan saya kedepan saya akan melanjutkan sekolah S3," pungkas dr Gulam. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES