Pendidikan

Penuh Haru, Keluarga dan Sahabat Wakili Dua Wisudawan UB yang Meninggal Dunia

Sabtu, 24 Februari 2024 - 17:31 | 23.12k
Kedua orang tua wisudawan yang meninggal saat mengikuti prosesi wisuda yang harusnya didatangi oleh anaknya pada Sabtu (24/2/2024). (Foto: Humas UB)
Kedua orang tua wisudawan yang meninggal saat mengikuti prosesi wisuda yang harusnya didatangi oleh anaknya pada Sabtu (24/2/2024). (Foto: Humas UB)

TIMESINDONESIA, MALANG – Suasana haru mengiringi prosesi Wisuda Universitas Brawijaya (UB) Periode 11, Sabtu (24/02/2024) di Gedung Samantha Krida. Terdapat dua wisudawan yang telah meninggal dunia diwakili keluarga dan sahabat untuk menerima ijazah.

Kedua wisudawan tersebut adalah Muhammad Rizki Rafiandhika, S.P (alm) dari Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, dan Prayoga Avrian Wardana, S.Sos (alm) dari Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Muhammad Rizki Rafiandhika atau biasa dipanggil Rafi, diwakili oleh kedua orang tuanya, yakni Ibunda Ir. Nunik Sri Andayani dan ayahanda Ir. Hadi Roseno, M.Sc untuk menerima ijazah secara langsung dari Rektor UB.

Rafi diterima sebagai mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian UB angkatan 2014 melalui jalur tanpa tes, atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri.

Disampaikan ibunda, karena merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara, Rafi menjadi sosok yang sangat dekat dengan ibunda. Almarhum juga memiliki banyak teman, bahkan mendirikan kafe bersama teman-teman kuliahnya.

wisudawan-2.jpg

“Karena sambil bekerja, maka kuliahnya agak sedikit molor. Dan setelah selesai sidang skripsi, dia bilang maaf ya ma, tugasku sudah selesai,” tutur Ibunda.

Rafi meninggal dunia tanggal 4 Februari 2023 karena penyakit autoimun. “Sejak kecil tidak pernah sakit parah, kejadiannya begitu cepat, empat hari dirawat di RS, lalu pulang dan berobat jalan, namun beberapa hari kemudian mengeluh sakit lagi hingga masuk ICU dan meninggal dunia,” cerita Ibunda.

Ibunda terkhusus menyampaikan terima kasih kepada Dosen Pembimbing skripsi Rafi, yakni Dr. Rachman Hartono, S.P., M.P. dengan kebaikannya telah membimbing Rafi, bahkan terus menjalin komunikasi dengan keluarga saat Rafi sakit.

Kedua kakak almarhum, Rafi dan Nizar Rizki Firstyadhika yang juga turut hadir dalam wisuda ini menuturkan Almarhum Rafi merupakan sosok yang bertanggung jawab, penyayang, dan perhatian dengan keluarga.

“Meskipun anak terakhir tetapi tidak pernah manja, justru sangat dewasa dalam menyikapi segalanya. Dia juga sangat sayang terhadap keponakan yang masih kecil-kecil, sering mengajak bermain. Bahkan di saat-saat terakhir hidupnya, dia tidak pernah mengeluh kesakitan dan merepotkan kami semua,” kata Nizar.

Sementara itu pengambilan ijazah Prayoga Avrian Wardana, S.Sos diwakilkan oleh teman sesama wisudawan, yakni Wignaya Saraswati, karena orang tua almarhum berhalangan hadir karena masalah kesehatan.

Sama seperti Rafi, Almarhum Prayoga yang biasa dipanggil Yoga diterima di Sosiologi FISIP UB juga melalui jalur SNMPTN pada tahun 2015. Ia berasal dari Banyuwangi, dan merupakan putra dari Bapak Dwi Jaya Hadi Utomo, S.H dan Ibu Dewi Darmayanti, S.H.

Sebagaimana disampaikan oleh Wignaya, Yoga di kesehariannya adalah sosok yang ceria, selalu menebar energi positif bagi orang-orang di sekitarnya, gigih, dan penuh semangat dalam meraih cita-cita, Yoga anak yang sangat menyayangi keluarga dan orang-orang terdekatnya.

“Kami teman satu angkatan dan bersahabat dekat mulai proses skripsi hingga kelulusan,” kata Naya.

Yoga, salah satu Wisudawan Universitas Brawijaya ini, meninggal dunia pada tanggal 29 April 2023 karena sakit radang paru-paru. Semasa kuliah Ia juga pernah dirawat karena asam lambung. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES