Pendidikan

PPDS UB Kampanyekan Kesehatan Jantung Ke Siswa SD di Malang

Kamis, 01 Februari 2024 - 20:11 | 25.19k
Pelaksanaan program kampanye kesehatan jantung oleh PPDS UB di SDN Ngijo 1 Kabupaten Malang, Kamis (1/2/2024). (Foto: Humas UB)
Pelaksanaan program kampanye kesehatan jantung oleh PPDS UB di SDN Ngijo 1 Kabupaten Malang, Kamis (1/2/2024). (Foto: Humas UB)

TIMESINDONESIA, MALANG – Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Brawijaya (UB) mengampanyekan kesehatan jantung  ke siswa SDN Ngijo 1, Kabupaten Malang, Kamis (1/2/2024). Hal itu dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyakit jantung sejak dini.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang mengambil tema “Skrining Biru dan Pemeriksaan Echocardiography Penyakit Jantung Bawaan dan Launching Buku Saku Edukasi Pasien Penyakit Jantung Bawaan dan Keluarganya" itu disambut baik oleh para siswa disana.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan atas kerjasama antara beberapa pihak. Seperti perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesi (Perki) Malang, Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang, Fakultas Kedokteran (FK) UB dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Malang Drs. Sanusi MM. Dalam sambutannya, Sanusi menyampaikan bahwa, kegiatan sosialisasi ini sangat penting untuk memberikan pengetahuan terkait deteksi dini penyakit jantung kepada masyarakat sejak dini.

"Masyarakat diharapkan akan dapat menjaga kesehatan, terhindar, dan mengetahui berbagai perawatan terkait penyakit jantung," ucapnya.

Pihaknya pun mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi atas kepedulian Perki Malang dan FK UB untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Malang. Menurutnya, kesehatan generasi muda merupakan salah satu kunci menyongsong masa depan yang lebih baik.

"Kegiatan ini sejalan dengan progam yang dimiliki Pemkab Malang. Gerakan Masyarakat Sehat menjadi salah satu program penting yg kita jalankan,” imbuh Sanusi.

Bupati Malang berpendapat bahwa pengetahuan dan kepedulian untuk selalu menjaga kesehatan sejak dini perlu terus digalakkan. Karena hal ini juga berbanding lurus dengan kesejahteraan warga.

"Kesehatan akan mampu meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan masyarakat," pungkas Sanusi.

Sebagai informasi, kegiatan ini dilaksakana dalam beberapa rangkaian agenda. Yakni penyuluhan terkait penyakit jantung oleh dr. Valerinna Yogibuana, Sp, JP(K), Launching buku saku edukasi pasien penyakit jantung bawaan dan keluarga, penyerahan buku, screening serta pendataan, dan pemeriksaan pasien penyakit jantung. Sebanyak 10 orang PPDS UB  terjun langsung untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES