Pendidikan

Ribuan Pelajar Jombang Ikuti Ujian Hafidz Al Quran

Selasa, 30 April 2024 - 11:50 | 24.36k
Suasana siswa-siswi di Jombang saat mengikuti munaqosyah atau ujian penghafal atau hafidz Quran juz 30, Selasa (30/4/2024). (FOTO: Bambang Cahyono/TIMES Indonesia).
Suasana siswa-siswi di Jombang saat mengikuti munaqosyah atau ujian penghafal atau hafidz Quran juz 30, Selasa (30/4/2024). (FOTO: Bambang Cahyono/TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, JOMBANG – Pantas saja Kabupaten Jombang dijuluki Kota Santri. Pada awal tahun 2024 ini saja, sebanyak 2.192 siswa siswi SD/MI di munaqosyah serentak se Kabupaten Jombang menjadi penghafal atau hafidz Quran juz 30.

Sebanyak 2.192 siswa-siswi tersebut merupakan 2.099 pelajar peserta didik SD dan 93 peserta didik MI dari 21 Kecamatan sekolah dasar swasta dan negeri se Kabupaten Jombang. Mereka diuji secara langsung oleh 84 Munaqisy Huffadz Al-Qur'an dari Pondok Pesantren Madrasatul Qur'an Tebuireng utusan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang. Kegiatan itu digelar serentak pada Selasa (30/4/2024) mulai pukul 08.00 hingga selesai.

Salah satu Koordinator Panitia Munaqosyah hafidz Quran juz 30 Kecamatan Kabuh, Ari Setiawan mengatakan bahwa setiap tahunnya di Kecamatan Kabuh meningkat pesat ada 50 siswa pada tahun sebelumnya hingga saat ini ada 64 siswa melaksanakan munaqosyah atau ujian.

Pelaksanaan munaqosyah itu tersebar di 84 Majlis dari 21 Kecamatan se Kabupaten Jombang, salah satunya di Kecamatan Kabuh ada tiga tempat, yakni di Masjid Al Birru, Masjid Baitus Shiddiqin, Mangunan dan Masjid Baitus Salam, Peyek, Kabuh. 

Sementara, Koordinator Wilayah Kerja Dinas Pendidikan Kecamatan Kabuh, Sukoco, M.M.Pd menyambut baik kegiatan yang terlaksana berkat kerjasama antara tiga pilar meliputi KKGPAI, Pembimbing Mulok Keagamaan dan Diniyah Kecamatan Kabuh ini. 

Sukoco mengaku sangat bangga dengan dimunaqosyahnya 2.192 siswa-siswi tersebut sebagai penghafal Alquran. Apalagi di Kecamatan Kabuh ada 64 siswa-siswi mengikuti munaqosyah yang terdominasi perempuan. Ia berharap pelajar tersebut dapat menerapkan ilmunya pada jenjang pendidikan lebih lanjut. "Kalau bisa nanti guru-guru dan generasi selanjutnya juga hafal Quran," kata Sukoco, kepada TIMES Indonesia, Selasa (30/4/2024).

Menurutnya, kegiatan tersebut sebagai upaya memupuk nilai luhur dan wawasan Alquran kepada generasi muda sejak dini. "Ini ikhtiar pemerintah untuk tanamkan nilai luhur Alquran kepada generasi muda," ungkapnya

Lebih lanjut, Sukoco berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan secara berkelanjutan dengan skala yang lebih besar lagi. Ia juga mendorong peserta didik lebih giat belajar Alquran dan menjadikan tempat munaqosyahnya sebagai sejarah dan impian orang tua.

“Mudah-mudahan peserta didik saat mengikuti munaqosyah menjadikan tempatnya sebagai sejarah dan impian orang tua.  juga bisa menerapkannya nanti menjadi imam-imam masjid," katanya. 

Menutup acara pagi hari tersebut, para guru dan pembimbing memberikan selamat kepada siswa-siswi Kabupaten Jombang yang mengikuti munaqosyah atau ujian jadi hafidz Quran. Munaqosyah tersebut makin meneguhkan Kabupaten Jombang sebagai Kota Santri. 

Refan salah satu siswa SD Kecamatan Kabuh yang mengikuti munaqosyah mengaku bangga dan terharu atas capaian selama belajar di bangku sekolah.

"Alhamdulillah senang banget rasanya bangga bisa sampai ujian juz 30, ini saya hadiahkan ke kedua orang tua saya serta bapak/ibu guru yang telah tulus membimbing saya," ujarnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES