Pendidikan

UIN Malang Kukuhkan 3 Guru Besar Baru dari Berbagai Bidang

Selasa, 23 April 2024 - 21:57 | 21.65k
3 Guru Besar yang dikukuhkan oleh UIN Malang pada Selasa (23/4/2024). (Foto: Humas UIN Malang)
3 Guru Besar yang dikukuhkan oleh UIN Malang pada Selasa (23/4/2024). (Foto: Humas UIN Malang)

TIMESINDONESIA, MALANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengukuhkan 3 guru besar baru pada Selasa (23/4/2024). 3 orang tersebut yakni Prof. Dr. Abbas Arfan sebagai Guru Besar Fikih Muamalat, Prof. Dr. Abdul Malik Karim sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan Islam, dan Prof. Dr. Muashomah sebagai Guru Besar bidang Ilmu Bahasa Arab.

Rektor UIN Malang,  Prof Dr H M Zainuddin MA mengatakan, dengan adanya pengukuhan guru besar ini, saat ini UIN Malang tercatat mempunyai 67 Guru Besar.

"Alhamdulillah, waktu demi waktu, ikhtiar demi ikhtiar, jabatan Guru Besar di UIN Maliki ini terus bertambah. Saat ini sudah terhitung ada 67 GB kita. Tentu, dengan tambahnya Guru Besar ini juga menambah grade dan reputasi lembaga," ucapnya.

Selain itu, lanjut Rektor, seorang Guru Besar juga harus menjaga kualitas dan komitmen sebagai akademisi yang memiliki jabatan puncak fungsional di Perguruan Tinggi. Dia menyebut, meski Guru Besar ini jabatan puncak, namun tuntutan untuk tetap berkarya dan meneliti tidak boleh berhenti.

"Tugas pokok dan fungsi kita masih melekat, sepanjang kita masih berstatus sebagai dosen, yaitu tri dharma perguruan tinggi. Jangan pernah berhenti untuk membaca, meneliti dan menulis," pesannya.

Prof Zain juga mengingatkan agar para guru besar terus mengikuti asas kepatutan. Dia mewanti-wanti, jangan ada yang menjadi broker karya ilmiah. Karena beberapa hari yang lalu, ada kabar ada seorang guru besar muda yang telah memiliki jurnal bereputasi internasional termasuk Scopus, yang mencapai 160 jurnal dalam waktu hanya kurang dari satu tahun.

Rektor-UIN-Malang.jpg

"Ini bukan prestasi namun “memprihatinkan” kita yang menjadi guru besar. Karena tidak patut dan mencurigakan. Seorang dosen dalam 1 tahun dapat melakukan penelitian bereputasi 2-4 kali sudah baik luar biasa," kata dia.

Selain itu pihaknya juga berharap, para guru besar ini dapat menjadi corong dan duta-duta yang dapat membawa nama harum UIN Maulana Malik Ibrahim. Bisa melalui forum-forum seminar, konferensi berupatasi nasional dan internasional. Menjadi kolumnis di berbagai media massa.

"Jika menjadi muballigh juga mubaligh yang mengharumkan nama baik Islam, yang sejuk, menyentuh hati, menebar kedamaian, bukan sebaliknya, gaduh, menebar kebencian dan memperkeruh keadaan sebagaimana yang kita saksikan di medsos itu," pungkas Rektor. (*).

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES