Pendidikan

44 Guru Besar ITS Gelar Aksi, Ingatkan Presiden untuk Menjaga Integritas

Senin, 05 Februari 2024 - 17:58 | 24.78k
Guru Besar ITS berkumpul sampaikan pernyataan sikap dalam aksi Seruan Kampus Perjuangan di Plasa Dr Angka, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, Senin (5/2/2024).(Foto: Dok.KBIPN)
Guru Besar ITS berkumpul sampaikan pernyataan sikap dalam aksi Seruan Kampus Perjuangan di Plasa Dr Angka, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, Senin (5/2/2024).(Foto: Dok.KBIPN)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Keluarga Besar ITS Peduli Negeri mengeluarkan pernyataan sikap dalam aksi Seruan Kampus Perjuangan di Plasa Dr Angka, Kampus ITS Sukolilo Surabaya, Senin (5/2/2024).

Mereka terdiri dari 44 Guru Besar ITS serta para dosen, karyawan dan mahasiswa, berkumpul, untuk menyuarakan seruan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Aksi damai Menjaga Integritas Berbangsa, Merawat Demokrasi ini berlangsung di hadapan Patung Dr. Angka Nitisastro.

Surat Pernyataan Sikap Keluarga Besar ITS Peduli Negeri tersebut ditandatangani oleh Sivitas Akademika terdiri dari 44 Guru Besar ITS, dosen, karyawan dan mahasiswa selanjutnya diserahkan kepada Rektor ITS untuk kemudian disampaikan kepada Presiden RI.  

Prof. Dr.Eng. Harus Laksana Guntur, S.T., M.Eng. selaku koordinator acara menyampaikan bahwa Seruan warga Kampus Perjuangan muncul dalam rangka merespon situasi negeri terkini yang perlu segera disikapi. 

"Seruan ini disampaikan oleh Keluarga Besar ITS Peduli Negeri yang tidak memiliki afiliasi kepada kelompok mana pun, namun tetap dengan mengedepankan etika tata kelola perguruan tinggi yang menempatkan jajaran pimpinan ITS sebagai yang memiliki tanggung jawab atas semua aktivitas di kampus," terang Prof Harus Laksana.

Ia menegaskan, pemberi dukungan terhadap seruan ini membubuhkan tanda tangannya tanpa tekanan dan tanpa pamrih. 

Keluarga Besar ITS Peduli Negeri berharap agar seruan ini dapat direspon oleh seluruh pihak yang terkait dan dipandang sebagai salah satu cara dan upaya menegakkan demokrasi di negeri ini. 

"Seruan ini adalah aksi damai dan diharapkan tidak menimbulkan dampak negatif apa pun setelah penyampaiannya. Demikian perlu kami sampaikan. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya aksi damai ini dan memohon maaf jika ada yang membuat tidak berkenan," ujar Harus.

Prof. Ir. Pr iyo Suprobo, M.S., Ph.D.-Rektor ITS 2007-2011 sekaligus Ketua Senat Akademik ITS dalam sambutannya menegaskan, bahwa Keluarga Besar ITS ingin menyampaikan suara dan pemikiran melalui jalur yang benar dan tidak liar. 

"Kita membuat suatu imbauan, yang nanti disampaikan ke Rektor ITS dan diteruskan kepada Presiden RI. Kami tidak bermaksud untuk berbuat onar atau melakukan hal-hal yang kurang baik.  Kita sesama anak bangsa saling mengingatkan. Yang hadir bukan partisan, tidak ada kaitannya dengan organisasi partisan, tidak ada kaitannya dengan organisasi manapun, apalagi politik," tegas Probo.

“Mari kita berdoa, semoga bangsa Indonesia  diberikan jalan yang terbaik untuk mencapai Indonesia emas seperti yang kita cita-citakan," sambung Probo.

Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc.ES., Ph.D., Rektor ITS 2015-2019 menyampaikan ikut mendukung kegiatan ini. 

Ia mengingatkan pada sosok Dr. Angka Nitisastro, yang mendirikan ITS dengan pada semangat kebesaran dan kepahlawanan Arek-arek Suroboyo. Sebuah amanah yang luar biasa dan harus dipertahankan. 

"Apa yang ingin disampaikan mudah mudahan didengar pemerintah (presiden, red), karena dilakukan melalui saluran resmi," kata Prof Joni.

Dia berharap persatuan dan kesatuan bangsa menjadi bekal paling utama yang harus dijunjung, dan keberlanjutan bangsa Indonesia tetap menjadi prioritas atas segala kepentingan lainnya. 

"Itu dimulai dari proses menjalankan Pemilu dengan baik, jujur, adil dan tanpa ada interup," tegasnya. 

Ini merupakan bagian proses penjabaran, pembelajaran dan pendidikan bagi generasi kita agar Indonesia Emas 2045 tercapai dengan baik. 

"Kami sebagai insan pendidikan, akademisi,  mempunyai kewajiban moral, memberikan teladan bagi mahasiswa dan generasi muda yang kami didik, bagaimana kami harus bersikap, memegang prinsip, agar negara ini tetap menjadi negara kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai. Itu yang menjadi dasar kegiatan ini, semoga bermanfaat untuk kemaslahatan ummat, khususnya generasi muda penerus bangsa Indonesia, serta mahasiswa di kampus perjuangan yang kami cintai ini," pungkas Joni.   

Acara pembacaan sikap Keluarga Besar ITS Peduli Negeri negeri ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Prof. Drs. Mahmud Mustain, M.Sc., Ph.D. (Guru Besar FTK ITS). 

Surat Pernyataan sikap Keluarga Besar ITS Peduli Negeri tersebut ditantangani oleh Sivitas Akademika terdiri dari 44 Guru Besar ITS, Dosen, Karyawan, dan Mahasiswa selanjutnya diserahkan kepada Rektor ITS untuk selanjutnya disampaikan kepada Presiden RI.  

Adapun isi selengkapnya pernyataan tersebut adalah sebagai berikut:  

Pernyataan Sikap Keluarga Besar ITS Peduli Negeri untuk Disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia.

Perihal: Menjaga Persatuan Bangsa dan Stabilitas Nasional.

Yang Terhormat,
Ketua MWA ITS
Rektor ITS
Ketua SA ITS

Kami, sebagai Keluarga Besar ITS Peduli Negeri, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap terkait situasi kebangsaan terkini. Kami prihatin dengan kondisi saat ini yang diwarnai berbagai dinamika dan potensi polarisasi.

Sebagai akademisi, kami selalu mengedepankan semangat persatuan bangsa dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Kami meyakini bahwa Presiden Republik Indonesia adalah pemimpin negara, sekaligus saudara sebangsa yang mengemban amanah rakyat.

Oleh karena itu, kami memohon Bapak Rektor ITS untuk menyampaikan kepada Bapak Presiden agar tetap konsisten pada koridor demokrasi dan semangat reformasi. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas nasional dan menghindari polarisasi bangsa di masa yang akan datang.

Hal-hal yang kami anggap penting sebagai komitmen dari Bapak Presiden adalah sebagai berikut:

• Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan yang lain.

• Menjaga netralitas, mencegah aparatur negara untuk terlibat dalam politik praktis & menjamin pelaksanaan Pemilu 2024 yang damai, adil, dan berintegritas.

Kami percaya bahwa Bapak Presiden memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk menjaga stabilitas nasional dan kelancaran proses demokrasi.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi dan melindungi bangsa dan negara kita.

Surabaya, 5 Februari 2024
Keluarga Besar ITS Peduli Negeri.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES