Pendidikan

STKIP PGRI Pacitan Kembali Kirim Mahasiswa dalam Program PMM di Kampus Ternama

Senin, 29 Januari 2024 - 15:43 | 27.28k
Pembekalan mahasiswa STKIP PGRI Pacitan sebelum berangkat mengikuti program pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) di sejumlah kampus ternama. (FOTO: Yusuf Arifai/ TIMES Indonesia)
Pembekalan mahasiswa STKIP PGRI Pacitan sebelum berangkat mengikuti program pertukaran mahasiswa merdeka (PMM) di sejumlah kampus ternama. (FOTO: Yusuf Arifai/ TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Sebanyak 9 mahasiswa dari STKIP PGRI Pacitan akan mengikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM 4) di sejumlah kampus ternama di Indonesia.

Ketua STKIP PGRI Pacitan, Dr. Mukodi mengungkapkan bahwa dari 15 mahasiswa yang mendaftar, 10 di antaranya berhasil lolos, dan 9 di antaranya telah dikonfirmasi berangkat.

"Program PMM gelombang 4 ini berhasil meloloskan 10 mahasiswa, dengan satu mahasiswa yang tidak dapat berangkat karena terkendala izin orang tua," katanya, Senin (29/1/2024).

Mahasiswa STKIP PGRI Pacitan yang berangkat akan menempuh program di beberapa perguruan tinggi, yaitu 3 mahasiswa di Universitas Negeri Medan, 3 mahasiswa di Universitas Islam Riau, 2 mahasiswa di Universitas Nusa Cendana, dan 1 mahasiswa di Universitas Prima Indonesia.

Berikut adalah daftar mahasiswa beserta program studi (prodi) yang mengikuti PMM.

Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Muhammad Nur Rochman, Sindi Dwi Cahyani, Wahyu Nova Wanita dan Selvi Aulia Putri. Pendidikan Bahasa Inggris, Khoirul Nisak dan Nabillah Az Zahra. Sedangkan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ada Brillian Jane Febrianto, Dila Oktaviani, dan Celline Reyhasie Freancis.

Mereka akan berkuliah di kampus tujuan selama satu semester mendatang, dan seluruh biaya, termasuk akomodasi, kebutuhan hidup, dan SPP, akan ditanggung pemerintah.

"Dua orang sudah berangkat ke Kupang, NTT tanggal 15 Januari lalu," kata Dr. Mukodi.

Lebih lanjut, Mukodi menekankan bahwa meski berada di Pacitan, pihaknya akan terus mendorong mahasiswa berinovasi dan menjadi yang terdepan di berbagai Perguruan Tinggi saat mengikuti PMM.

"Program ini adalah bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digagas oleh Kemenristekdikti, di mana pembiayaannya sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah," ujarnya.

Selain itu, mahasiswa akan mendapatkan fasilitas selama 6 bulan, dan pengalaman mereka akan dikonversikan ke dalam mata kuliah yang sesuai menjadi 20 SKS.

PMM memberikan mahasiswa pengalaman lapangan dan arti pengabdian di berbagai daerah di Indonesia, sehingga ketika kembali, mereka dapat mengintegrasikan nilai-nilai yang didapat ke dalam kehidupan dan akademis.

"Syarat mengikuti PMM adalah minimal semester 3 dan maksimal semester 7," jelas Ketua STKIP PGRI Pacitan, Dr. Mukodi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES