Pendidikan

Unisma Lepas 502 Peserta KSM, Tersebar di 13 Desa Hingga Negeri Gajah Putih

Sabtu, 17 Februari 2024 - 11:26 | 26.40k
Prosesi pelepasan peserta KSM Unisma oleh Rektor, Sabtu (17/2/2024). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
Prosesi pelepasan peserta KSM Unisma oleh Rektor, Sabtu (17/2/2024). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) Malang secara resmi melepas para peserta Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Tematik Universitas Islam Malang, Sabtu (17/2/2024).

Dalam kesempatan itu ada sebanyak 502 orang yang akan melakukan pengabdian. Sebanyak 9 mahasiswa dari Fakultas Kedokteran akan melakukan pengabdian di Thailand. Dan sisanya akan di sebar di 13 Desa yang ada di Kabupaten Malang.

Rektor Unisma, Prof. Dr. Maskuri  MSi, mengatakan, tahun ini KSM Unisma mengambil tema 'Bersama Masyarakat Mewujudkan Sejahtera Yang Berkelanjutan'. Untuk para mahasiswa Kedokteran yang melakukan pengabdian di Negeri Gajah Putih, mereka akan bersinergi dengan pusat kesehatan setempat untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi yang membutuhkan.

"Disana mereka akan melakukan pengabdian yang berhubungan dengan kesehatan, seperti pengobatan, memberikan diagnosis penyakit, dan tentu juga bersinergi dengan pusat kesehatan masyarakat disana," ucapnya.

Dalam program KSM, selain melakukan pengabdian seperti memberikan pengajaran, para mahasiswa juga dituntut untuk bisa membuat sebuah produk  

"Artinya bentuk pengabdian seperti biasanya, tapi harus menghasilkan produk-produk karena ini KSM. Juga mereka akan menghasilkan jurnal, yang nanti diekspos diekspos di media massa, video, modul, dan lain sebaginya," imbuhnya.

Prof Maskuri menyebut bahwa pengabdian ini juga berkesinambungan dengan Unisma sebagai Entrepreneur University sehingga peserta KSM juga dituntut untuk bisa memberikan kontribusinya dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan yang ada di masyarakat.

"Misal di sebuah daerah masyarakat punya potensi untuk tempat wisata, nanti mahasiswa harus membantu mendesain wisata yang bagus," lanjutnya.

"Terus ekonomi kerakyatannya seperti apa, terus bagaiamana mengkosolidasikan bermacam potensi yang ada di sana menjadi kekuatan besar untuk mendukung wisata dan sebagainya," kata Rektor.

Rektor mengaku, Universitas juga tak menutup diri untuk memberikan support yang lebih besar apabila memang ada sebuah desa yang punya potensi besar untuk dikenalkan kepada masyarakat luas. 

"Tentu itu menjadi dambaan kita bersama. Dan termasuk yang saat ini sedang kita kembangkan bersama di Ki Ageng Gribig. Itu dari sisi bahasa arab, bahasa Inggris, ekonomi, pertaniannya, kita sentuh disana, pendidian agamanya kita sentuh," jelas Rektor.

Selain itu, Rektor juga berpesan kepada para mahasiswa agar selalu menjaga tingkah laku mereka selama berada di tengah-tengah masyarakat.  Pihkanya berharap, KSM Unisma tahun ini bisa memberikan dampak yang cukup signifikan kepada ekonomi kerakyatan, dan Unisma bisa lebih nyata memberikan kontribusi dan dicintai masyarakat.  (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES